Wayan: Rekayasa Kasus Nazaruddin Tidak Akan Berhasil
Oleh Erwin S Siregar    Jumat, 02 Desember 2011 08:57    PDF Cetak E-mail
Penilaian Pengunjung: / 0
KurangTerbaik 
Jakarta, Sumbawanews.com.- Pakar Hukum Pidana dari Universitas Brawijaya yang juga Anggota DPD dari Bali, I Wayan Sudirta mengatakan KPK harus bisa mengklarifikasi keterangan-keterangan Nazaruddin yang tidak memahami dakwaan dan mempertanyakan  isi dakwaan yang dibacakan jaksa penuntut umum karena merasa tidak pernah ditanyakan penyidik. KPK harus bisa menjelaskan keberatan-keberatan Nazaruddin itu seperti mengapa keterangan tersebut berbeda dan mengapa keterangan yang diberikan justru tidak dilampirkan.
 
“KPK harus mengklarifikasi keterangan-keterangan Nazaruddin yang belum tercantum atau yang tercantum ternyata tidak sesuai dengan apa yang pernah ditanyakan. KPK harus menjelaskan hal itu apakah hal itu disebabkan karena memang jawaban yang diberikan tidak relevan atau ada alasan lain kenapa seperti itu,” ujar Wayan di Gedung DPD, Jakarta, Kamis (1/12).
 
Menurut KUHAP dalam setiap pemeriksaan Nazaruddin harus didampingi pengacara ketika dilakukan pemberkesan BAP. Semua jawaban yang diberikan atas pertanyaan penyidik pun kemudian harus ditantatangani oleh Nazaruddin sehingga seharusnya dakwaan pun dilakukan atas jawaban yang didapat dari Nazaruddin.
 
“Kalau memang benar seperti itu, maka Nazaruddin bisa melakukan penjelasan tentang keberatan-keberatan yang dilakukan atas dakwaan JPU termasuk keberatan tidak dicantumkannya keterangan-keterangan yang dia berikan. Dia bisa menambahkan saksi terkait hal itu yang membenarkan eksepsinya di pengadilan dan hakim harus mendengarkan keterangan para saksi,” tambahnya.
 
Dirinya menyayangkan jika tudingan Nazaruddin itu nanti terbukti benar bahwa ada rekayasa dan upaya menutup-nutupi fakta yang dilakukan JPU dalam dakwaannya. “Memang banyak isu yang beredar mengenai intervensi politik dalam penangangan kasus ini. Ini tentunya sangat disayangkan jika terbukti ternyata Nazaruddin benar ada unsur rekayasa. Kepercayaan masyarakat akan hilang meskipun masyarakat tadinya mendukung KPK,” tegasnya.
 
Wayan menambahkan meskipun ada unsur rekayasa karena faktor politis ataupun karena ada dugaan keterlibatan para pimpinan KPK dalam kasus ini seperti yang dituding Nazaruddin, dirinya yakin bahwa hal itu tidak bisa ditutupi. Sidang terbuka yang digelar pengadilan tipikor dan perhatian publik akan membuat berbagai bentuk rekayasa tidak akan bisa dilaksanakan. 
 
“Walau ada rekayasa tapi gak perlua ada yang dikhawatirkan, semuanya terbuka dan bisa melihat langsung. Namun tentunya hal ini akan berdampak pada KPK. Sekarang saja sudah dituding tebang pilih, maka jika tudingan Nazaruddin ini terbukti maka KPK akan terdeligitimasi akibat ulah orang-orang didalamnya. KPK akan mendapatkan sanksi yang sangat keras,” tandasnya.
 
Dakwaan yang dalam persidangannya di pengadilan tindak pidana korupsi, dimana dalam sidang pertama itu , Nazaruddin didakwa telah menerima suap dari PT Duta Graha Indah sebesar Rp 4,6 miliar.
 
Sebelumnya dalam sidang perdana di Pengadilan Tipikor, tersangka kasus korupsi Muhammad Nazaruddin mempertanyakan isi dakwaan yang dibacakan jaksa penuntut umum dalam persidangannya di pengadilan tindak pidana korupsi. Dirinya mengaku tidak mengerti apa yang didakwakan oleh JPU karena hal itu tidak pernah ditanyakan oleh penyidik.Dalam sidang itu JPU  menuntut Nazaruddin telah menerima suap dari PT Duta Graha Indah sebesar Rp 4,6 miliar.
 
“Saya selama menjalani proses penyidikan di Komisi Pemberantasan Korupsi, sama sekali belum pernah ditanyai mengenai pertemuan untuk menerima cek sebesar Rp 4,6 miliar tersebut. Saya juga tidak pernah ditanya mengenai akta pendirian PT Anak Negeri yang merupakan salah satu anak perusahan PT Duta Graha Indah (DGI),” ujar Nazaruddin yang sebelumnya juga mengatakan bahwa PT Anak Negeri sahamnya juga dimiliki oleh Ketua Umum PD, Anas Urbaningrum.
 
Dirinya pun menuding ada rekayasa karena ada yang ditutup-tutupi dalam kasus ini. Dia juga menyindir cara penyidik yang dikatakannya “canggih” karena ditanya pun dia belum pernah mengenai hal itu. (Erwin Siregar )
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
 

Blog Bekasinews

Biker's

Berita Unik

Anda sedang menggunakan Internet Explorer 6 (IE6).

Browser anda Sebaiknya di upgrade ke version 7 Internet Explorer (IE7)

Free Update silahkan kunjungiInternet Explorer 7 worldwide page.