| Inilah Pengakuan Antasari Azhar Dari Penjara Tangerang | ||||
|
|
Cuplikan Silaturrahim DEPAN dg ANTASARI. Silaturahmi DEPAN (Dewan Penyelamat Negara) dengan Antasari Azhar di Penjara Laki-laki, Jalan Veteran Tangerang, Jumat, 22 April 2011 Jam 9.00 wib Acara dibuka oleh Hatta Taliwang. “Saya baru kenal Pak Antasari Azhar ya disini. Namun rasanya sudah begitu dekat dekat. Barangkali ini yang disebut dengan “tali bathin”. Ada sesuatu yang berbeda yang menghubungkan kita semua yang ada disini, saat ini, yaitu kecintaan kita kepada Republik. Kecintaan itu pula yang telah mengorbankan Pak Antasari sampai harus memilih meringkuk di penjara, ketimbang melacurkan diri seperti banyak para elite politisi dan birokrat yang menghamba kepada kekuasaan sehingga tega mengkorbankan prinsip dan menyengsarakan rakyat. Hari ini bukan sebuah kebetulan kita bisa berkumpul disini. Ini adalah kehendak Yang Maha Kuasa. Yang menggerakkan kita hadir disini bersama Pak Antasari dan keluarga. Untuk kita bersama-sama membicarakan nasib rakyat, nasib bangsa, dan nasib Republik, yang salah satunya ada di tangan Pak Antasari”. Mayjen Saurip Kadi: Saya sangat tidak khawatir melihat wajah-wajah cerah Mbak dan putri-putri Pak Antasari, yang sama sekali tidak mencerminkan rasa takut. Itu suatu kekuatan yang luar biasa dan dukungan tersendiri buat Pak Antasari untuk tetap teguh pada pendirian. Anak saya yang pertama seorang Jaksa, baru tingkat Mayor lah, dia sangat kagum kepada Pak Antasari. Bapak adalah idola anak saya. Saya bersyukur kita bisa bertemu hari ini. Sebagai seorang lulusan AKMIL dan dibesarkan dalam tubuh TNI di Indonesia, saya ingin menyampaikan pengalaman saya. Bukan mau menggurui Pak Antasari, namun ini adalah pengalaman nyata yang menimpa diri saya dan menewaskan rekan saya, almarhum Letjen Agus Wirahadi Kusumah. Kalau suatu perkara sampai mengorbankan nyawa seseorang, dengan target seorang Ketua KPK, itu jelas bukan perkara kecil. Lawan Bapak bukan sekelas penyidik, hakim, jaksa, dll. Tetapi ini sudah melampaui ranah hukum, ini adalah ranah politik. Pak Antasari berhadapan dengan kekuataan tertinggi di negeri ini. “Kalau kita kembali ke alam, serangan ulat bulu itu adalah pertanda. Para elite penguasa sudah seperti ulat bulu kelakuannya. Pertama, rakus, semua digerogoti sampai daun-daun kering kerontang. Kedua, menjijikkan. Ketiga kalau kesenggol jadi gatal-gatal. Nah, Pak Antasari kesenggol ulat bulu itu sekarang jadi gatal. Menghadapi rezim ulat bulu ini harus paham siapa dibalik kejadian, bukan yang tampak didepan mata. Dari sudut pandang kepentingan rakyat dan nasib bangsa, Pak Antasari memegang kunci untuk bisa mengubah peradaban bangsa dan menyelamatkan Republik. Bapak bisa menjadi insektisida yang akan menyelamatkan tanaman-tanaman dari kerakusan ulat bulu”, demikian Saurip Kadi. Ahmad Sumargono mengutip ayat “Mereka bertipu daya tetapi Allah Maha Mengetahui”. Pak Antasari tidak perlu khawatir, karena janji Allah itu pasti hukumnya. Perbanyak sholat tahajud, sholat malam, mintalah kepada Allah pasti dikabulkan. Nanti akan ada “blessing indisguise”, tangan2 Allah akan ikut campur. Banyak bersodakoh kepada lingkungan, dan santai saja. Karena saya harus kotbah Jumat saya mohon pamit duluan. Pong Haryatmo: Banyak pertimbangan membuat kita pengecut. Revolusi terhambat karena rasa takut. Pak Antasari sudah membuktikan bahwa Pak Antasari tidak takut dan berani menjalani resiko didzalimi oleh penguasa yang gelap mata, tertutup hatinya, dan menghalalkan segala cara, sampai-sampai nyawa manusia dijadikan mainan. Semua itu tidak akan sia-sia, karena sejarah mencatat bahwa masih ada seorang yang teguh