Jakarta, Bekasinews.com.- Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, SE membuka Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitardanus) XXXII tahun 2011 di lapangan Bukit Gelanggang Kota Dumai, Riau, Senin (14/11). Latsitardanus XXXII tahun 2011 diikuti 520 Taruna yang terdiri dari Akademi Militer 301 Taruna, Akademi Angkatan Laut 95 Kadet dan Akademi Angkatan Udara 124 Karbol. Untuk Taruna dari Akademi Kepolisian akan bergabung pada tanggal 24 November 2011. Para Taruna tersebut bergabung dengan para mahasiswa dari Perguruan Tinggi yang berasal dari Jawa dan Riau. Beberapa Perguruan Tinggi yang bergabung dalam Latsitardanus XXXII/2011 diantaranya adalah : Universitas Muhammadiyah Magelang, Universitas Hangtuah Surabaya, Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran Jakarta, UPN Veteran Yogyakarta, UPN Veteran Surabaya, Sekolah Tinggi Pertahanan Nasional Yogyakarta, Universitas Negeri Semarang, Universitas Brawijaya Jawa Timur, Universitas Diponegoro Semarang, Universitas Solo, Universitas Lancang Kuning Dumai, STIMIK-AMIK Riau, Universitas Riau, UIN Sultan Syarif Kasim Riau, STAI Bengkalis, STIE Syariah Bengkalis, Politeknik Negeri Bengkalis, STAI Al – Ridho Rokan Hilir dan STIMIK-AMIK Dumai. Adapun kegiatan – kegiatan yang akan dilaksanakan para Taruna dan mahasiswa dalam Latsitardanus XXXII/2011 ini diantaranya adalah kegiatan karya bakti, riset sosial, bakti sosial kesehatan dan pembekalan kejuangan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kabupaten Bengkalis, Kota Dumai, Kabupaten Siak dan Kabupaten Rokan Hilir. Tujuan dilaksanakan Latsitardanus tersebut merupakan wujud nyata kepedulian generasi muda TNI dan Polri serta mahasiswa dalam rangka membantu percepatan program pembangunan di provinsi Riau, terutama dalam rehabilitasi tempat pemukiman penduduk, sekolah – sekolah, tempat ibadah serta sarana dan prasarana lainnya. Hal tersebut sejalan dengan tekad dan program pemerintah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mencerdaskan kehidupan seluruh rakyat Indonesia. Dalam amanatnya, Panglima TNI menyampaikan bahwa TNI telah diuji untuk menghadapi berbagai gejolak di tanah air, yang ternyata mampu diselesaikan dengan baik dan membanggakan seluruh rakyat Indonesia. Hal ini semata-mata terwujud karena keterpaduan TNI dan dukungan seluruh rakyat, sehingga TNI dapat berbuat yang terbaik bagi bangsanya. Dalam pandanganTNI, kekuatan NKRI, bukan hanya terletak pada keutuhan NKRI secara teritorial, dari Sabang sampai Merauke, tetapi NKRI kuat, jika dalam era globalisasi ini, seluruh rakyat Indonesia betul-betul bersatu, menjadi bangsa yang lebih maju, lebih unggul dan kemudian lebih sejahtera. Itulah kecintaan pada NKRI yang harus dimaknai oleh seluruh generasi muda Indonesia. Untuk itu, menyikapi perkembangan situasi saat ini dan tantangan ke depan yang tidak ringan di seluruh bidang kehidupan, khususnya bagi generasi muda TNI-Polri dan komponen generasi muda lainnya, maka penanaman nilai integrasi sejak dini sebagai modal dasar terwujudnya TNI-Polri dan rakyat Indonesia yang kokoh dan kompak, harus mendapatkan perhatian yang besar. Integrasi atau penyatu paduan merupakan sikap dan prilaku yang mencerminkan persatuan dan kesatuan, senasib sepenanggungan, yang harus tertanam pada setiap jiwa dan semangat kita sebagai bagian dari bangsa Indonesia. Tema yang diangkat dalam Latsitardanus XXXII/2011 adalah “Melalui Latsitarda Nusantara XXXII/2011, Kita Tingkatkan Pembangunan Daerah Provinsi Riau dan Peningkatan Kemanunggalan TNI, Polri , Mahasiswa dan Masyarakat, serta Guna Menyongsong dan Menyukseskan Pelaksanaan PON 2012”. Usai upacara pembukaan , Drum band Akademi TNI gabungan Akmil, AAL dan AAU melaksanakan kirab di kota Dumai beserta seluruh peserta Latsitardanus XXXII/2011. Turut hadir pada upacara tersebut para pejabat TNI dan Polri serta para pejabat Muspida setempat.**
|