| Beringin Jakarta Barat Lapuk, AMPG Cari Bibit Baru | ||||
|
|
Jakarta Bekasinews.com.- Pohon Beringin Jakarta Barat yang telah lapuk kini diterpa angin kencang dan terancam akan tumbang. Itulah perumpaan yang pas untuk mengambarkan kondisi kepengurusan Partai Golongan Karya (Golkar) diwilayah Jakarta Barat saat ini. Pengurus Partai Golkar dari tingkat RT hingga DPD II Partai Gokar Jakarta Barat menolak kepemimpinan Ketua DPD II Partai Golkar Jakarta Barat,Siti Djaorah yang baru saja menjabat selama satu setengah tahun. Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) yang juga Ketua Penyelamat DPD II Partai Golkar Jakarta Barat, Bambang Sudirman mengatakan kuat dugaan telah terjadi penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh Siti Djaorah.Konflik internalpun tak dapat dihindari yang diakibatkan oleh citra buruk yang diberikan bagi keberadaaan partai sehingga memicu sejumlah pengurus partai melakukan somasi katanya dalam release kepada wartawan di Jakarta,(4/2). Masih kata Bambang, atas penyalahgunaan wewenang ketua, semua pengurusan Partai Golkar DPD II sampai tingkat RT menolak kepemimpinan ketua yang dijabat Siti Djaozah. Disamping semua pengurusan, pemicu utama konflik internal yang terjadi di tubuh Partai Golkar DPD II Jakarta Barat karena ketua telah memberikan citra buruk bagi keberadaan partai. "Salah satunya tidak pernah menggelar rapat pleno memutuskan semua hal sesuai dengan keputusan semata dan tidak transparan serta pelaksanaan setiap agenda partai. Malahan kalau kita pengurus hadir dianggap makar atau institusional, inikan aneh," tegasnya. Selain itu, ketua DPD II Golkar Jakarta Barat telah menyalahgunakan kantor sekretariat yang disewakan kepada pihak swasta yaitu P&C (Preventive And Care Centre tanpa ada komunikasi dengan pengurus yang lain. "Bukti sewa tersebut tertera dalam kuitansi, tetapi anggarannya kemana kita semua tidak pernah tahu,"katanya. Namun sungguh ironis ketua bersama timnya melakukan pungli kepada para pedagang di sekitar. Konflik di tubuh internal Dewan Pengurus Daerah (DPD) II Golkar Jakarta Barat akan berpengaruh terhadap peroleh suara jelang Pilgub DKI Jakarta yang akan datang. Jika tidak diantisipasi, maka akan semakin melebar. Demikian ungkap Drs. A.Sucipto Sekretaris DPD II Kota Administrasi Jakarta Barat, Sabtu (4/2) sore di kantor Sekretariat DPD II Jakarta Barat. Menurutnya, jika pengurus DPD Gokar DKI dan DPP tidak mengindahkan kasus yang sedang terjadi di internal Golkar, maka dikhawatirkan perpecahan akan semakin melebar. Melalui lima (5) butir pernyataan sikapnya yang diterima jejakbulikts.com dengan tegas menyatakan, pertama; meminta pihak pengurus DPD DKI dan DPP agar mengganti Dra.Hj.Siti Djaozah ketua DPD II Jakarta Barat. Pengurus DPD golkar DKI diminta menjadi mediasi jika ada konflik internal dan melakukan kroscek langsung. Pengurus DPD DKI diminta agar tidak menerima laporan sepihak dan juga tidak asal melakukan pemecatan sepihak tanpa adanya bukti kongkrit. Pengurus DPD Golkar DKI diminta melakukan rapat kordinasi atau pleno untuk memilih calon ketua DPD II Jakarta Barat dan pengturus DPD Golkar DKI agar kiranya bisa menjadi pengayom dan panutan dalam mendidik kader-kader partai. Disamping itu seluruh pengurus dan Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) selaku kader loyal Partai Golkar dan team penyelamat yang peduli secara bersama-sama menyatakan sikap dan mosi tidak percaya atas kepemimpinan ketua DPD II Jakarta Barat yang telah memberikan citra buruk bagi keberadaan partai Golkart dimata masyarakat.(Zainuddin)
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||








