|
Jakarta, Bekasinews.com.- Seorang laki-laki berperawakan tampan tergesa-gesa masuk pada sebuah warnet di bilangan kawasan mewah Jakarta Selatan. Tidak berapa lama kemudian beliau sudah duduk di depan layar salah satu komputer, sambil memainkan permainan dunia maya Point Blank. Beliau tidak menyadari bahwa kami dari media tengah memperhatikan untuk melakukan wawancara, bahkan beberapa anak muda sambil berdiri ikut menonton permainannya dengan berulang kali menyebut "dewa sniper!"
Laki-laki berpangkat perwira dalam permainan Point Blank tersebut telah mencapai rasio angka 'kill/death' sebesar 98%, tanpa pernah melakukan kecurangan permainan (dikenal dengan istilah 'cheat'). Permainan maya berbasis koneksi internet itu telah digemari jutaan orang di Indonesia. Bahkan Point Blank telah menjadi salah satu permainan "First Person Shooter" terkenal di benua asia yang telah dimainkan puluhan juta pemain dari berbagai lapisan usia dan sosial.
Keahlian, kecepatan, dan keakurasian tembakan dari senjata 'sniper' jenis Magnum atau Cheytac M 200 oleh tangan laki-laki itu dalam satu babak permainan telah melakukan 'kill' sebanyak 57 kali, dengan 'death' hanya 1 kali saja. Perwira yang diketahui taktis serta hebat dalam dunia Point Blank, mengatakan bahwa bermain 'sniper' memerlukan keahlian khusus, jika hanya maju menyerang ke depan saja maka seorang anak kecil pun tentu bisa bermain seperti demikian.
Mengenai perbuatan curang dengan menggunakan program ilegal pada permainan Point Blank, laki-laki tersebut berkata, "sebenarnya setiap permainan manapun di dunia maya terdapat program ilegal untuk melakukan kecurangan, tidak cuma di Point Blank saja, tapi ini perlu kerjasama antara 'game master' dan para pemain yang jujur untuk menghapus penggunaan program ilegal." Lanjut beliau, "faktor kejujuran sangat penting, ibarat mata uang berharga dalam hidup ini."
Ujarnya, "seringkali saya perhatikan beberapa orang, jika bermain curang dengan program ilegal, akan menjadi kesenangan tersendiri." Tambah beliau, "atau jika mereka tahu blog dan situs program ilegal, maka dengan bangga menempelkan 'link' program ilegal tersebut di Facebook masing-masing, agar diketahui teman-temannya." Seorang psikolog di salah satu jurnal ilmiah menulis bahwa faktor kesehatan serta kecerdasan psikologi seseorang juga dapat dinilai dari cara ia bermain suatu permainan.
"Sebaiknya harus ada sistem proteksi yang kuat agar Point Blank tetap bersih dari para 'cheater,'" kata beliau di sela-sela keseriusan bermain. Ternyata Legionnaire adalah karakter (atau sering disebut dengan istilah 'char') kedua yang dimiliki, sebelumnya karakter pertama telah berpangkat jenderal bintang dua. Legionnaire adalah karakter yang dimulai dari pertama kali sampai sekarang selalu menggunakan senjata jenis 'sniper', kecuali untuk menyelesaikan misi tertentu maka digunakan senjata jenis lain.
Seorang staf dari Gemscool Indonesia yang tidak mau disebut namanya, mengatakan bahwa Point Blank Indonesia memiliki "dewa sniper" yang nantinya bakal mengangkat citra 'gamers' Indonesia di mata para 'gamers' Point Blank internasional. "Angka yang diperoleh Legionnaire adalah murni tanpa melakukan kecurangan program ilegal, dengan persentase mencapai 98%, ini adalah sejarah persentase tertinggi Point Blank internasional dengan mengunakan senjata AWP atau 'sniper'", kata beliau. Selamat kepada Legionnaire! (Ahmad J)
|