Keberpihakan Nyata Kepada NKRI.
Oleh Agus Muldya Natakusumah    Selasa, 17 Maret 2009 14:06    PDF Cetak E-mail
Penilaian Pengunjung: / 3
KurangTerbaik 
I.Deplu sebaiknya jangan hanya sekedarnya.

Deplu Tidak Khawatirkan Isu-isu Kematian David
Ramadhian Fadillah - detikNews

Jakarta - Sebab musabab kematian mahasiswa Indonesia di Nanyang Technological University (NTU) David Hartanto masih diselidiki. Departemen Luar Negeri (Deplu) tidak khawatir dengan isu-isu yang beredar tentang kematian David.

"Belum ada perkembangan (kasus David). Kita masih menunggu perkembangan proses penyelidikan yang dilakukan kepolisian Singapura. Sementara itu, kita tidak terlalu khawatirkan isu-isu yang beredar tentang kematian David," kata Juru Bicara Deplu, Teuku Faizasyah.

Hal ini disampaikan dia di Gedung Deplu, Jalan Pejambon, Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2009).

Menurut dia, proses penyelidikan biasanya memakan waktu hingga 5-6 bulan.

Banyak isu yang menyelimuti kematian David. Beritanya pun cukup simpang siur. Media Singapura awalnya menyebut David bunuh diri setelah menusuk dosen pembimbingnya, Prof Chan. Namun esoknya diralat menjadi David jatuh. (aan/nrl)

Jika membaca berita seperti ini kok kesannya bahwa Deplu Indonesia tidak terlihat emphatinya. Seakan akan dengan mengurus jenasah dan menemani keluarga David (sudah cukup tugasnya), kemudian kesannya hanya menunggu apapun yang terjadi dan tidak ada sebuah usaha yang kelihatan mencoba membantu keluarga yang ditinggalkan ataupun yang meninggal. Ini kelihatannya memang bekerja professional tapi kemana keberpihakan dan menggetarkan kecintaan kepada Indonesianya, padahal amanah pada deplu yang besar juga adalah membuat Deplu mampu menggetarkan keindonesiaan pada warga Indonesia dan dunia sehingga berpihak, besama dan mencintai Indonesia. Selain menjalankan kewajiban diplomasi dan administrasi serta kewajiban lainnya.

Warga Indonesia semakin banyak di luar negeri dan kok beda sekali dengan amerika serikat atau berbagai Negara diberbagai belahan dunia yang jika ada salah seorang warganya meninggal bereaksinya pas dan tepat berada membela warga negaranya apalagi jika kondisinya dispute serta tidak terkesan pasrah dan malahan sepertinya berada dipihak sana .


Hanya memang jangan jangan ini memang caranya Deplu yang seakan akan diam padahal juga sedang kerja keras secara tertutup. Dan jika sedang kerja keras maka undang saja ali ngabalin yang anggota dewan terhormat ini dan dijelaskan tetapi jika ngejawabnya dikoran kesannya Deplu memang “seperti birokrat yang lupa bahwa ia juga seperti birokrat lainnya yang dibayar dari keringat rakyat sehingga harus berpihak kepada rakyat Indonesia”, soalnya bukan salah benar tetapi keberpihakan kepada rakyat Indonesia dan bukannya mendorong warga Indonesia menjadi brutal tetapi merasakan dilindungi dan banyak manfaatnya dengan keberadaan Deplu

II.KPU juga harus berpihak kepada Rakyat.

 

Perubahan jadwal kampanye sebuah bukti bahwa ada soal di KPU dan kita lihat nanti bagaimana kelanjutannya karena terbukti telah menambah soal setelah salah cetak nama pada calon anggota legistative di Lampung. Saat ini keputusan yang dari MK soal suara terbanyak sebagai sumber hokum belum juga ada ketentuannya, apakah ini  cukup kuat atau akan menjadi soal dikemudian hari?. Hal ini harus diantisipasi karena akan sangat melibatkan orang banyak.

Semakin mendekati hari kampanye dilapangan walaupun tidak ada kaitannya langsung atau perlu dilakukan investigasi lebih jauh maka sudah semakin marak yang seakan punya kemampuan untuk menjual suara. Anehnya seakan akan mereka berkaitan dengan panitia pemilu. Kita jangan pusing dan menjadi ragu karena semua itu akan menjadi terhapuskan jika semua hasil suara dari mulai TPS untuk setiap calon dan partai bisa dicheck secara transparant melalui sistim teknologie informasi yang sedang diselesaikan KPU sekarang ini.

