| Membangun Ciseeng Dan Parung Menjadi Kota Satelit | ||||
|
|
Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;} Salah satu cara mengurangi beban kepadatan penduduk dan bencana alam di DKI Jakarta dengan mengintegrasikan pembangunan infrastruktur kota Kecamatan Parung dan Ciseeng. Namun, pembangunan infrastruktur di sana belum memadai, dibandingkan kota-kota satelit lainnya, Kira-kira 2,5 juta warga komuter dari DKI Jakarta bertempat tinggal di kota-kota satelit seperti Bogor, Bekasi, Tangerang dan Depok. Komuter berasal dari bahasa Inggiris Commuter; yaitu seseorang yang datang ke suatu kota untuk bekerja dan kembali ke kota tempat tinggalnya setiap hari (pulang-pergi). Idealnya penduduk Jakarta sekitar 6,5 juta jiwa. Pada siang hari, jumlah penduduk mencapai 12,1 juta jiwa (9,6 juta penduduk DKI Jakarta dan 2,5 juta warga komuter). Padahal, daya tampung DKI Jakarta maksimal 12,5 juta jiwa. Jika tidak ditangani secara serius, Jakarta akan menghadapi krisis multidimensi yang sangat parah, terutama kerusukan lingkungan. Sebagian anggaran infrastruktur 2011-2014 sebesar Rp 755 triliun pada program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) perlu diperuntukkan bagi pembangunan kawasan Kecamatan Ciseeng dan Parung. Karena untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat diperlukan peningkatan infrastruktur yang sekaligus mendukung aktivitas ekonomi.
Tidak mungkin tumbuh ekonomi, kalau pembangunan infrastruktur, seperti sarana jalan masih tersendat-sendat. Karenanya, untuk menciptakan Kecamatan Ciseeng dan Parung menjadi kota mandiri, kota hijau dan kota satelit, Pemda Bogor dan Pemerintah perlu memperbanyak pembangunan infrastruktur. Pembangunan infrastruktur tidak hanya berfungsi sebagai generator ekonomi, tetapi juga pemenuhan kebutuhan dasar rakyat dan kelestarian lingkungan hidup.
Belum optimalnya kualitas pembangunan infrastruktur jalan desa dan jalan raya di kedua kecamatan itu telah menghambat perekonomian, antara lain berwirausaha secara berdaya saing melalui usaha kecil dan menengah (UKM).
Tertundanya pelebaran jalan raya Cogreg jelas menghambat perekonomian.. Kalau dibiarkan terus, hal ini bertentangan dengan proyek MP3EI (Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia) yang dicanangkan Presiden SBY. Proyek MP3EI sangat berperan dalam menjaga dan meningkatkan daya saing produk barang dan jasa..
Prapatan Ciseeng dan Jalan Raya Cogreg semula jalur alternatif agar tidak terjadi penumpukan kendaraan di Ciputat dan Parung, malah kini rentan kemacetan. Maka, pelebaran prapatan Ciseeng dan Jalan Raya Cogreg yang telah lama ditunggu masyarakat, harus segera diwujudkan guna menambah daya tampung kendaraan yang keluar masuk dari Bogor dan BSD. Bila tidak diperlebar, kondisi jalan yang saat ini sempit dan semraut, akan terus menimbulkan kemacetan. Rencana pelebaran Prapatan Ciseeng dan Jalan Raya Cogreg membutuhkan dana yang tidak sedikit sehingga Pemda harus memutakhirkan data-data daerahnya yang di lalui pelebaran jalan Cogreg, terutama berapa banyak rumah dan lahan yang akan diganti. Menunda-nunda pelebaran jalan raya Cogreg hanya akan merugikan negara karena harga tanah per meter selalu naik setiap tahun. Harga tanah di sepanjang jalan raya Cogreg, minimal Rp 500.000 per meter persegi. Bila pemilik tahan harga, harga jualnya bisa lebih tinggi. Kalau punya uang, investasi yang aman membeli tanah di Kecamatan Ciseeng dan Parung,. Sebab, harga tanah pasti makin tinggi dari tahun ke tahun. Melonjaknya harga tanah di Kota Kecamatan Parung dan Ciseeng dipicu rencana pelebaran jalan raya Cogreg sejak tahun 2006 lalu. Orang pun melirik tanah-tanah yang letaknya strategis untuk pengembangan usaha. Kondisi ini ditangkap sebagai peluang mendapatkan uang banyak oleh orang-orang yang jeli melihat pelebaran Jalan Raya Cogreg dan perluasan prapatan Ciseeng. Ditengah-tengah Jalan Cogreg perlu dibuat taman yang dilengkapi dengan lampu, guna menghiasi wajah kecamatan Ciseeng dan Parung di kala malam hari. Kini Parung dan Ciceeng harus dijadikan kota mandiri dan kota satelit. Kita menginginkan perubahan wajah kecamatan tersebut, terutama pembangunan infrastruktur. pelebaran jalan menjadi salah satu agenda besar DPRD dan Pemkab Bogor dalam merubah dan mempercantik wajah Kota Kecamatan Ciceeng dan Parung. Dengan pembangunan infrastruktur yang memadai, Kota Parung dan Ciseeng akan menjadi incaran para pengembang, karena letaknya strategis. Terlebih, masyarakat luas sudah lama menanti pelebaran jalan raya Cogreg. Berbagai upaya harus terus dilakukan Pemda dan DPRD, untuk merubah wajah bundaran (prapatan) Ciseeng dan jalan raya Cogreg menjadi lebih elok dan sedap dipandang. Salah satunya, dengan pelebaran jalan disepanjang Jalan Raya Cogreg, dengan 8 jalur dan ditambah jalur untuk pejalan kaki dan pengguna sepeda. Walau hanya kota kecamatan, cukup ramai. Banyak orang berpindah dari Serpong, Jakarta serta Tangerang, Depok dan menetap di Kecamatan Ciseeng dan Parung. Buntutnya, harga tanah pun makin mahal. Akibatnya permintaan bidang tanah terus meningkat, karena jumlah penduduk kecamatan semakin bertambah. Permintaan tanah yang semakin meningkat ini, membuat harga tanah atau lahan sebagai tempat berpijaknya bangunan atau rumah menjadi semakin mahal.
Harrison Papande Siregar-Mahasiswa Universitas Indonesia-FISIP
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
|








