Jakarta, Bekasinews.com.- DPR RI mengakui proses pencalonan Kapolri lambat, karena adanya tarik menarik berbagai kepentingan dan itu bukan hanya terjadi pada Polri.
"Bahkan kondisi politik kian ramai, terlihat sejumlah pakar dan politisi ikut meramaikan pencalonan Kapolri, saling menjagokan calon masing-masing dan itu tidak baik bagi perkembangan perpolitikan nasional,” kata Wakil Ketua DPR RI Pramono Anung yang dijumpai di Gedung DPR RI Jakarta, Senin (4/10).
Pramono mengharapkan hal itu secepatnya selesai, dan masalah calon Kapolri adalah sepenuhnya kewenangan presiden, sehingga siapapun yang dipilih presiden harus didukung semua pihak.
Kecuali bagi calon yang memiliki jejak yang kurang baik, karena masalah itu presiden yang tahu, ucapnya.
Pada kesempatan lain Ketua DPR RI Marzuki Alie mengatakan, sore nanti, Senin (4/10), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan menyerahkan nama calon Kepala Polri ke DPR RI, pengganti Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri yang segera pension.
Adapun dua nama yang disebut-sebut sebagai calon kuat adalah Komjen Nanan Sukarna dan Komjen Imam Sudjarwo. Nanan Sukarna saat ini menjabat Inspektur Pengawasan Umum Polri, sedangkan Imam yang baru saja dinaikkan pangkatnya—menduduki posisi Kepala Lembaga Pendidikan Kepolisian serta banyak bertugas di Brimob.
Sementara nama lain yang melengkapi bursa calon Kapolri adalah Kepala Badan Reserse dan Kriminal Polri, Komjen Ito Sumardi. (Kominfo/Mf)