Jakarta, Bekasinews.com.- Pemerintah ingin mempercepat pembangunan kekuatan dan modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang dibuat pada tahun 2004 lalu. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan hal ini dalam bagian lain pengantarnya saat membuka Sidang Paripurna Kabinet di Kantor Presiden, Senin (4/10) siang. Presiden SBY menjelaskan, karena krisis ekonomi 11 tahun yang lalu, Indonesia relatif tertinggal dalam hal militer. Prioroitas negara saat itu adalah mengatasi krisis dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. "Tetapi saatnya telah tiba, sejalan dengan peningkatan ekonomi kita, penerimaan negara kita, APBN kita, untuk kita bisa mengalokasikan anggaran lebih besar lagi bagi pengadaan alutsista." ujar SBY.
Walaupun begitu, Indonesia tidak ada keinginan untuk mengikuti kancah perlombaan persenjataan militer. "Kita sadar bahwa kita juga harus menegakkan terbangunnya kawasan Asia Tenggara dan Asia Pasifik yang damai, stabil, dan aman. Tetapi tugas pertahanan dan keamanan negara kita juga tidak bisa diabaikan," Presiden SBY menegaskan.
Untuk alasan itulah Presiden mengatakan bahwa postur, kemampuan, serta sistem persenjataan dan perlengkapan kita harus dijamin bisa mengemban tugas melindungi keselamatan dan keamanan negara. "Bangsa Indonesia adalah bangsa yang cinta damai, tidak perlu diragukan, tetapi kita juga sangat cinta kedaulatan negara kita," Kepala Negara menandaskan.
SBY mengingatkan, biaya modernisasi alutsista ini amat besar, sehingga sebisa mungkin harus menggunakan produk industri strategis dalam negeri. (presidensby/arc)
|