Jakarta, Bekasinews.com.- RI Frans Kaisiepo (FKO) 368 yang tergabung dalam tugas Maritime Task Force (MTF) di perairan Lebanon pada misi Operasi Pemelihara Perdamaian PBB UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) telah kembali ke tanah air dengan selamat dan sukses. Kedatangan KRI FKO – 368 disambut oleh Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E dalam sebuah upacara militer di Dermaga Kolinlamil TNI AL, Tanjung Priok – Jakarta Utara, Senin (11/7). KRI FKO – 368 tergabung dalam misi PBB melanjutkan tugas KRI Diponegoro 365 yang merupakan Satgas MTF kedua atau Kontingen Garuda XXVIII-B/Unifil selama 6 bulan. Di perairan Lebanon, kapal yang diawaki oleh para prajurit TNI AL ini bergabung dengan Satgas MTF dari negara lain seperti Perancis dan Italia untuk mengamankan perairan Lebanon dari segala kemungkinan ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan yang dapat mengganggu perdamaian di Lebanon Selatan pasca perang 36 hari antara Hezbollah dengan Israel tahun 2006. Dalam amanatnya, Panglima TNI menyatakan bahwa keikutsertaan TNI dalam Satgas MTF UNIFIL merupakan bukti komitmen TNI yang sangat kuat dalam mewujudkan salah satu tujuan nasional bangsa Indonesia, seperti yang tertuang dalam alinea ke empat pembukaan UUD 1945, yaitu ikut serta melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Disamping itu, mengingat negara-negara anggota Satgas MTF UNIFIL adalah negara maju dengan kekuatan militer profesional, maka keikutsertaan TNI dalam Satgas MTF memiliki makna strategis sebagai negara yang dapat disejajarkan profesionalisme kekuatan militernya dengan negara-negara maju tersebut. Digelarnya MTF pada misi UNIFIL merupakan keputusan PBB yang tertuang dalam Resolusi 1701 tahun 2006. MTF memiliki tugas pokok untuk membantu Angkatan Laut Lebanon dalam mengamankan perairan serta mencegah terjadinya penyelundupan senjata ilegal yang masuk melalui wilayah perairan Lebanon. Tugas pokok ini sangat penting guna mencegah timbulnya kembali konflik bersenjata di negara Lebanon. Selama melaksanakan tugas di perairan Lebanon, dibawah komando Letkol Laut (P) Wasis Priyono, S.T., KRI FKO 368 telah melaksanakan tugas sebagai MIO (Maritime Interduction Operation) 18 kali, memeriksa 1.405 kapal, mengajukan inspeksi pemeriksaan kapal sebanyak 170 kali dan total dilaut selama 180 hari. Sebagai kelanjutan misi MTF UNIFIL, TNI telah menyiapakan KRI Sultan Iskandar Muda 367 yang direncanakan berangkat pada Agustus 2011. Upacara penyambutan kedatangan KRI Frans Kaisiepo 368, mendapat perhatian besar dari para pejabat TNI yang juga hadir dalam acara tersebut diantaranya Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Soeparno, Kepala Staf TNI AU Marsekal TNI Imam Sufaat, Irjen TNI Marsekal Madya TNI Sukirno, Pangdam Jaya Mayjen TNI Waris, Kapuspen TNI Laksamana Muda TNI Iskandar Sitompul, S.E., dan juga kepala Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI Brigjen TNI I Gede Sumertha KY, PSC.**
|