pendiriaannya, tidak terbeli oleh iming-iming jabatan dan harta, dan malahan meringkuk di tahanan. Ini adalah hakekat kemanusiaan yang sudah dilupakan. DEPAN bersama Pak Antasari. Maju terus berjuang sampai menang. Yasril Ananta Baharuddin: Pemimpin negeri ini sedang sakit jiwa. Dikira memimpin sebuah negeri seperti produser film, rakyat disuguhi oleh sinetron tidak bermutu secara terus-menerus tanpa henti. Sejak Century, TV dipenuhi oleh cerita Ponari, Manohara, Rian, Ariel, Teroris, Ganyang Malaysia, Ahmadiyah, Dipo Alam, Bom Buku, Melinda Dee, Selly, Bom Kapolresta Cirebon, Briptu Norman, Pepi, entah apa lagi setelah ini. Mending kalau film bermutu. Ini sungguh-sungguh pembohongan dan pembodohan luar biasa. Kalau diteruskan, bangsa ini bisa iktu sakit jiwa seperti pemimpinnya, maka perlu diselamatkan. Pak Antasari bersama DEPAN gunakan amanah yang sudah ada di tangan Bapak untuk menyelamatkan rakyat dan bangsa sehingga termasuk menyelamatkan diri sendiri. Jangan terbalik. Bermaksud menyelamatkan diri dan keluarga, yang terjadi malah terjebak sama akal busuk penguasa jahat dan bejat. Ini perang tingkat tinggi. Jangan sampai terkecoh. Karena Pak AA memegang kunci, tidak mungkin dibiarkan begitu saja. Upaya segala cara pasti akan digunakan untuk membungkam maupun melumpuhkan bapak. Hanya ada satu cara, yaitu Bapak bersama rakyat melawan kedzaliman karena hanya dengan cara itu rakyat dan bapak beserta keluarga sama-sama selamat. Pak AA harus bisa mengalahkan Norman Kamaru. Suripto: Ketika Pak Antasari ketika disumpah jabatan sebagai ketua KPK ada statemen yang menyatakan bahwa tidak akan goyah menghadapi "intervensi" apapun. Dan bapak sudah membuktikan sehingga membuat penguasa ketakutan. Bukti pertama bapak menyeret besan presiden. Dengan bukti kongkrit ini, penguasa takut, ibarat terkencing-kencing di celana, mendengar Bapak mau membongkar korupsi IT KPU serta Century yang konon Bapak usulkan kepada Boediono mengapa tidak ditangani seperti Kasus Indover saja? Ketika Bapak didatangi oleh Boediono. Itu indikasi yang jelas-jelas menakutkan buat mereka. Maka dibuatlah rekayasa, yang sampai mengorbankan nyawa. Maksudnya untuk balik menakut-nakuti Pak Antasari. Namun terbukti Pak AA tidak takut. Ini momentum penting dalam sejarah Republik. Agar dunia tahu seberapa jauh AA telah didzalimi oleh penguasa yang ketakutan tersebut. Maka, perlu adanya “Offensive warfare” Sampai ke penjuru dunia. DEPAN siap mendukung dan memfasilitasi untuk menyebarluaskan ke seluruh penjuru dunia. Hal2 kebenaran perlu disampaikan dengan mengundang media CNN, CNBC, Fox, AlJazeera, juag Kedutaan-kedutaan Besar, dll. Kunci yang ada di tangan Pak AA kelasnya diatas wikileaks, malah membuktikan betul apa yang ditulis wikileaks. Karena era telematika adalah era keterbukaan, banjir informasi, akan sulit menutup-nutupi, sehingga dipakai cara-cara melalui “black campaign”. Ini yang harus dilawan dengan membuka mata dunia. DEPAN siap bersama Pak AA untuk itu. Permadi:: DEPAN dan semua counterpart yg sudah kami datangi sepakat bahwa SBY harus dihentikan atau berhenti dg sukarela. Bahkan DEPAN sudah meminta para Jenderal Purnawirawan yang selalu meneriakkan “NKRI Harga Mati” untuk mendatangi SBY meminta turun, karena kalau tidak nasib NKRI akan punah. Kalau proses perubahan dikendalikan sehingga korban tidak terlalu banyak. Maka para tokoh yang masih pro rakyat harus segra turun pimpin rakyat untuk minta SBY turun karena kalau menunggu GORO2 akan anarkis dan berdarah-darah serta NKRI tercabik-cabik kalau kita tidak pimpin mereka dlm perubahan. Salah satu pemicu antara lain kasus AA. Fakta2 sudah terlalu jelas, ini perlu diolah. AA