| Keluarga Almarhum Mantan Sekum Gereja BNKP Nias Terima Santunan Jamsostek | ||||
|
|
Ephorus BNKP: Penyerahan Santunan Bukti Konkrit Manfaat Jamsostek Medan, Bekasinews.com.- Keluarga Almarhum Mantan Sekretaris Umum Gereja Banua Niha Keriso Protestan (BNKP) Pendeta Aturkian Lase MTh telah menerima santunan jaminan sosial tenaga kerja (jamsostek) dari PT Jamsostek (Persero) Kantor Cabang Sibolga. Santunan diterima isteri almarhum yaitu Adilia Zebua alias Ina Servan didampingi kedua puteranya. “Benar, Keluarga Amarhum Bapak Pendeta AT Lase telah menerima santunan jamsostek yang diacarakan dihadapan sinode pada hari rabu (20/10) di Gunung Sitoli,” ungkap Kepala Cabang Jamsostek Sibolga Rasidin sebagaimana rilis Humas Jamsostek Wilayah I Sanco Manullang ST MT di Medan, jumat(22/10). Santunan yang diserahkan sebesar Rp 55,493 juta meliputi Jaminan Kecelakaan Kerja Rp 48 juta, biaya pemakaman Rp 2 juta, santunan berkala Rp 4,8 juta dan Jaminan Hari Tua sebesar Rp 594.950. Selain itu diserahkan beasiswa selama setahun kepada satu orang anak sebesar Rp 2,4 juta dan biaya pengobatan Rp 2, 122 juta. Turut hadir saat penyerahan santunan antara lain, Kepala Dinas Sosial dan Transmigrasi mewakili Walikota Gunung Sitoli, Fauzi Telaumbanua, Ephorus BNKP Pendeta Kalebi Hia MTh, keluarga almarhum dan seluruh peserta sinode dan sejumlah jemaat BNKP. Diberitakan, Sekretaris Umum BNKP Pendeta Aturkian Lase, meninggal dunia di Gunung Sitoli, Sabtu, 25 September 2010 lalu. “Almarhum menjadi peserta jamsostek pada bulan Desember 2009 dan meninggal akibat kecelakaan kerja,” tandas Rasidin. Sebagai informasi, BNKP merupakan gereja terbesar di Nias, yang mencakup sekitar 60% dari seluruh penduduknya. Jemaat BNKP terdiri dari 355.000 jiwa di Pulau Nias dan dikota lainnya tersebar di seluruh Indonesia. Kepala Bidang Pemasaran Aang Shoepomo menambahkan saat penyerahan santunan kepada almarhum Pendeta Lase dalam sebuah acara khusus di Gunung Sitoli, sebanyak 17 orang Pendeta Sinode dan staf juga tertarik dan resmi menjadi peserta jamsostek cabang Sibolga dan telah membayar iuran. ”Para Pendeta dan jemaat BNKP semakin tertarik untuk ikut menjadi peserta program Jamsostek, ini merupakan langkah maju yang terus menerus harus di dukung semua pihak,” tambah Aang. Ia mengaku pihaknya siap dihubungi setiap saat, apabila membutuhkan informasi mengenai jamsostek. ”Silahkan dihubungi kantor cabang kami di Sibolga, kami akan melayani sebaik mungkin,” katanya. Awalnya Ragu Ephorus BNKP Nias Pendeta Kalebi Hia MTh saat memberikan sambutan sebagimana dikatakan Kepala Cabang Sibolga Rasidin, mengatakan pada awalnya ragu mendaftar menjadi peserta jamsostek dan belum begitu yakin akan manfaat yang ditawarkan program jamsostek. ”Pembayaran santunan jamsostek kepada keluarga Almarhum adalah bukti konkrit, bahwa program jamsostek betul betul sangat bermanfaat bagi kepentingan kemanusiaan. Keraguan sudah tidak ada lagi,” katanya. Sebelumnya, Ephorus BNKP pernah mengunjungi Kantor Wilayah I Jamsostek di Medan dan Kantor Cabang Tanjung Morawa guna melihat langsung pelayanan jamsostek kepada pesertanya. ”Tuhan memang tidak secara langsung memberikan kita sepiring nasi, segelas air atau sepotong nasi dari Surga, tetapi melalui lembaga ini, Tuhan telah membantu kita saat kesulitan. Kita tidak perlu kuatir akan hari esok, tetapi perlu persiapan sesuatu untuk hari esok, atas pertolongan Tuhan,” sambut Ephorus sembari menegaskan program jamsostek perlu didukung bersama untuk misi kemanusiaan. Ephorus juga menghimbau agar seluruh Yayasan, Perusahaan bahkan Pendeta dan Jemaat BNKP untuk segera menjadi peserta jamsostek.(sanco)
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
|







