Panglima Garada Betawi Resah Maraknya Warung Remang dan Panti Pijat
Oleh M. Joko YP    Sabtu, 17 April 2010 20:04    PDF Cetak E-mail
Penilaian Pengunjung: / 1
KurangTerbaik 
Cikarang Barat, Bekasinews.com.- Sesuai dengan visi dan misi Kabupaten Bekasi  yang Agamis seharunya  warung remang-remang yang berada di Kabupaten Bekasi di minalisir atau di persempit keberadaannya.

Karena warung remang dan panti pijat yang marak di kabupaten Bekasi, berdampak negative bagi masayarakat sekitarnya, warung remang banyak wanita berdandan sexi  yang masih ABG, nampak mejeng di depan warung remang-remang, membuat pemandangan mesum bagi pria yang yang melintas di warung remang-remang. Demikian yang di utarakan Panglima Garda Betawi yang juga merangkap Panglima IKAPUD ( Ikatan Putra daerah) yang bermarkas di bilangan Cikarang Barat ini, Jepri Najri saat di temui Bekasinews.com di Kecamatan Cikarang Barat baru baru ini.

Lebih Lanjut Jepri menuturkan, selain warung remang remang keberadan panti pijat juga  marak dan berkembang di Kabupaten Bekasi. Ada beberapa kawasan yang sangat marak warung remang-remang dan panti pijat diantaranya, Kecamatan Cikarang barat, Cikarang Pusat dan sepanjang jalan Cikarang menuju terminal lama Bekasi, ”saya sebagai putra daerah menyayangkan aparat terkait membiarkan, warung remang remang dan panti pijat bertebaran di Kabupaten Bekasi, yang bertentangan dengan  Visi dan Misi Kabupaten Bekasi.”ujarnya.

Menurut Jepri, masyarakat Kabupaten Bekasi terkena dampak negative dengan maraknya warung remang-remang  dan panti pijat. Hanya sebagian kecil masyarakat Kabupaten Bekasi yang membuka Warung remang remang akan tetapi dengan maraknya warung remang-remang membuat Kabupaten Bekasi yang identik dengan masyarakat Agamis, bergeser menjadi masyarakat yang antagonis dan bertemparemen keras, dari dampak banyak tempat warung-remang, yang menjadi sarana untuk minum minuman keras.

“Kalau di biarkan terus tampa adanya penertiban bagaimana generasi muda Kabupaten  Bekasi mendatang, saya sebagai putra daerah dan panglima garda betawi dan  merangkap panglima IKAPUD, siap membantu pemerintah Kabupaten Bekasi untuk menertibkan warung remang remang dan panti pijat yang di duga menjadi tempat maksiat, jika di butuhkan.”tandasnya.

wajar Jepri merasa resah dengan maraknya warung remang remang dan panti pijat yang berada di Kabupaten Bekasi karena Jepri kini tengah mendirikan yayasan Pendidikan  Islam PAUD dan TK Assalam bersama Hj.Salma Siti Zubaedah yang akan segera di resmikan dalam waktu dekat ini. Yayasan Assalam berlokasi di Desa Telaga Asih, Kecamatan cikarang barat, Kabupaten Bekasi.

”Saya berharap yayasan Pendidikan Islam Assalam dapat mencetak generasi muda yamg cerdas dan berakhlak.  Saya berharap Pemda Kabupaten Bekasi, melalui instansi terkait segera menertibkan keberadaan warung remang remang dan panti pijat sehingga Kabupaten bebas dari segala kemaksiatan dari dampak maraknya warung remang remang dan panti pijat Sementara saya bangun Yayasan Islam, akan tetapi tidak jauh dari lingkungan Yayasan yang saya bangun terdapat  warung remang remang dan panti pijat, itu yang membuat saya resah “pungkas jepri lagi. ( M. Joko YP )
 

Anda sedang menggunakan Internet Explorer 6 (IE6).

Browser anda Sebaiknya di upgrade ke version 7 Internet Explorer (IE7)

Free Update silahkan kunjungiInternet Explorer 7 worldwide page.