Jakarta, Bekasinews.com.- Banyak capaian positif selama pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sejak 2004. Keliru bila ada yang beranggapan negeri ini auto pilot. Hal tersebut dinyatakan oleh Menkominfo Tifatul Sembiring dalam keterangan pers di Kantor Presiden, Rabu (18/1) petang, usai mengikuti rapat paripurna kabinet dengan pembahasan bidang ekonomi.
Kemiskinan, kata Menkominfor seperti dilansir oleh situs resmi Presiden RI, selama masa pemerintahan Presiden SBY menururn. "Tahun 2004, kemiskinan itu masih sangat tinggi, hampir 20 persen. Hari ini kita sudah mencapai 12,49 persen," Tifatul menjelaskan. Menurut Tifatul, seperti yang dijelaskan Presiden SBY, juga sesuai kriteria Bank Dunia, yang dimaksud dengan miskin adalah orang lapar, tidak memiliki rumah tinggal, tidak bisa menyekolahkan anak, tidak punya air bersih, dan tidak punya pekerjaan.
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian saat ini sedang mendesain Program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pengurangan Kemiskinan Indonesia (MP3KI). Program ini, lanjut Menkominfo, untuk menyeimbangkan, keadilan, serta pemerataan kesejahteraan. "Jadi, tidak benar atau keliru yang mengatakan bahwa negeri ini adalah negeri auto pilot," Tifatul menegaskan.
"Bagaimana auto pilot, sementara pertumbuhan ekonomi kita mencapai 6,5 persen, inflasi turun menjadi 3,79 persen. Kemudian cadangan devisa tertinggi sepanjang sejarah, 124 miliar dolar AS, walaupun di akhir tahun mencapai 111 miliar dolar AS," Menkominfo menambahkan.
Pencapaian tersebut merupakan hasil kerja keras semua jajaran. "Dan mudah-mudahan kemiskinan dan pengangguran semakin menurun di tahun 2014. Itu harapan bersama dari apa yang saya tangkap di sidang kabinet hari ini," ujar Menkominfo. (PresRI/dit/sn01)
|