pakar hukum berikan fakta2 DEPAN akan mengolah untuk offensive warfare. Untuk diketahui rakyat, Pak Kiai diminta untuk Pak AA melakukan sumpah pocong sehingga titik kebenaran tertinggi sudah tercapai dengan dukungan para kiai dan tokoh lintas agama menuju people power. Tujuannya bukan sekedar ganti SBY nanti penggantinya Boediono, SMI dan antek2 IMF ya sama saja. Jadi DEPAN harus mampu menjebol sistem dan membangun sistem baru yang mengembalikan kedaulatan rakyat. Justiani: Sesungguhnya skenario SBY untuk memaksa mengkatrol kemenangan PD dan juga pilpres satu putaran sudah jelas dari awalnya. Selain Pak AA yang mendapat intervensi, Mahfud MD Ketua MK juga diintervensi. Cuma bedanya Mahfud itu pengecut dan takut kehilangan jabatan Beda dengan Pak AA. Mahfud dipaksa melanggar UUD 45 untuk kepentingan memenuhi syahwat kekuasaan SBY. Ada bukti rekaman sidang, lalu bagaimana bisa Mahfud mengubah keputusan yang dibacakan dalam sidang dengan yang dipasang di web MK, jauh berbeda. MK sebagai lembaga hukum ertinggi kok jadi barang mainan syahwat kekuasaan. Ini jelas bukti NKRI sudah tidak ada. Sudah punah. Sudah jadi permainan syahwat penguasa yang kemaluannya kecil sehingga takut bertanding secara ksatria, maka pakai cara-cara licik, menghalalkan segala cara seperti kurawa, nah ini tanda-tanda menuju perang baratayudha kalau dalam pewayangan. Mahfud itu sengkuni, hidungnya melengkung. Pak Antasari harus memerankan baratayuda ini dengan cantik, karena senjata pasopati ada ditangan bapak. Jangan salah arah, jangan salah bidik. Mahfud tinggal diminta bersaksi di Mahkamah Internasional bagaimana dia dipaksa, kalau tidak ya Mahfud ikut diseret ke Mahkamah Internasional sekalian. Taslim (Ketua Alumni PMKRI) menceritakan pengakuan seorang anak bimbingannya di gereja. Katakan namanya Edo. Anak NTT. Ceritanya Edo didatangi oleh Wiliardi yang memberi instruksi kepada gang NTT melalui Edo untuk menghabisi Zulkarnaen. Dengan alasan ini rahasia negara, yaitu ybs adalah Islam radikal mau gagalkan pemilu. Edo yang sudah bertobat ke gereja dibawah bimbingan rutin, bimbang dan menjawab “Abang kami sudah bertobat, tidak bisa lagi terima job itu”. Williardi menjawab: “Kau sidah dengar rahasia negara, kalau tak kau laksanakan, kau yang harus dibunuh”. Setelah berpikir-pikir bersama kawan-kawannya, esoknya Edo datang ke kantor wiliardi mau menanyakan “action plan” lebih lanjut. Belum sempat Edo bicara, tiba-tiba Wiliardi sudah mendahului dan Edo sudah dibilang pahlawan.. Anak2 Flores bingung karena baru mau melakukan, lalu siapa yang melakukan itu? Itu pengakuan mereka kepada Bapa Pendeta. Jelas mereka mau dikorbankan. Mayor Jenderal (Purn) Murwanto: Ini hari Jumat Kliwon. Tidak kita rencanakan pertemuan ini Tidak kita rencanakan pertemuan ini terjadi begitu cepat, ini adalah jalan Tuhan. Tidak ada yang bisa menghalangi. Kita ini hanya wayang-wayang yang dilakonkan oleh Yang Maha Kuasa. Adalah luar biasa Pak Antasari diberi kesempatan emas oleh Yang Maha Kuasa menjadi "juru kunci" perubahan peradaban. Tidak semua orang mendapat kesempatan seperti Pak Antasari. Jangan disia-siakan. Kiai Hudoro: Pak Antasari Azhar sudah dan sedang berjihad dengan keyakinannya. Dan saya berjanji akan mengajak semua ulama yang saya kenal untuk mendukung karena inilah sebenar-benarnya jihad itu. Para ulama yg takut melanggar hukum Allah wajib mendukung. Ulama yang tidak mendukung berarti bukan ulama. Karena hukum Korupsi itu menyelewengkan amanat. Kalau istilah Jenderal Tyasno “Pemimpin yang Ki Munajat khianat munafik bejat”. Maka, Pak AA jangan ragu, biasa saja, santai-santau, karena bapak ada di pihak yang benar, sedangkan kebenaran