| Hikmah Piala Asia bagi Irak | ||||
|
|
Kemenangan tim nasional Irak menjadi semakin mengagumkan mengingat lawannya dalam pertandingan final piala sepakbola Asia adalah Arab Saudi, pemenang tiga kali dan juara bertahan Piala Asia, yang juga merupakan tim yang diunggulkan semua pengamat akan memenangi pertandingan. Hebatnya, ini dilakukan oleh sebuah tim dari sebuah negara yang terpecah oleh perang dan kekerasan sejak serbuan yang dipimpin AS pada bulan Maret 2003.
Kemenangan tim nasional Irak menjadi semakin mengagumkan mengingat lawannya dalam pertandingan final piala sepakbola Asia adalah Arab Saudi, pemenang tiga kali dan juara bertahan Piala Asia, yang juga merupakan tim yang diunggulkan semua pengamat akan memenangi pertandingan. Hebatnya, ini dilakukan oleh sebuah tim dari sebuah negara yang terpecah oleh perang dan kekerasan sejak serbuan yang dipimpin AS pada bulan Maret 2003. Jorvan Vieira, pelatih Brazil yang dipekerjakan oleh tim Irak tidak lama sebelum pertandingan final, telah berbicara secara terbuka — dalam sebuah wawancara yang diterbitkan oleh Clarin, sebuah harian Argentina — tentang keheranannya mengamati tingkat permusuhan antara para pemain, khususnya antara pemain Sunni dan Shiah Irak. Tim tersebut kacau balau ketika ia datang. Banyak pemain yang bahkan tidak mau berbicara satu sama lain, dan selama dua minggu pertama, keadaan benar-benar menyulitkannya. Ketika ditanya bagaimana ia berhasil menciptakan sebuah iklim beradab di antara para pemain Sunni, Shiah, Kurdi dan Kristen sehingga cukup untuk menyatukan tim tersebut, Vieira menjawab: "Apa yang saya lakukan adalah berbicara kepada mereka setiap hari dan mengatakan kepada mereka bahwa kalau mereka tidak mau bekerja bersama mereka tak akan memperoleh hasil apa-apa, mereka tidak akan membuat rakyat Irak gembira. Setiap kali dua orang pemain menghadapi masalah, saya bawa mereka ke dalam sebuah ruangan dan tidak meninggalkan ruangan itu sampai masalahnya teratasi." Setelah memenangi pertandingan semi-final melawan Korea Selatan, ratusan ribu rakyat Irak turun ke jalan merayakannya. Tapi keriangan tersebut terganggu oleh dua bom mobil bunuh diri yang menewaskan 50 orang dan 135 terluka. Kegembiraan itu pun berubah menjadi duka. "Hari-hari berikutnya sangat sulit bagi kami," kata Vieira. "Kami semua menangis menyaksikan tayangan televisi tentang tragedi tersebut, kami pun berpikir apa arti kemenangan kami, karena kalau kami menang ada orang yang meninggal dan jika kami kalah juga akan ada yang meninggal." Menurut Vieira, keputusasaanlah yang memberikan timnya kekuatan untuk bermain dan memenangi pertandingan final tersebut. Para pemain kemudian mengetahui bahwa seorang ibu telah kehilangan anaknya dalam perayaan tersebut dan berbicara tentang kegembiraan yang dirasakan putranya di saat-saat terakhir berkat kemenangan tim mereka. Hal tersebut membuat mereka berpikir, "Kita harus memenangi final ini dengan segala cara dan mempersembahkan kemenangan ini bagi sang ibu." Selama beberapa saat, rakyat Irak dapat melupakan bahwa mereka tinggal di sebuah negara yang hancur oleh perang dan pembunuhan tanpa belas kasihan. Kemenangan tim mereka memberikan sebentuk harapan, sebuah contoh dari berbagai kemungkinan di masa depan jika saja mereka bahu membahu, seperti yang telah dilakukan oleh tim mereka demi meraih kemenangan. Hal ini mungkin hanya berlangsung sementara. Mudah-mudahan para pemimpin Irak akan membuatnya abadi, perdamaian yang akan mengembalikan rasa kemanusiaan ke negara mereka yang luluh. ### * César Chelala adalah seorang penulis tentang isu-isu hak asasi manusia. Ia merupakan pemenang bersama i hadiah Overseas Pres Club of America atas sebuah artikelnya mengenai hak-hak asasi manusia. Artikel ini disebarluaskan oleh Layanan Berita Common Ground (CGNews) dan dapat dibaca di www.comongroundnews.org. Sumber: Common Ground News Service (CGNews), 21 Agustus 2007, www.comongroundnews.org
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Terakhir Diupdate ( Kamis, 01 Januari 2009 16:31 ) | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||








