|
Dharma Pertiwi Gelar Ceramah Psikologi
|
|
Oleh Administrator
Rabu, 16 Maret 2011 19:41 |
|
|
|
|
Cilangkap, Bekasinews.com.- “Kebersamaan tidak akan memiliki arti apa-apa tanpa kepedulian. Kita semua harus saling peduli dengan sesama istri prajurit TNI dan anggota Dharma Pertiwi, peduli kepada lingkungan dimana berada dan peduli terhadap lingkungan sosial masyarakat. Dengan dilandasi kebersamaan maka segala permasalahan dapat diatasi dan dicari tahu solusinya secara bersama-sama. Sinergi dari dua unsur tersebut dapat menjadi sumber kekuatan dalam menjalani kehidupan sebagai istri prajurit”. Demikian sambutan Ketua Umum Dharma Pertiwi Ibu Tetty Agus Suhartono dalam kegiatan ceramah memperingati hari ulang tahun Ke-47 Dharma Pertiwi di Aula Gatot Soebroto Mabes TNI Cilangkap Jakarta, Rabu (16/3).
Ceramah yang disampaikan dua narasumber yaitu Prof. Dr. H Arief Rachman, M.Pd dan ibu Dani Dahlan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan bagi anggota Dharma Pertiwi khususnya pengetahuan mengenai Psikologi, etika dan padu padan berbusana sebagai bekal dalam membina kehidupan keluarga serta berpenampilan yang baik sebagai istri TNI sesuai budaya bangsa Indonesia.
Dalam ceramahnya Prof. Dr Arief Rachman, M.Pd mengatakan bahwa untuk membina kekarmonisan keluarga, setiap anggota keluarga harus mempunyai sikap berhati tenang, selalu sejuk, selalu bersemangat, selalu bergembira, penuh tenggang rasa, memiliki rasa damai, mempunyai sikap optimis, aktif bermasyarakat, bersikap fleksibel, senang berkomunikasi dengan orang lain. Beliau juga menekankan pentingnya pendidikan anak, karena keberhasilan pendidikan anak merupakan salah satu hal yang dapat meningkatkan kehidupan keluarga yang harmonis. Keberhasilan tersebut dapat diperoleh jika kita memiliki ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, kepribadian matang, ilmu yang mutakhir, serta memiliki wawasan kebangsaan dan global.
Sementara itu ibu Dani Dahlan memberikan penyegaran mengenai etika berkenalan dengan orang baru. Menurut Ibu Dani, etika berbeda dengan etiket. Etika adalah moralitas, norma pembentukan hati sanubari. Sedangkan etiket adalah suatu tata krama. Etika terdapat di dalam segala aspek di kehidupan manusia termasuk etika berkenalan dengan teman baru. Menurut etika, pada saat bertemu dengan teman baru, seyogyanya di awali dengan berjabat tangan, disertai dengan senyum manis. Tatap mata teman baru tersebut sambil menyebutkan nama diri dengan jelas. Selanjutnya di akhir ceramahnya Ibu Dani menjelaskan tentang padu padan busana kerja, busana pesta, busana pertemuan dan kebaya.
Usai ceramah, kegiatan dilanjutkan demo make-up praktis dan cantik dari La Tulipe mengenai bagaimana cara menggunakan riasan sehari-hari, membuat sanggul sendiri dan berkreasi dalam penggunaan kerudung atau jilbab. Acara diakhiri dengan peragaan busana Gendish yang dikenakan oleh ibu-ibu anggota Dharma Pertiwi. (bn01)
|