Ditemukan metana di luar Sistem Tata Surya
Oleh Administrator    Kamis, 20 Maret 2008 18:32    PDF Cetak E-mail
Penilaian Pengunjung: / 0
KurangTerbaik 
Satu molekul yang mengandung karbon untuk pertama kalinya terdeteksi di sebuah planet di luar Sistem Tata Surya kita.
Senyawa organik metana ditemukan di amosfir sebuah planet yang mengelilingi satu bintang yang terletak sekitar 63 juta tahun cahaya dari Bumi.

 

Temuan ini dimuat dalam edisi terbaru jurnal ilmiah Nature.

Air juga ditemukan di atmosfir tersebut, namun para ilmuwan mengatakan planet tersebut terlalu panas untuk mendukung kehidupan.

Namun para ilmuwan juga mengatakan temuan ini adalah tahapan penting menuju eksplorasi dunia-dunia baru yang mungkin bisa dipakai sebagai tempat untuk hidup.

Metana, yang terdiri atas karbon dan hidrogen adalah senyawa organik yang paling sederhana.

Dengan kondisi-kondisi tertentu, metana bisa memainkan peran kunci dalam proses kimia prebiotik, reaksi kimia yang dianggap penting untuk membentuk kehidupan.

Mirip Yupiter

Para ilmuwan mendeteksi gas tersebut di atmosfir planet seukuran planet Yupiter yang dikenal dengan HD 189733b.

Salah satu penulis laporan ini Giovanna Tinetti dari University College, London, kepada BBC mengatakan, "Planet gas ini sangat mirip dengan Yupiter kita namun jaraknya dengan bintang yang dikitari sangat dekat."

"Metana dalam konteks ini meski kita bisa menyebutkan sebagai konstituen organik, namun tidak bisa menghasilkan kehidupan. Planet ini terlalu panas untuk mendukung kehidupan."

Dr Tinetti dan penulis lain, Mark Swain dan Gautam Vasisht, dari laboratorium NASA di Pasadena, California, menemukan jejak metana ini dengan menggunakan Teleskop Angkasa Hubble.

Observasi dilakukan ketika planet tersebut melintasi bintang induk, seperti terlihat dari Bumi. Ketika sinar bintang menyoroti atmosfir planet, gas yang ada seakan mencatat jejak-jejak bahan kimia pada cahanya yang dipancarkan.

Satu metode yang dikenal dengan spectroscopy, yang memecah cahanya menjadi beberapa komponen menunjukkan jejak metana.

Para peneliti juga membenarkan bahwa temuan sebelumnya yang dilakukan Teleskop Angkasa Spitzer milik NASA bahwa atmosfir HD 189733b juga mengandung upa air.

Mark Swain mengatakan temuan ini menjadi tahapan penting untuk mengetahui sifat molekul-molekul prebiotik di planet-planet yang bisa mendukung kehidupan.

Jumlah planet yang sejauh ini diketahui mengelilingi bintang selain Bumi mencapai 270.

Para ahli hanya mengetahui massa dan karakter orbit. Di luar itu, para ahli belum mendapatkan informasi.(BBC)

Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Terakhir Diupdate ( Kamis, 01 Januari 2009 16:23 )
 
 

Blog Bekasinews

Biker's

Berita Unik

Anda sedang menggunakan Internet Explorer 6 (IE6).

Browser anda Sebaiknya di upgrade ke version 7 Internet Explorer (IE7)

Free Update silahkan kunjungiInternet Explorer 7 worldwide page.