| Malam Minggu : Emper Rekreatif | ||||
|
|
Malam Minggu : Emper Rekreatif Cerita Betawi A.Kohar Ibrahim (1) BANG bangun ! – bilang Mpo Lilis ulang-ulang sembari nyolek pelan ujung idungnya kayak lagi becanda ria. « Udah pukul sembilan, Bang. Mat Nuh udah nungguin di depan pintu, tuh ! »Setelah mengusap-usap mata, si Abang pun bangunlah ; duduk di pinggir tempat tidur. Sekali menguap, layaknya masih belum puas tidur. Padahal dirasakannya belum pernah tertidur begitu nyenyak senyenyak malam Minggu ini. Sepulangnya dari malam pembukaan Emper Satu. Salah sebuah warung atau rumah makan sekalian ruang rekreatif yang pertama – dari ide rangkaian Emper yang jadi salah satu aktivitasnya. Pembukaan Emper yang pertama yang terletak di Cimanggis tadi malam itu cukup sukses. Sepuluh meja dengan 40 kursi terisi. Dengan sajian menu tunggal berupa pepes ikan teri. Sedangkan acara rekreatifnya berupa lagu-lagu Betawi ala Bang Ben dan Lilis Suryani, disajikan oleh para Pemusik Jalanan. Tak urung beberapa tamu tergiur irama musik dan menari ria. Malah si Abang sendiri, setelah kenyang menyantap pepes teri mengawani nasi hangat sepiring mentung, terbawa irama lagu Jali-Jali dan menari. Tapi itu terjadi sesudah hampir tengah malam, hingga ada alasan Mpok Lilis menggaetnya seraya bilang : « Bang, udah telat. Pulang yuk, besok pagi kan ada kegiatan lain. Rapat penting, Bang… » Dan dia menuruti apa kata sang bini. Sekalipun setelah sampai di rumah, di Wisma Surya, mereka baru bisa terlena setelah jam dua pagi. Dan setelah lebih dari sejam bercengkerma, tidur pun nyenyak sekali. « Masih ngantuk yah, Bang ? » tanya Mpo Lilis dengan nada rada usil. « Ah, nggak lah, » balasnya, mesem-mesem. « Tidur nyenyak banget sih… » « Nuh dah nunggu di emper sebelah kanan, tuh. Dia bawain kue gemblong buat sarapan, Bang. » « Duh, Nuh itu emang telaten beeng. Tapi kok, janji kumpulan jam sepuluh, jam sembilan dah dateng. Kayak pegawai negeri ajah… » « Sebaliknya, Bang, » tukas Mpo Lilis. « Klo pegawai negeri mah dateng telat pulang cepet… » « Hooh, deh. Percaye pada info dari mantan pe-en-es… » Sembari mesem, si Abang beranjak pergi ke kamar mandi, cuci muka dan gosok gigi, lantas mengenakan kemeja dengan masih hanya mengenakan kain sarung kotak-kotak biru dan merah jingga. Lantas menermui Mat Nuh. Mpo Lilis menyajikan tiga cangkir kopi sebagai pelengkap sarapan pagi dengan kue gemblong. Mereka bertiga asyik ngobrol, sembari menanti kedatangan beberapa orang lagi untuk acara kumpulan atau rapat. Membicarakan pelaksanaan lebih lanjut ide mendirikan serangkai Emper alias warung atau rumah makan sekalian dengan kegiatan rekreatif. Ingat sukses pembukaan Emper Satu tadi malam, sembari menatap Mat Nuh, si Abang bilang dengan nada yang lebih meyakinkan : « Kite mesti buang sifat ketergantungan ama atasan atawa siapepun juga. Klo cuman nunggu-nunggu atasan atawa keadaan nyang lagi krisis terus-terusan, salah-salah kite bakalan jadi penambah panjang barisan kaum pengangguran. Kite mesti manfaatkan potensi nyang kite miliki, dengan semanget gotong royong, mewujudkan ide Emper Rekreatif. » « Tul, Bang, » sambut Mpo Lilis dan Mat Nuh hampir bareng. Menyetujui ide pokok si Abang. Ide yang akan diutarakannya dalam rembugan nanti dan pasti mendapat persetujuan pula adanya. *** Awal Maret 2009.
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Terakhir Diupdate ( Sabtu, 07 Maret 2009 07:46 ) | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||




BANG bangun ! – bilang Mpo Lilis ulang-ulang sembari nyolek pelan ujung idungnya kayak lagi becanda ria. « Udah pukul sembilan, Bang. Mat Nuh udah nungguin di depan pintu, tuh ! »