Kenapa Teknologie Informasi ini penting karena sampai saat ini tidak ada konfirmasi perolehan suara ketika sudah sampai di KPU jika terjadi dispute kepada masing masing TPS di wilayah dibawahnya, tentunya melewati kecamatan dan kelurahan. Kemampuan mengkonfirmasi suara ini sangat penting karena dari sinilah tindakan korupsi, konspirasi, pengrusakan negara, penjualan negara dan banyak masalah kenegaraan akan muncul. Bagaimana tidak yang tidak dipilih rakyat bisa masuk kedalam parlemen / anggota dewan. Kemudian partai yang tidak dipilih rakyat akan bisa mengajukan calon presiden dan menjadi Presiden.

Soal gara gara masyarakat diberi BLT dan dana dari PNPM kemudian para pemilih dalam pemilu memilih partai tertentu, itulah adalah soal seni memerintah dengan menggunakan kebijakan sehingga bisa mengeluarkan uang negara untuk jutaan masyarakat dan jika akibat silaturahmi dan kepekaan sosial pemerintah kemudian rakyat merasa harus memilihnya, itu namanya seni. Kenapa begitu karena membagikan uang negara itu tidak dikategorikan sebagai korupsi dan money politik. Ini akan dilihat hasilnya setelah tanggal 9 april walaupun pada survey survey sudah mulai kelihatan seiring dengan para pejabat desa yang selalu memberikan wejangan jangan lupa lho, nanti BLT bisa tidak ada lagi begitu juga PNPM jika pemerintahnya berganti. Hanya barangkali ada baiknya ini kita anggap saja sebagai sebuah seni memerintah dan fenomena masa transisi dimana jika kondisi masyarakatnya memang sulit maka uang dan kebijakan yang terkesan membeli suara akan sangat berpengaruh. Sekali lebih baik ini dijadikan sebagai sebuah blessing saja jangan terlalu seurius sehingga dipersepsikan sebagai sebuah kebijakan yang sistemik membeli suara untuk memenangkan partai penguasa.

Sebaliknya pada pemilu ini jika benar dan tidak dianisipasi para aparat keamanan sehingga suara yang dihasilkan di TPS bisa direkayasa maka bukan akan aman situasinya, bukan tidak mugkin setiap caleg akan memprotesnya dan menggerakan penekanan dan demo kepada kpud dan kpu diseluruh indonesia.

Sekarang mari kita hitung untuk anggota DPR setiap partai katakanlah rata rata 300 orang maka seluruhnya ada 38 partai x 300 = 11.400 orang calon anggota. DPRD TK I 38 x 33 Propinsi X setiap partai mencalonkan 50 = 70.000 calon anggota Untuk DPRD TKII. 38 partai x 450 kota x 50 orang = 800.000 an calon anggota. Jika setelah selesai proses katakanlah 22.500 orang yang masuk DPRD TK II, 1500 anggota DPRD TK I  dan 550 yang masuk DPR . Dari hitungan ini maka akan ada kurang lebih 800.000 orang kecewa. Terlalu extrem jika dikatakan jika setiap orangnya akan protes dan marah dan membawa massa sebanyak 200 orang karena artinya 160 juta orang akan terlibat dan itu artinya negara kacau balau total.

Hanya mari kita hitung 30 % nya saja yang marah maka akan ada 240 ribu orang dan jika setiap orangnya mengerahkan 500 orang maka massa yang terlibat adalah 120 juta orang. Apakah ini bukan jumlah yang fantastis. Dan jumlah ini bisa lebih besar karena calon anggota legistative adalah orang yang punya pengaruh, uang dan jaringan. Ini bukan demo mahasiswa atau LSM yang berbasikan issue dan minta diperhatikan tetapi ini adalah kemarahan yang bisa meledak dan akan sangat mengancam KPU dan Bawaslu. Oleh karenanya bukan tidak mungkin tragedy alm aziz angkat bisa terulang......., sungguh mengerikan. Akibat kemarahan dan mengamuk ini bisa terjadi diseluruh Indonesia.

Pada zaman sebelumnya tidak pernah terjadi seperti ini karena yang kampanye adalah partai dan yang mengeluarkan uang serta keringat adalah partai politik tetapi sekarang semuanya lebih ditanggung para calon anggota legistative dan keluarganya. Pemicu kemarahan massal ini adalah sederhana yaitu jika KPU anggota tidak berada diatas semua partai, calon anggota legistative dan kepentingan bangsa juga negara. Serta jangan heran jika segera diketahui bahwa rakyat marah karena anggota KPU atau bawaslu ternyata adalah anggota atau pengurus partai. Dalam bahasa sederhana kemarahan bisa terjadi karena ada pembelian suara dan pengatuan suara oleh oknum oknum tertentu yang dibantu petugas KPU dan Bawaslu.

