Jakarta, Bekasinews.com.- “Selama enam puluh lima tahun pengabdian dan perjuangan TNI Angkatan Udara, sejarah telah mencatat bahwa pada tahap-tahap perjuangan nasional yang menentukan, TNI AU ikut menentukan jalan dan arah perjuangan bangsa, dalam mengemban misi strategis mengawal dirgantara nusantara dalam menjaga kedaulatan negara dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia”. Demikian dikatakan Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E. dalam amanatnya ketika menjadi inspektur upacara peringatan HUT TNI AU yang ke-65 di Pangkalan Udara Halim Perdana Kusuma Jakarta Timur, Sabtu (9/4). Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan bahwa, di hari jadi yang ke-65 ini, TNI AU harus mampu mengaktualisasikan jiwa, semangat dan nilai-nilai kejuangan yang telah diwariskan oleh para pahlawan, sesepuh, senior serta para pendahulu pejuang Angkatan Udara sehingga dapat terwujud jati diri TNI sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional dan tentara profesional. Harapan Panglima TNI ini, sejalan dengan tema hari jadi TNI AU kali ini, yaitu “Dengan profesionalisme dan motivasi yang tinggi serta dedikasi satuan, kita wujudkan Angkatan Udara yang lebih baik guna menjaga kedaulatan negara di udara dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia”. Melalui tema ini pula, TNI AU diharapkan memiliki spirit, tekad dan komitmen yang kuat untuk dapat mewujudkan penegakan hukum dan menjaga keamanan di wilayah udara yuridiksi nasional sesuai dengan ketentuan hukum nasional dan hukum internasional. Menyadari dinamika tantangan kedepan yang semakin komplek dan tidak ringan, pemerintah akan terus meningkatkan pembangunan TNI AU, sebagai bagian integral Tentara Nasional Indonesia, menuju pada kekuatan tertentu yang semakin handal, kuat dan efektif dalam mengawal kedaulatan udara nasional. Karena itu, upaya modernisasi Alutsista yang dilakukan saat ini dan yang akan datang senantiasa diarahkan pada peningkatan profesionalisme prajurit melalui pendidikan dan latihan, pengaturan operasi penerbangan dan perawatan Alutsista dalam rangka untuk mencapai zero accident. Sebelum mengakhiri amanatnya Panglima TNI memberikan beberapa penekanan diantaranya, Pertama, tingkatkan kewaspadaan dengan mencermati dan mengantisipasi perkembangan situasi secara terus menerus terhadap adanya ancaman yang merongrong kedaulatan dan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kedua, tingkatkan pemeliharaan dan perawatan Alutsista, mantapkan budaya keamanan dan keselamatan guna mewujudkan zero accident dalam rangka optimalisasi peran dan tugas pokok TNI Angkatan Udara. Ketiga, bina soliditas satuan, tegakan rantai komando dan mantapkan kesatuan komando di setiap strata kepemimpinan satuan TNI sehingga tertwujud loyalitas tegak lurus yang jelas dan tegas. Upacara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh sejumlah pejabat dan sesepuh TNI AU, diantaranya adalah Menkopolhukam RI Djoko Suyanto, Menhan RI Purnomo Yusgiantoro, Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo, para Kepala Staf Angkatan, Kapuspen TNI Laksda TNI Iskandar Sitompul, S.E. dan pejabat teras Mabes TNI dan angkatan serta para undangan.**
|