| Kasum TNI Buka Rakorkes TNI 2011 | ||||
|
|
Cilangkap, Bekasinews.com.- Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letnan Jenderal TNI J. Suryo Prabowo membuka Rapat Koordinasi Kesehatan (Rakorkes) TNI tahun 2011 di Aula Gatot Subroto Mabes TNI Cilangkap Jakarta Timur, Selasa (31/5). Rakorkes TNI tahun 2011 mengambil tema “Dengan Rakorkes TNI kita Optimalkan Fungsi Tri Matra Terpadu dalam melaksanakan Dukungan Kesehatan dan Pelayanan Kesehatan (Yankes) guna mendukung Tugas Pokok TNI”. Dalam arahannya Kasum TNI mengatakan, bahwa untuk membangun kesehatan prajurit TNI yang prima diperlukan upaya terpadu dari semua bidang, baik dalam bidang perencanaan, operasi, personel dan logistik sehingga tercipta visi, pola pikir dan pola tindak yang sinergis dalam pelaksanaan dukungan dan pelayanan kesehatan yang optimal bagi prajurit. Selama ini dukungan pelayanan kesehatan bagi prajurit dan PNS TNI belum bisa dilaksanakan secara optimal oleh karena terbatasnya dukungan personel kesehatan (terutama tenaga dokter), logistik kesehatan dan jaminan kesehatan untuk prajurit dan PNS TNI. Indikator keterbatasan dukungan personel kesehatan, salah satunya dapat dilihat dari jumlah rasio dokter dengan jumlah anggota yang berhak mendapat pelayanan. Untuk TNI AD, rasio dokter dengan jumlah anggota prajurit dan PNS adalah 1 dokter berbanding 259 anggota, TNI AL 1 dokter berbanding 110 anggota dan TNI AU 1 dokter berbanding 84 anggota. Rasio tenaga dokter dengan jumlah personel yang harus dilayani, persebarannya juga tidak merata dan lebih terkonsentrasi di rumah sakit TNI yang berada di kota-kota besar khususnya pulau Jawa. Permasalahan terbatasnya jumlah tenaga dokter TNI dikarenakan antara lain minat mahasiswa untuk menjadi perwira kesehatan khususnya tenaga dokter menurun, rekruitmen CPNS kesehatan untuk dokter dan banyaknya dokter wanita PNS (80 %) menimbulkan kendala dalam distribusi penempatan tenaga dokter. Dengan melihat rasio perbandingan antara dokter dengan jumlah personel yang dilayani terlebih lagi jika dihadapkan dengan kejadian luar biasa seperti wabah penyakit, bencana serta kecelakaan yang menimpa anggota TNI, maka akan sulit untuk memberikan pelayanan kesehatan yang prima. Dalam hal logistik kesehatan, masih minimnya alat kesehatan utama rumah sakit, ketersediaan obat dan sarana prasarana kesehatan, menjadi kendala serius dalam upaya meningkatkan dukungan kualitas pelayanan kesehatan yang prima bagi prajurit dan PNS TNI. Namun demikian, permasalahan yang ada, semestinya bukan menjadi kendala namun harus dijadikan peluang, bagaimana memanfaatkan peluang ini selektif dan seoptimal mungkin sehingga pelaksanaan tugas dapat berjalan dengan sebaik-baiknya. Sebelum mengakhiri arahannya, Kasum TNI mengharapkan bahwa Rakorkes TNI 2011 harus dapat menghasilkan konsep yang implementatif sebagai solusi dan terobosan-terobosan bidang kesehatan, antara lain ; pertama, konsep Tri Matra dalam dukungan dan Yankes dengan melibatkan kerja sama yang sinergis antar angkatan dan pihak-pihak terkait; kedua, terciptanya rumusan berapa besaran tunjangan kesehatan yang diperlukan bagi prajurit dan PNS TNI untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak; ketiga, terciptanya konsep kerja sama yang komprehensif antara Asuransi Kesehatan bagi prajurit yang merupakan amanat undang-undang tentang jaminan kesehatan nasional. Prajurit dan PNS TNI memiliki kedudukan yang sama dengan PNS lainnya dan pegawai swasta lainnya dalam mendapatkan jaminan kesehatan. Jaminan kesehatan tidak lagi dibatasi sampai anak kedua atau ketiga, namun pada hakekatnya setiap penduduk Indonesia mempunyai hak yang sama.**
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
|








