|
MS Hidayat Kunjungi PT.HMCI
|
|
Oleh M. Joko YP
Senin, 19 April 2010 09:12 |
|
|
|
|
Cikarang Barat, Bekasinews.com.- Dalam rangka merealisasikan rencana pencapaian tahun 2013 dengan penambahan investasi untuk kapasitas produksi per tahun PT. HITACHI Contruction Machinery Indonesia, di support baik oleh Menteri Perindustrian RI, M.S Hidayat. Seiring dengan pulihnya sector riil, perusahaan menyiapkan 5.5 juta US$ untuk kapasitas 4000 unit per tahun. Rabu (14/4) lalu, Menteri Perindustrian Republik Indonesia kunjungi PT. Hitachi Cikarang Barat, guna mensupport pengembangan produktifitas pabrik manufacturing ini. Dalam keterangan konfrensi pers nya, Menteri Perindustri, M.S Hidayat bahwa Kementerian mendukung langkah PT HITACHI dalam meningkatan produktifitas dengan penambahan investasi sebesar 5.5 juta US$ untuk kapasitas produksi 4000 unit per tahun. Sebelumnya, kata M.S Hidayat, produksi pada tahun 2008 mencapai 2000. Sedangkan di tahun 2009 mengalami penurunan sekitar 1.700 unit per tahunnya. Para costumer, lanjutnya merupakan pengguna jasa, investor dan batu bara. “Produksi Ini di ekspor ke Jepang, Taiwan serta Malaysia,” jelasnya. Dijelaskan M.S Hidayah bahwa hal yang terpenting adalah paket produk domestic ini di ekspor ke Asia. Disamping, join dalam partner local mencapai 210 miliyar. Dikatakan, untuk produksi komponen di import ke Jepang. “Kenaikan produksi di tahun 2010 hingga 2014 mendatang, kegiatan produksi ini akan meningkat. Seiring dengan sector riil sekarang telah mengalami pemulihan. Ini juga dipakai untuk membantu eksplorasi perhutanan dan pertambangan,” tuturnya. Sementara, Presiden Direktur PT. HITACHI, Shuya Okayasu, mengatakan berharap adanya dukungan perkembangan ada hubungan untuk memperluas tenaga kerja. Secara pribadi, dirinya sangat bangga kepada karakter masyarakat Indonesia, seperti para karyawan saling menghormati. “Berharap, dari peningkatan kerjasama ini dapat meningkatkan diri secara besar bersama dalam rangka perkembangan ekonomi Indonesia,” katanya. Shuya Okayasu menjelaskan bahwa komponen lokal di tahun 2014 mencapai 45 persen yang disesuaikan dengan ketentuan.. sementara Indonesia juga menjadi basis industry yang di ekspor ke Negara Malaysia, Taiwan hingga Jepang. “Indonesia merupakan industry yang strategis. Total produksi di dalam maupun luar negeri ekspor mencapai 32 persen. Sehingga di lima tahun kedepan mencapai 55 persen. Kemudian sisanya untuk tujuan domestic,” pungkasnya. Sebelum konfrensi pers berlangsung, Menteri Perindustrian bersama rombongan di pandu pihak managemen PT. Hitachi, meninjau langsung gudang – gudang produksi dimana para karwayan bekerja. Hitachi Construction Machinery Group memiliki 7 pabrik di dunia selain Jepang. PT. Hitachi adalah sebagai bagian pabrik manufacturing di dalamnya. Fungsi pabrik manufacturing ini adalah menyiapkan produk ke masing – masing daerah dan memiliki satu fungsi tambahan yaitu mengirim komponen produk ke Jepang maupun Negara lain. Khususnya HCMI mengirimkan komponen untuk ultra large excavator ke Jepang yang memerlukan ketrampilan yang sangat tinggi. Dengan kata lain merupakan salah satu pusat produksi utama bagi Hitachi Contruction Machinery Group. Berdiri sejak sejak tahun 1991 dengan memiliki modal 17 US$. Dan beroperasi dengan 2 pabrik yaitu Pabrik Bekasi (5 ha) dan Pabrik Cibitung (20 ha) bersama 1.243 pekerja. Produksi utama adalah Hydraulic excavator tipe menengah kelas 10 ton, 20 ton dan 30 ton. Komponen ultra large excavator kelas 45-800 ton. Serta bebvagai macam produk engineering seperti transformer tank, dump body, belt conveyor. (M. Joko YP)
|