Supaya semuanya tidak terjadi dan damai damai saja syaratnya yang pertama adalah semua anggota KPU dan Bawaslu benar benar memegang amanah dan didukung aparat keamanan yang juga memegang teguh amanah untuk menjaga NKRI. Himbauan kepada para peserta supaya tidak curang adalah penting tetapi pada dasarnya orang yang mau bersaing maka himbauan yang paling penting adalah kesadaran bahwa jika kalah atau dikalahkan atau belum beruntung maka jika iklas dan menganggap semua ini demi kebaikan NKRI dan shodakoh maka pemilik alam semesta semoga akan memberikan ganti untungnya melebihi rencana sebelumnya. Lihat al gore yang dikalahkan GW Bush yang sekarang lebih terhormat dan punya posisi penting.

 

Dengan pandangan ini sebenarnya sangat sederhana jika KPU dan Bawaslu serta seluruh jajarannya sampai ketingkat lapangan berpegang teguh kepada amanah menjaga NKRI , insya allah kalaupun  tetap akan ramai juga jika melihat kesiapannya seperti saat ini. Hanya jika semuanya telah dilakukan dengan seadil adilnya dan sesantun santunya apalagi benar benar sudah berusaha sekuat kuatnya untuk berbuat sangat profesional dan adil serta jujur semoga saja semua calon yang kurang beruntung akan terbuka hatinya dan dapat menerima hasilnya kalaupun pahit.

Sebaiknya himbauan supaya berpihak kepada niatan baik dan berpegang teguh agar proses pemilu 2009 menjadi lancar dan berlanjut agar terus digiatkan dan didukung oleh para agamawan, akademisi dan ilmuwan serta partai politik.

Sekali lagi disampaikan, jika tidak hati hati dan bertujuan untuk bangsa dan negara maka setelah hari ke 3 pasca pemilu yang akan terjadi adalah semua partai dan caleg akan merasa dirinya yang lolos dan memenangkan pemilu atau dengan bahasanya mereka akan menekan institusi terkait untuk menyatakan hal itu. Dan hal ini akan semakin sulit jika bukti pengadministrasian hasil suara setiap calon anggota legistative dan partai  mulai tps, pps, ppk, kpud kabupaten dan propinsi dan  kpu pusat ternyata dimainkan atau tidak valid.

Sisi lainnya sekali marilah semuanya untuk kepentingan yang ujungnya bukan hanya semata untuk kekuasaan tetapi untuk kebaikan bangsa Indonesia.

III.Pihak keamanan dan Pemerintah sebaiknya hati hati.

Setelah kejadian alm azis angkat kita juga harus melihat ditembaknya nasrudin zulkarnaen salah seorang direksi BUMN oleh orang yang tidak dikenal, pada hari sabtu 14 maret 2009. ini tidak dapat dianggap sebagai sesuatu yang hanya sederhana saja Dan kapolri harus segera membongkar kasusnya dalam waktu yang singkat soalnya sederhana untuk mencegah penembakan ini jika ternyata bermotif politik dan terkait dengan Pemilu 2009 maka akan segera terbongkar serta bisa dihentikan. Soalnya sederhana kita sebaiknya menjaga negara ini dengan kecintaan dan tanggung jawab memulai tindakan kekerasan juga pembunuhan politik hanya akan membuka pertarungan serta korban yang sulit dihentikan.

Kerumitan semakin terbuka jika ternyata kasus ini adalah pembunuhan dengan tendensi akibat persaingan politik tingkat nasional yang artinya pertarungan telah dimulai sebelum kampanye terbuka dimulai. Akibat pertarungan ini maka bedil bedilan pertama biasanya akan membuat bedil bedilan lainnya.

Semoga ini cerita kriminal saja yang sedang terjadi kebetulan kejadiannya seiring dengan akan adanya pemilu karena pada artikel sebelumnya juga sudah dibahas bahwa kemarahan dan meledaknya seseorang saat ini sedang mudah terjadi dan itu bisa terjadi dimana saja. Kepolisian republik Indonesia dan seuruh intelejen dan bahkan TNI sebaiknya segera diposisikan sebagai bagian pertahanan bangsa jika pengacauan ini ternyata sistemik dan punya niatan dalam kerangka membuka kerusakan yang lebih luas.

