Cilangkap, Bekasinews.com.- Bulan Juni selalu diawali dengan peringatan hari yang sangat bersejarah bagi bangsa Indonesia yaitu hari lahirnya Pancasila. Diharapkan seluruh prajurit dan PNS TNI untuk selalu menggali nilai-nilai luhur yang terkandung di dalam pancasila, selanjutnya diimplementasikan dalam setiap pelaksanaan tugas pokok masing-masing termasuk dalam menjalankan kehidupan sehari hari. Sehingga yang selalu disebut-sebut bahwa TNI sebagai pengaman dan pengawal Pancasila dapat terwujud. Demikian disampaikan Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E. dalam amanatnya yang dibacakan oleh Askomlek Panglima TNI Laksda TNI Ir. Sudjiwo, M.Sc. selaku Irup pada Upacara Bendera Tujuh Belasan di Mabes TNI Cilangkap Jakarta, Jum’at (17/6). Ditengah-tengah situasi semakin lemahnya tali perekat rasa kebangsaan maupun semangat nasionalisme bangsa Indonesia,timbul kesadaran para pemimpin dan tokoh nasional mengajak kita semua untuk merevitalisasi dan mengaktualisasi nilai-nilai luhur Pancasila dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Hal tersebut menunjukkan kesadaran akan arti pentingnya Pancasila sebagai dasar negara, ideologi, falsafah bangsa Indonesia dan sebagai alat pemersatu bangsa dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika. Pancasila sebagai ideologi negara dan falsafah hidup bangsa Indonesia sesungguhnya mengandung 3 (tiga) macam nilai. Pertama, nilai dasar yaitu sesuatu yang berharga, bermutu, menunjukkan kualitas, dan berguna bagi manusia. Nilai-nilai dasar dari pancasila tersebut meliputi nilai Ketuhanan Yang Maha Esa, nilai kemanusiaan yang adil dan beradab, nilai persatuan Indonesia, nilai kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat serta nilai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Kedua, nilai instrumental yaitu nilai yang menjadi pedoman dalam pelaksanaan nilai-nilai dasar. Nilai dasar belum dapat bermakna sepenuhnya apabila nilai dasar tersebut belum memiliki formulasi dan parameter yang jelas dan konkrit. Nilai instrumental yang berkaitan dengan tingkah laku manusia dalam kehidupan sehari-hari, dikenal dengan sebutan norma moral. Ketiga, nilai praksis yaitu pelaksanaan secara nyata dari nilai-nilai dasar dan nilai instrumental dengan fungsinya sebagai penjabaran dari kedua nilai tersebut. Seusai upacara, dilanjutkan dengan kegiatan pembinaan mental (bintal) yang meliputi ceramah agama Islam dengan penceramah Drs. H.M Yahya Agil, M.M. bertempat di GOR A. Yani, ceramah agama Kristen diadakan di Aula Gatot Subroto dengan penceramah Romo Albertus Hendaryono Pr dan ceramah agama Hindu oleh Letkol Caj Drs. Wayan Santa, bertempat di Aula Satang Denma Mabes TNI. Kegiatan pembinaan rohani yang dilakukan secara rutin di Mabes TNI, dimaksudkan untuk memelihara dan meningkatkan iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, sehingga personel Mabes TNI baik sipil maupun militer dapat melaksanakan tugasnya dengan baik dan benar sesuai dengan ketentuan dan aturan yang berlaku.**
|