itu absolut sifatnya. Alam akan mendukung yang benar. Meraka yang sebenarnya tidak bisa tidur, terus mencari siasat busuk untuk menutupi kemaluan, kebohongan yang semakin hari semakin tidak terkendali, mereka yang mumet. Bukan Pak Antasari. Peraturan bisa diubah2 sesuka manusia. Tapi Hukum Allah pasti azabnya. Tidak bisa ditawar. Maka Data2 jangan dibekukan. Peraturan2 dan penegak2nya harus sejalan dg hukum Allah tentang kebenaran. Soal umur manusia, bisa ditawar, karena itu hak Allah. Kalau memang mau menegakkan kebenaran, sampaikan: “Ya Allah aku masih menjalankan tugas dariMu, berikanlah waktu untuk membuktikan kebenaranMu”. Sumpah pocong itu sebagaimana kita ucapkan setiap kali sebelum sholat bahwa hidup matiku hanya untuk Allah SWT semata. Saya sudah kirim sms kepada SBY sbg pilot jangan bensinnya dikorup dihabis2an untuk pribadi nanti pesawat karam. Kalau S Kalau SBY tidak bisa bersikap ksatria, maka SBY harus turun. Ini harus didekritkan. Islam itu adalah kehidupan yg selamat menyelamatkan ketakwaan, kebajikan, bahasa persatuan. Agama itu bukan formalitas, bukan sinetronan, tapi keseharian. Inilah agama yang sesungguhnya, bagaimana kita menjalankan dan memperjuangkan prinsip-prinsip ajaran sebagaimana yang kita ucapkan setiap kali sebelum sholat. Sudah terlalu banyak Penjual2 agama sehingga banyak penyimpangan, kebejatan moral menipu melacurkan jabatan membunuh dll dianggap bukan masalah. Bahkan dijadikan cara oleh pemimpin untuk tontonan rakyat. Maka sebelum ayam berkokok AA sampaikan tentang kebenaran tersebut. DEPAN perlu mempersiapkan desain kebangkitan negeri ini. Demokrasi bertentangan dg syariah agama. Negara2 Arab sedang bergejolak, nantinya akan mengikuti Nuswantara sebagai mercu suar dunia. Kalau saja, Yogya memisahkan diri maka semua kerajaan2 Nuswantara akan mengikuti. Ini akan menjadi tonggak kebangkitan Nuswantara dengan bubarnya Indonesia. Maka, Pak AA santai-santai saja, karena ini momentum alam. Jadual Allah. Kita hanya bisa memainkan peran yg diamanahkan. Tidak lebih tidak kurang. Tuhan juga menurunkan peringatan2 sbg ayat2 Allah. Kiamat dunia akibat ulah SBY sudah terlalu banyak pertanda, keguncangan2 bumi, musibah keamnusiaan, kemarahan alam, dll karena kejahatan2 para pemimpin. Dalam surat 999 jelas dikatakan, bahwa semua kebaikan atau keburukan akan diperhitungkan sekecil apapun. SBY harus memilih “Pertobatan atau Dilaknat”. TANGGAPAN Antasari Azhar (dengan berkaca-kaca): Saya, terus terang, hari ini mendapat kebesaran Allah. Kita tidak pernah merencanakan pertemuan ini. Dulu saya sendiri, dan setiap saat berdoa memohon kepada Allah SWT agar ada yang mendengar jeritan saya. Hari ini kita bertemu, ini doa saya terjawab. Bapak-ibu para tokoh nasional detik ini mau mendengarkan saya. Berbagi dengan saya. Mendukung saya. Mengajak saya bangkit bersama untuk menyelamatkan bangsa. Ini sebuah catatan sejarah yang luar biasa. Dalam kesendirian saya terus mensyukuri dan akhirnya bisa membuat buku. Hal mana akan sulit saya lakukan apabila saya masih memegang jabatan. Tidak ada sedikitpun keraguan dalam diri saya bahwa semuaini atas ridlo Allah. Rencana Allah buat saya dan keluarga. Kalau saya diminta untuk memanfaatkan kondisi saya ini, saya tidak mau. Tetapi kalau saya diminta menyampaikan kebenaran, itu adalah perintah Tuhan yang wajib saya patuhi. Memperbaiki sistem dan membongkar korupsi Ini yg sy inginkan dari awal saya di KPK pun ingin lakukan perbaikan. Doa saya terjawab hari ini. Ketika doa saya dijawab oleh Tuhan saya semata2 seorang penegak hukum, tapi saya harus tahu politik. (Hatta Taliwang)
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
|








