Panglima TNI Lepas Satgas MTF TNI Konga XXVIII-C/UNIFIL Ke Lebanon
Oleh Administrator    Selasa, 06 September 2011 22:57    PDF Cetak E-mail
Penilaian Pengunjung: / 0
KurangTerbaik 
Jakarta, Bekasinews.com.-  Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E melepas 100 prajurit TNI AL yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Maritime Task Force (MTF) TNI Kontingen Garuda XXVIII-C/ United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) dalam sebuah upacara militer di Dermaga Kolinlamil Tanjung Priok, Jakarta Utara,  Selasa (6/9/2011). Satgas yang terdiri dari 33 Perwira, 48 Bintara dan 19 Tamtama tersebut akan mengawaki KRI Sultan Iskandar Muda (SIM)-367 yang akan bertugas di perairan Lebanon bergabung dengan Satgas MTF negara lain yang  telah mengirimkan kapal perangnya pada misi UNIFIL seperti Prancis, Turki, Yunani, Italia, Spanyol dan Jerman.
 
KRI Sultan Iskandar Muda-367 dipimpin oleh Letkol Laut (P) Agus Hariadi (lulusan AAL tahun 1992) membawa 1 unit Heli BO-105 NV-414, merupakan Satgas Maritim TNI ketiga ke Lebanon setelah sebelumnya memberangkatkan KRI Frans Kaisepo-368 dan KRI Diponegoro-365.  
 
KRI Sultan Iskandar Muda-367 memiliki persyaratan minimal untuk kapal perang yang akan bergabung dalam MTF UNIFIL. Persyaratan tersebut antara lain: mampu mengoperasikan Heli, mampu melaksanakan SAR, mampu melaksanakan RAS (Pengisian BBM di laut), memiliki fasilitas kesehatan kelas I, dan memiliki combat management system secara real time. Selain itu mampu melaksanakan self protection, memiliki kemampuan mengidentifikasi kawan/lawan, dilengkapi berbagai persenjataan serta mampu memberikan bantuan kepada Angkatan Laut Lebanon.  
 
Dalam amanatnya, Panglima TNI mengatakan bahwa Satgas ini harus dapat memahami dan menguasai tugas pokok yang diembannya. Tugas pokok tersebut antara lain : melaksanakan Maritime Interdiction Operation (MIO) untuk membantu Angkatan Bersenjata Lebanon atau LAF dalam mencegah  pemasukan senjata illegal dan materiil pendukung lainnya ke Lebanon sesuai resolusi PBB nomor 1701, serta membantu LAF dalam meningkatkan kemampuan pelaksanaan tugas penegakan kedaulatan.
 
Indonesia merupakan negara Asia yang pertama kali dan satu-satunya yang berpartisipasi dengan mengirimkan kapal perang dalam misi perdamaian dunia di Lebanon.  KRI Sultan Iskandar Muda  merupakan salah satu kapal terbaru yang dimiliki TNI AL, berjenis korvet kelas SIGMA  (Ship Integrated Geometrical Modularity Approach) buatan Schelde Naval Shipbuilding, Vlissingen Belanda. Di jajaran Alutsista TNI AL, KRI Sultan Iskandar Muda-367 masuk dalam jajaran Satuan Kapal Eskorta Komando Armada RI Kawasan Timur (Satkorarmatim). Kapal ini memiliki berat 1.700 ton, panjang 90,71 m. lebar 13,2 m, kecepatan 28 knots dengan tenaga penggerak Diesel STC MAN. Dilengkapi torpedo 3A244S dengan dua peluncur, meriam, peluru kendali dan persenjataan elektronik.
 
KRI Sultan Iskandar Muda beserta personelnya akan bertugas selama 6 bulan di perairan Lebanon mulai November 2011 sampai dengan Mei 2012 dan akan digantikan dengan KRI lain bila diperlukan/diminta oleh PBB.  Rute yang dilewati selama pelayaran menuju Lebanon akan menyinggahi  beberapa pelabuhan di beberapa negara seperti Cochin (India), Salalah (Oman), Port Said (Mesir), Beirut (Lebanon) dengan keseluruhan jarak tempuh mencapai 6.555 mil laut.
 
            Upacara pemberangkatan KRI SIM – 367 ke Lebanon mendapat perhatian besar dari sejumlah pejabat teras TNI seperti Kasal Laksamana TNI Soeparno dan Wakasau Marsekal Madya TNI Dede  Rusamsi serta pejabat Duta Besar Lebanon untuk Indonesia di Jakarta. **
 

Anda sedang menggunakan Internet Explorer 6 (IE6).

Browser anda Sebaiknya di upgrade ke version 7 Internet Explorer (IE7)

Free Update silahkan kunjungiInternet Explorer 7 worldwide page.