Ketua DPR : Menteri Agama Tidak Paham Tugas Anggota DPR
Oleh Erwin S Siregar    Jumat, 02 Desember 2011 09:11    PDF Cetak E-mail
Penilaian Pengunjung: / 0
KurangTerbaik 
 
Jakarta, Bekasinews.com.-  Ketua DPR, Marzuki Alie mengatakan mentri agama tidak tahu tugas dan kewenangan DPR sehingga menyebut kritiknya terhadap pelaksanaan haji sebagai pelecehan terhadap pemerintah. DPR menurutnya memiliki kewajiban mengawasi jalannya pemerintahan, sehingga kalau memang pelaksanaan haji yang meruipakan salah satu tugas pemerintah, belum berjalan seperti yang diharapkan oleh masyarakat, wajar jika dirinya sebagai anggota DPR, pimpinan DPR maupun sebagai ketua tim pengawas haji melontarkan kritik. Sebagai kader partai pemerintah, Marzuki pun paham bahwa kritik yang disampaikan harus bersifat normatif dan tidak provokatif.
 
“Saya juga berbicara atas nama ketua tim pengawas haji. Apa yang saya kemukakan itu merupakan hasil laporan dari temuan tim pengawas haji dan sudah dirapatkan.Dia bisa tanyakan hal itu pada ketua FP3 semua yang saya kemukakan sudah dirapatkan oleh komisi 8, pimpinan DPR dan pimpinan fraksi,” ujar Marzuki Alie di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (1/12).
 
Dirinya pun menegaskan apa yang dia kemukakan bukan mengada-ada, apalagi jika disebut- disebut melecehkan pemerintah. Adalah menjadi tugasnya menurut Marzuki untuk menyampaikan apapun yang dia temukan. Sebagai partai dari pemerintah, Marzuki menambahkan tidak mungkin jika kritik yang dilontarkannya bernada provokatif, kritikan yang disampaikan tentunya juga harus normatif,” tegasnya.
 
“Saya dari partai pemerintah pasti bahasa saya normatif dan tidak akan provokatif. Kalau penilaian haji baik, yang baik Pemerintah SBY. Sebagai sahabat, seharusnya mentri bisa tabayyun dulu. Saya selalu mengatakan mengapresiasi perbaikan pelaksanaan ahji, tapi memang kami masih banyak kekurangan yang terus terjadi dari tahun ketahun seperti masalah makanan, transportasi, penginapan yang masih dirasa kurang oleh para jamaah,” tambahnya.
 
Menurut Wakil Ketua Dewan Pembina PD ini banyak persoalan-persoalan dalam pelaksanaan ibadah haji yang dilaporkan kepada dirinya dimana jamaah selalu mengkritik kementrian agama, namun seringkali dirinya membela kementrian agama misalnya dengan menjelaskan bahwa untuk urusan-urusan tertentu bahwa semua hal di Mekah dan Madinah menjadi tanggungjawab pemerintah Arab Saudi. Oleh karena itu dia menyangkan pernyataan mentri agama yang menyebut nama dirinya langsung, padahal kapasitas dia berbicara sebagai ketua DPR, anggota DPR dan juga ketua tim pengawas haji. 
 
“Apalagi tuduhan SDA bahwa apa yang saya katakan bermuatan politis menurut saya tentu hal itu bukan pada tempatnya. Saya tidak pernah menyebut nama mentri agama dalam memberikan kritikan pelaksanaan haji, mengapa dia menyebut-nyebut nama saya? Saya juga tidak hanya menyampaikan kritik tapi juga membantu menjelaskan kepadah jamaah. Apalagi jika kritikan saya dalam pelaksanaan haji dituding bermuatan politis. Tolong hargai kami, ini urusan umat tidak ada hubungannya dengan politik,” tambahnya.
 
Masalah jelas Marzuki bukanlah persoalan peribadatan saja, tapi managemen dan pengelolaan dimana ada managemen logistik, transportraasi yang semuanya juga berkaitan dengan banyak aspek. Oleh karena itu tambahnya kemudian dalam rapat muncul wacana dan usulan untuk membentuk badan layanan umum yang khusus melayani ibadah haji. Dirinya pun menambahkan tidak pernah mengatakan bahwa badan itu diluar pemerintah, tapi masih dibawah kendali kementrian agama.
 