 

Panasnya elite politik yang diterjemahkan para pendukungnya dalam bentuk menunjukan loyalitas kepada para pemimpinnya adalah hal yang baik apalagi jika dengan melakukan hal hal yang bermanfaat. Hanya jika dengan membenturkan diri kelompoknya kepada kelompok lainnya bukan tidak mungkin akan mengundang reaksi yang tidak terduga dan benturan balik.

Semoga saja ribut dan konflik hanya ada dalam wacana dan persepsi orang  saja sehingga pemilu 2009 sesungguhnya pada kenyataannya adalah pemilu yang aman dan damai sehingga kembali bangsa Indonesia berhasil keluar dari masa masa sulitnya dengan selamat.

IV. Kelanjutan Hasil  pemilu 2009

Survey mengatakan akan ada yang mendapatkan 20%, kita harus bersyukur jika itu kejadian apalagi jika 3 partai dapat 20 % kursi di DPR itu artinya semua proses akan  lancar karena sudah ada 3 partai yang cukup punya calon presiden dan mencalonkan presiden dan itu juga artinya proses pemilu ini sukses apalagi jika lancar dipilih Presiden hasil pemilu 2009nya.

Ini proses normative yang diharapkan terjadi dan bagi rakyat Indonesia yang diharapkan adalah sebuah proses yang aman dan damai menghasilkan kepemimpinan yang akan mebawa kebaikan bagi Indonesia pada 2009 s/d 2014. persoalan diatas adalah ketika hasil pemilu 2009 diprotes dan tidak berujung maka bisa kacau sehingga diharapkan seluruh aparat netral dan tegas serta berpihaknya kepada NKRI supaya hukum dapat ditegakan dan peserta pemilu mematuhinya. Persoalan yang juga bisa terjadi jika tidak ada partai yang mencapai 20 % bahkan yang mendapatkan diatas 10% saja hanya 3 partai.

PDIP, sangat mungkin jika jika hasilnya dibawah 20%, ibu meganya tidak akan maju, begitu juga JK jika hasil partai golkarnya tidak mencapai 20%, apakah ia akan tetap maju menjadi calon Presiden. Dengan kondisi seperti ini maka yang hampir dipastikan akan maju adalah SBY dan JK jika kembali ke pangkuan SBY hanya akan dianggap sebagai dagelan saja sehingga calon yang lain akan terbuka untuk maju. Apakah SBX atau Prabowo, juga Wiranto serta rizal ramly , semuanya sangat mungkin.

Sby bisa saja memilih pasangan mulai dari Sutanto, mardianto, Srimulyani, Siti saparilah supardy bahkan mutia hatta bahkan marwah daud ibrahim. Kemudian jika PG berhasil punya suara signifikan maka JK bisa saja memilih berpasangan dengan HNW, Hasyim muzadi, atau Ryamizard atau Endiarto sutarto.

Begitu juga jika Pdip, sedikit maka bukan tidak mungkin Prabowo didukung Pdip bisa maju bersama akbar tanjung dengan tujuan membalikan arah pembangunan indonesia yang sudah keliru. Begitu juga wiranto bisa saja berpasangan dengan Rizal ramly atau marwah daud bahkan akan muncul alternative lainnya.

Intinya sungguh menarik jika proses pemilunya lancar dan aman. Soal pasangan yang mana dan akan memenangkannya itu semua akan menjadi proses dalam sejarah Indonesia, hanya ketika prosesnya aman dan damai serta semua pihak menjaga agar semuanya berjalan sebaik baiknya itu sudah menjadi bagian dari pendidikan politik yang baik bagi rakyat Indonesia.

Kita sebagai masyarakat biasa palingan bisa menghimbau dan teriak teriak dengan tujuan semata mata agar bangsa Indonesia mendapatkan yang terbaik dalam rangka mencapai tujuan kemerdekaannya.

Membebaskan rakyat dari belenggu penindasan, membalikan arah pembangunan Indonesia jika ternyata terbukti sudah salah arah dan segera mewujudkan cita cita kemerdekaan Indonesia adalah sebuah bentuk nyata rasa bersyukur kepada allah swt atas karunianya bahwa bangsa Indonesia dengan rahmatnya diberikan kemerdekaannya walaupun baru sebatas kemerdekaan physic dan belum mampu mewujudkan cita cita kemerdekaannya sesuai pembukaan uuD 45 dan pancasila.

Agus Muldya Natakusumah

www.selamatkan-indonesia.net

www.indosolution.co.id
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
 

Blog Bekasinews

Biker's

Berita Unik

Anda sedang menggunakan Internet Explorer 6 (IE6).

Browser anda Sebaiknya di upgrade ke version 7 Internet Explorer (IE7)

Free Update silahkan kunjungiInternet Explorer 7 worldwide page.