Memperkuat NKRI & Otonomi Daerah
Oleh Harrison Papande Siregar    Jumat, 03 Juli 2009 15:14    PDF Cetak E-mail
Penilaian Pengunjung: / 3
KurangTerbaik 
Bagaimana  perbedaan pandangan  dalam  debat antarcapres  Megawati, SBY dan JK bertemakan “NKRI, Demokrasi dan Otonomi Daerah”  yang berlangsung  di  Balai Sarbini, Jakarta Kamis malam (2/7) ? Perdebatan  yang   dipandu Prof. Pratikno dari UGM, menarik untuk disimak.  
Capres Megawati menekankan perlunya otonomi daerah yang harus diwujudkan dengan mempertahankan  jati diri bangsa  dan  ekonomi kerakyatan. Karenanya, ia   seharusnya  tegas  mengkritisi   kinerja  pemerintahan SBY yang  belum  memperlihatkan ekonomi kerakyatan dan prestasi  pengembangan  demokrasi dan otonomi daerah dan NKRI.
Dalam masa pemerintahan SBY, masih banyak perda berbahaya bagi NKRI. Kedudukan hukum perda di bawah peraturan presiden, peraturan pemerintah, undang-undang/perpu, dan UUD 1945. Karenanya, Pemerintah pusat seharusnya mengevaluasi seluruh peraturan daerah dan berwenang mencabutnya, sebagaimana dituangkan UU Nomor 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah.
Argumentasi Capres SBY pun tak menunjukkan solusi yang konkret dan terukur. Misalnya, Capres SBY berwacana perlunya hak politik, hak pendapat dan hak demokrasi untuk  menumbuhkan otonomi daerah.  Namun, otonomi daerah tak  mungkin dapat berkembang dengan demokrasi elite.
Apa lagi,  keberadaan parpol  kurang berakar dalam masyarakat (grass root democracy). Akibatnya,  parpol tak dapat  menyalurkan  aspiirasi  masyarakat lapisan bawah dalam sistem politik untuk membuat berbagai kebijakan publik.
Capres JK berdebat secara logis dan santun serta tak emosional.  Ia unggul dibandingkan dua capres lainnya, bahkan memiliki wawasan  jauh lebih luas dalam hal NKRI. Selain keunggulan visi, misi dan program aksi, JK sosok mengusung Indonesia Baru untuk mengantarkan generasi muda   memimpin bangsa  ke depan.
JK pemimpin yang mampu mengambil keputusan cepat dan tepat. Ia pemimpin yang amanah, bahkan komitmen menjalankan pemerintahan yang bersih untuk keadilan bagi seluruh rakyat.  Sebagaimana  JK mewujudkan  proses  perdamaian di  Aceh, Ambon, dan Poso beberapa tahun lalu.
NKRI  memang  harga mati. 90 persen rakyat  tak membiarkan daerah  manapun lepas  dari NKRI. Bahkan, NKRI ideologi TNI. Artinya, siapa pun yang memecah negara ini  mengundang tentara mengambil alih kekuasaan negara. Negara Barat pun menginginkan tegaknya NKRI. Soalnya, kalau negara  pecah, siapa membayar hutang negara.  
Persoalannya, NKRI  negara kepulauan hanya  mungkin dibangun dari  daerah dan pulau - pulau. Jika daerah dan pulau sejahtera dan kuat, NKRI dengan sendirinya sejahtera dan kuat. Jika pemerintah pusat sejahtera dan kuat, belum tentu daerah sejahtera dan kuat. Selain itu, perlu dibangun angkatan  laut  yang besar.
Ironisnya, kemiskinan dan pengangguran makin meningkat luar biasa sekarang ini. Perhitungan GNP (gross national product) yang dibagi jumlah penduduk, tak relevan. Pendapatan per kapita terlalu  pincang di seluruh daerah dan kepulauan nusantara. Yang kaya bertambah kaya, yang miskin  bertambah miskin   memperlemah demokrasi.
Pada gilirannya, demokrasi dan otonomi daerah sulit memakmurkan daerah. Kondisi ini diperparah  NKRI sebagai negara kepulauan (maritim) tak memiliki infrastruktur kepulauan dan transportasi laut untuk   menunjang  kesejahteraan  daerah  dan kepulauan nusantara. Apakah kondisi semacam itu kita andalkan membangun NKRI, demokrasi dan otonomi daerah ?  Wallahualam.

Tangerang, 2 Juli 2009
(Harrison Papande Siregar)
Penulis Mahasiswa UI, Fakultas Sosial dan Politik, Jurusan Administrasi Negara.
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
 

Blog Bekasinews

Biker's

Berita Unik

Anda sedang menggunakan Internet Explorer 6 (IE6).

Browser anda Sebaiknya di upgrade ke version 7 Internet Explorer (IE7)

Free Update silahkan kunjungiInternet Explorer 7 worldwide page.