|
Menulis. Aktivititas ini bukan sekadar berekspresi. Bukan sekadar mengabaran informasi terbaru atau perkembangan baru. Tapi lebih dari itu. Menulis juga amat berkhasiat bagi sang penulis itu sendiri. Ya, saat menulis kita akan menemukan sesuatu yang baru dari dalam diri sendiri. Yang kemudian berkembang, menjadi hal-hal positif yang membuat diri semakin lebih baik. Artinya, bila yang ditulis itu adalah kebaikan maka kebaikan itu akan me ngikat diri. Menjadi pion-pion yang mengawasi setiap tingkah polahnya. Sebagaimana dinyatakan oleh Woodman, bahwa banyak orang yang sedang melakukan perjalanan batin; mereka sungguh-sungguh berusaha memahami apa yang sedang terjadi dalam diri mereka. Begitulah menulis. Menulis harus kita posisikan sebagai salah satu cara untuk melakukan perjalanan batin. Anda tahu, sejak saya menulis buku berjudul Teknik Sabar, Kunci Sukses Karir Gemilang (Dian Rakyat 2006) terjadi perubahan hebat dalam diri saya. Saya relatif lebih mampu menahan emosi. Tidak seperti dulu. Saya mudah sekali marah. Mudah sekali mengungkapkan perasaan tidak suka pada orang lain. Kini, setelah saya menulis buku ini, seakan huruf-huruf dalam buku itu menjadi burung-burung pengawal. Yang melayang-layang mengintai, memperhatikan dan ketika saya mengalami keadaan tidak sabar, mereka akan serta merta mematuk saya. Percaya sama saya, seorang yang rajin menulis mengenai perasaannya, ia akan mampu mengenali dirinya sendiri. Nah, berhentilah membaca tulisan ini. Ambilah kertas. Cobalah ungkapkan apa yang anda rasakan. Kalau tidak bisa satu halaman, tulislah satu alinea. Bila tak sanggup satu alinea, tulislah satu kalimat saja. Bila tidak bisa satu kalimat, goreskan satu kata saja. Lakukanlah latihan ini berulang-ulang setiap hari. Upayakan setiap hari, semakin banyak. Semakin banyak, semakin banyak. Bila anda lakukan itu selama sebulan saja. Anda akan merasakan faedah yang tak terkira. Guratan saja pena anda. Lupakan guru bahasa Indonesia. Singkirkan jauh-jauh pelajaran tentang struktur dan tata bahasa. Jangan ingat tentang sistematika dan organisasi dalam menulis. Meulis ya menulis. Luapkan saja semua yang anda sembunyikan dalam hati. Anda butuh keberanian untuk melompat. Tanpa kerangkeng. Tanpa penjara. Tanpa batas. Melewati cakrawala tata aturan apapun. Pokoke menulis. Anggap saja, dunia ini milik Anda sendiri. Yang lain ngontrak. Anda bebas bicara apa pun. Anda leluasa menekan tuts komputer seenak perut anda. Tulis saja dengan bebas. Muntahkan saja. Jangan ragu. Lemparkan saja. Hempaskan semuanya. Itulah kondisi yang harus dimiliki sehingga apa yang di dalam, akan mampu terurngkap ke luar dengan total. Sahabat sekalian yang berbahagia, Saat ini terlalu banyak media untuk mengungkapkan apa yang di dalam hati. Mulai dari facebook, blog dan lain-lain. Tanpa dinyana, sejumlah penulis pun muncul dari kebiasaan fesbuk-an. Di sana, anda bisa meminta orang lain un tuk berkomentar. Disitulah kemudian terjadi dialog. Anda pun harus memiliki ruang jujur apabila dikritik oleh siapapun. Percayalah, Kita akan sulit percaya bahwa itu adalah tulisan kita sendiri. [kim]
Komarudin Ibnu Mikam WTS - Writer Trainer Speaker komarmikam.multiply.com 0818721014-33113503 karya-karya ; Novel Intelijen SOA (luxima) sekuntum cinta untuk istriku (GIP) prahara buddenovsky (GIP) dinda izinkan aku melamarmu (KBP) sabar, kunci sukses karir gemilang (Dian rakyat) nasroon, kisah sufi kantoran (dian rakyat) merit yuk! (qultum media) rahasia dan keutamaan jumat (qultum media)
|