“Dalam rapat Koordinasi Timwas ada Ketua Fraksi PPP /Pak Hazrul, saya sampaikan kita tidak boleh mencari cari salah tapi harus mencari solusi. Ada usulan saya dibentuk BLU di bawah Kementerian Agama, dimana CEO nya bisa direcruit dari luar, dalam BLU bisa saja ada divisi pribadatan, selebihnya berkaitan dengan pengelolaan non pribadatan. BLU akan lebih leluasa melaksanakan pelayana ibadah haji. Haji kita terbesar dan malaysia tidak ada apa-apanya, namun untuk belajar sistem dimana saja kita bisa, makanya teman ingin ke Turki dan Iran,” tandasnya.
 
 
Sebelumnya dalam rapat dengan komisi 8, Mentri Agama meminta agar penyelenggaraan ibadah haji tidak dijadikan komoditas politik atau panggung politik bagi para pengkritiknya. Pengkritik yang dimaksud Surya tentunya tidak lain dimaksudkan kepada ketua tim pengawas haji yang juga ketua DPR. Politisi PPP itu beranggapan, penyelenggaraan ibadah haji oleh pemerintah selama tiga tahun ini berjalan dengan baik. Meski ada kekurangan, namun menurutnya hal itu masih dalam batas wajar.
 
“Penyelenggaran haji tahun 2009, 2010, dan 2011, saya katakan sukses. Mengalami kemajuan-kemajuan. Tetapi bukan berarti tidak ada masalah atau kekurangan. Masalah dan kekurangan pasti ada. Tapi jangan jadikan soal haji sebagai panggung politik,” ujar Suryadharma.
 
Suryadharma mengaku merasa gerah melihat gelagat para pengkritik yang cenderung memanfaatkan penyelenggaraan ibadah haji untuk berkomentar negatif demi mendapat popularitas politik. “Saya lihat indikasi itu. Ada yang mmpersoalkan nyamuk di Arafah. Bayangkan itu, nyamuk dipersoalkan,” katanya.
 
Sedangkan mengenai usulan Marzuki mengenai dibentuknya BLU yang khusus melayani haji, Surya mengatakan usulan itu sebagai hal yang wajar.Namun dirinya menilai, usulan Marzuki itu terlalu berlebihan.  “Saya belum melihat keunggulan dan kelebihan dari usulan itu. Kalau itu memang usulan yang serius, mari kita bicarakan, kita diskusikan,”tegasnya. 
 
Dirinya pun menyebut Marzuki melecehkan pemerintah karena kritiknya tersebut. “Kalau pemerintah Indonesia oleh Pak Marzuki Alie dianggap tidak profesional, lalu kami disuruh belajar ke Malaysia, itu kan artinya melecehkan kemampuan anak bangsa lalu mengagungkan bangsa lain.Padahal,  penyelenggaraan ibadah haji Indonesia justru mendapat pujian dari penyelenggara-penyelenggara haji internasional, termasuk dari pemerintah Kerajaan Arab Saudi. Jadi saya tidak mengerti kalau kami dianggap tidak profesional,” tegas Ketua Umum PPP itu.
 
Suryadharma menyimpulkan, kritik tentang penyelenggaraan haji yang tidak profesional adalah kritik tak berdasar. “Tidak berdasar. Saya siap diundang oleh Pak Marzuki, kapan saja, di mana saja, untuk mendiskusikan mengenai badan yang diusulkannya itu. Mudah-mudahan dari situ akan ada pemikiran cerdas yang muncul,” tantang Suryadharma. (Erwin Siregar)
 
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
 

Blog Bekasinews

Biker's

Berita Unik

Anda sedang menggunakan Internet Explorer 6 (IE6).

Browser anda Sebaiknya di upgrade ke version 7 Internet Explorer (IE7)

Free Update silahkan kunjungiInternet Explorer 7 worldwide page.