Cikarang, Bekasinews.com.- Pemilihan Ketua PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran) Kabupaten Bekasi di Hotel Grand Zuri, Jababeka, Cikarang, telah terpilih sebagai Ketua Sabaranto dan Wakil Ketua Dino Leonardi.
Setelah acara pemilihan selesai Redaksi Bekasinews.com mendapat kesempatan khusus wawancara dengan Sabaranto Ketua PHRI Kabupaten Bekasi Periode 2010 – 2014 :
Apa Motivasi kedepan untuk Industri Pariwisata di Kabupaten Bekasi?
“Harapan Saya sebetulnya pariwisata kabupaten Bekasi lebih menonjol lagilah, lebih maju, program-program pengembangan industri pariwisata lebih ditingkat oleh Dinas Pariwisata Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi, khususnya daerah konsentrasi kita daerah Muara Gembong, yang sebenarya bisa kita lihat adalah salah satu potensi untuk lebih meningkatkan PAD (Pendapatan Anggaran Daerah) Kabupaten Bekasi”. Kata Sabaranto Ketua terpilih PHRI Kabupaten Bekasi 2010-2014.
Apa yang menjadi dasar Muara Gembong jadi Skala Prioritas?
Artinya Kita punya skala-skala prioritas konsentarsi kita karna memang saya lihat Muara Gembong ini tertinggal sekali tapi mungkin juga kita bisa lebih difokuskan sedikit kearah sana, karna memang sesuai lagi rencana program pembangunan pelabuhan Internasional akan ada di Tarumajaya.
Apa Rencana Program Jangka Pendek saat ini?
Konsentrasi Organisasi artinya saya juga sangat berharap pengurus-pengurus yang terpilih nanti yang benar sesuai dengan posnya masing-masing. Saya lihat selama ini PHRI ini stagnan, jadi saya pingin benar-benar pengurus yang ada di organisasi ini orang-orang yang mobile, orang-orang yang mampu, orang-orang mau merelakan waktunya dan orang-orang yang mau supaya organisasi ini bisa berjalan tentunya.
Berapa jumlah anggota PHRI saat ini?
Jumlah anggota PHRI dari Hotel ada 13 anggota dan Restoran 30 anggota.
Bagaimana dengan Kafe yang ada, apa bisa masuk kriteria anggota PHRI?
Sesuai dengan analoginya PHRI adalah perhimpunan pengusaha Hotel dan Restoran, Restoran yang ada kafenya beberapa sudah ada anggotanya tapi nanti kita rembukan bersama kafe musik hidup yang ada restorant apakah bisa masuk atau tidak.
Katagorikan banyak untuk bisa jadi anggota PHRI seperti Warteg dan Rumah Makan Padangitu saat ini tidak punya induk semang, apakah bisa jadi anggota PHRI?
Agak berat sekali karna mereka tidak ada perijinan HU-nya karna untuk urus HU itu biaya mahal. Nanti bila persyaratanya Cuma sampai SKDU (Surat Keterangan Domisili Usaha) Lurah dan Camat saja mungkin bisa. Kami senang karna nantinya anggpta PHRI bisa ratusan jumlahnya.
Apa nantinya kerjasama dengan Pemda Kabupaten Bekasi ?
Rencana kerjasama dengan Pemda Kabupaten Bekasi ada tadi sedikit masukan dari Sekjen PHRI sesuai dengan Undang-undang nomor 10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan yang mana disana termaktub untuk segera dibentuk badan promisi artinya kita juga berharap PHRI Kabupaten Bekasi juga mampu bisa bekerjasama ke depan dengan Dinas Pariwisata Pemda Kabupaten Bekasi dalam rangka pengembangan pariwisata tentunya, makanya dengan adanya Badan Promosi disana promosi tentang pariwisata di Kabupaten Bekasi lebih layak lagi.
Apa Harapan Kedepan untuk PHRI itu sendiri ?
Harapan kedepan PHRI tidak cuma diperiode saya artinya PHRI tetap ada di Kabupaten Bekasi eksistensinya tetap berjalan sampai saya tidak menjabat lagi.
PAD dari Hotel dan Restoran saat ini sangat kecil, mudah-mudah bisa ditingkatkan lagi pada periode ini guna kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bekasi. (Oni)
|
|
Terakhir Diupdate ( Minggu, 15 Agustus 2010 10:29 )
|