|
Pondok Gede, Bekasinews.com.- Semarak kata yang tepat melihat banyaknya spanduk, umbul-umbul, baliho yang bertengger disudut jalan, tak terkecuali perkampungan sekalipun.
Menjelang Pemilu nanti, berebut pengaruh bukan saja terjadi dilingkungan sekitar Calon anggota legislatif bertarung, tapi sudah ekspansi pada sudut - sudut jalan yang strategis. Dimana ada lahan kosong disitu akan terpampang spanduk, bendera dan baliho beraneka ukuran. Lebih rumit lagi kalau kita memasuki gang-gang kecil, perang stiker terpampang secara jelas merebut posisi tembok yang masih kosong. Begitu juga dengan tiang-tiang listrik dan telpon menjadi tempat favorit stiker caleg bertengger. Pengamatan Bekasinews.com disemua sudut Pondok Gede Mall dan Pasar Pondok Gede, baliho ukuran besar mendominasi setiap jengkal yang ada, puluhan baliho ini tidak pernah lelah terpampang meskipun sebelumnya diturunkan atau dirusak maka besoknya akan muncul baliho baru dari caleg yang sama bahkan caleg yang lain. Sedikit lebih aman, jika baliho, spanduk dan bendera dipasang di lokasi yang lebih tinggi, maka umur atribut kampanye tersebut dipastikan berumur lebih panjang karena petugas yang membersihkan atribut kesulitan menjangkaunya. Dominasi untuk menguasai pohon juga menjadi ajang pertarungan para caleg dan parpol, beberapa pohon yang terlihat tinggi dikibarkan Bendera ukuran yang cukup besar dengan bantuan tiang yang cukup tinggi. Jadilah bendera parpol tersebut berkibar solo diantara bendera-bendera yang kecil. Beberapa caleg yang berdomisili sekitar pondok gede dan Jatibening juga melebarkan ekspansi balihonya sampai dengan wilayah Depok. Hal ini dimungkinkan mereka menjadi caleg DPR RI dengan dapil Bekasi dan Depok. Coba tebak daerah mana saja yang tidak ada atribut parpol...sulit kali menjawabnya. (arh)
|