Jakarta, Bekasinews.com.- Sungguh berbeda acara deklarasi pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden RI dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) dan Partai Gerindra, Hj Megawati Soekarnoputri dan H Prabowo Subianto, yang akan di gelar TPA Terpadu, Bantar Gebang, Bekasi, (Minggu, 24/05) sore. Bersahaja, sederhana, merakyat, dan kental akan semangat dari visi kerakyatan yang diusung oleh "Mega-Prabowo". Dari pantauan redaksi (Sabtu sore, 23/05) saat berkunjung ke lokasi deklarasi yang sudah hampir 98 persen siap itu, kesan tersebut begitu kental menyelimuti tempat deklarasi pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden yang bertekad membawa bangsa untuk berdikari di berbagai bidang, seperti yang dicita-citakan Proklamator RI, Bung Karno. . Kerja keras panitia pelaksana acara deklarasi begitu terasa mengingat baru pada hari Jumat (22/05) kemarin penataan tempat deklarasi tersebut baru rampung sekitar 30-40 persen. Saat itu baru hanya tiga buah panggung 'telanjang' tanpa atap yang sudah berdiri, dan perataan tanah pun masih berlangsung ketika Redaksi melakukan kunjungan ke lokasi saat itu . Begitu memasuki lokasi TPA terpadu Bantar Gebang, Bekasi, atmosfer pun akan terasa lebih mengental. Berbagai spanduk dukungan dari partai-partai pendukung serta organisasi-organisasi sayap kedua Partai Pengusung (PDI Perjuangan dan Gerindra), serta umbul-umbul dan media komunikasi ruang lain berpanji "Mega-Prabowo", serta sikap dukungan dari pengurus daerah partai-partai lainnya pun sudah berjajar. Begitu akan memasuki tempat deklarasi "Mega-Prabowo", sebuah bendera raksasa berukuran 100 x 70 meter yang menyelimuti sebuah bukit di seberang tempat deklarasi akan meenyambut masyarakat yang hadir. Memasuki lokasi Batu-batu coneblock sudah tertata dengan baik sejak memasuki lokasi hingga ke areal setiap panggung. Pagar-pagar dari bambu di setiap sisi panggung dan pohon-pohan yang telah ditanam, langsung membawa kita pada atmosfer sebuah perkampungan yang sangat bersahaja. Begitu juga jika kita melihat ornamen panggung utama yang diapit dua panggung pendukung. Semuanya berlantai anyaman bambu berupa bilik dan dihiasi dengan rangkaian ijuk di setiap sisi atap panggung. Begitu juga dengan areal yang mampu menampung lebih dari 10.000 orang yang akan menghadiri acara deklarasi pasangan dwi tunggal "Mega-Prabowo". Bangku-bangku merah berjajar yang sudah pula tertata dengan baik. Dipandu Hingga ke Lokasi Tidak pula sulit menemukan lokasi TPA Terpadu Bantar Gebang yang dijadikan tempat deklarasi dwi tunggal "Mega-Prabowo". Begitu keluar dari pintu tol Bekasi, masyarakat, kader dan para simpatisan yang akan menghadiri acara deklarasi akan langsung dipandu oleh bendera-bendara dan umbul-umbul "Mega-Prabowo" serta panji-panji PDI Perjuangan dan Gerindra hingga ke lokasi yang memakan waktu sekitar 45 menit sejak keluar pintu tol itu. Aplikasi Ideologi Kerakyatan Seperti yang sempat dijelaskan oleh Sekretaris Umum Tim Pemenangan "Mega Prabowo", Fadli Zon, kepada pers saat konferensi pers di Sekretariat BP Presiden, jalan Teuku Cik Ditiro, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu, bahwa acara penentuan lokasi deklarasi di TPA Terpadu Bantar Gebang ini merupakan aplikasi dari ideologi kerakyatan dwi tunggal "Mega-Prabowo", kedua Partai pengusung dan partai-partai pendukung. Konsep kerakyatan tersebut juga dipertegas oleh Ketua Sie Acara Deklarasi "Mega-Prabowo", Aria Bima. Dipilihnya TPA Bantargebang, Bekasi, menurut Aria Bima karena tempat ini menggambarkan kondisi masyarakat kita. Saat deklarasi nanti pun, lanjutnya, rakyatlah yang akan mendaulat pasangan calon Presiden dan calon Wakil Presiden "Mega-Prabowo". "Yang ada adalah daulat rakyat," ungkap anggota Fraksi PDI Perjuangan ini. Penegasan terhadap keberpihakan "Mega-Prabowo", lanjut Sekum Tim Pemenangan "Mega-Prabowo" Fadli Zon, juga akan lebih dipertegas lewat berbagai kegiatan Ibu Mega dan Pak Prabowo dalam berbagai kegiatannya dalam di berbagai daerah, seperti saat kampanye nanti. Terkait besaran pembiayaan yang sementara ini dilansir oleh media massa, dijelaskan oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi yang juga Walikota Bekasi, Mochtar Muhammad, anggaran deklarasi ini tidak mencapai 200 juta rupiah. Jauh di bawah besaran anggaran deklarasi pasangan calon Presiden lainnya yang menelan biaya hingga mencapai milyaran rupiah. "Dana tersebut berasal dari patungan kader Partai pengusung. Lebih dari itu, adalah sumbangan masyarakat Kota Bekasi. Ada yang menyumbang tenda, kursi, konsumsi, dan sarana pendukung kelangsungan acara deklarasi," jelasnya.[sfn]
|
|
Terakhir Diupdate ( Minggu, 24 Mei 2009 10:00 )
|