| Rencana Pembakaran Alquran, Presiden Minta AS dan PBB Mencegahnya | ||||
|
|
Oleh karena itu, lanjut Presiden, pemerintah Indonesia mengambil langkah dan tindakan yang diperlukan dengan tujuan untuk mencegah terjadinya pembakaran Alquran itu. Tindakan yang dimaksud oleh Presiden SBY adalah mengirimkan surat kepada Presiden AS Barack Obama. Nada surat tersebut tajam, terarah, dan serius, mengenai pencegahan rencana Terry Jones. "Saya mendengar berita bahwa surat itu telah diterima dan direspon secara positif," SBY menambahkan. Presiden juga berbicara dengan SekJen PBB Ban Ki-moon pukul 09.00 WIB tadi untuk meminta PBB dan bila perlu Dewan Keamanan PBB juga mengambil langkah-langkah yang tegas, proaktif, dan sesuai waktu. "Pada tingkat PBB pun harus berusaha dengan serius untuk mencegah dan mengagalkan rencana yang sungguh tidak bisa diterima akal sehat itu," Presiden SBY menegaskan. Menurut Presiden, PBB memiliki fungsi untuk memelihara perdamaian dan keamanan internasional, dan Deklarasi Hak Asasi Manusia PBB pun mengatakan kebebasan itu ada batasnya. "Batasnya adalah apabila bertentangan dengan kebebasan orang lain yang sah dan juga bertentangan dengan nilai-nilai moral, ketertiban umum, maupun kesejahteraan yang lebih luas," Kepala Negara menjelaskan. Dewan Keamanan PBB juga mempunyai fungsi untuk menjaga keamanan dan kedamaian internasional. "Oleh karena itu manakala betul-betul masih ada rencana untuk membakar kitab suci Alquran ini, maka Dewan Keamanan PBB diharapkan bisa segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan," ujar SBY. Kepala Negara berharap melalui mimbar konperensi pers ini dunia dan umat beragama --agama apapun-- harus bersatu, mencegah rencana yang sangat tidak bermoral itu. "Saya dengan tulus memberikan penghargaan dan terima kasih kepada para pemimpin dan pemuka agama, yang saya ikuti hari-hari terakhir ini tetap kompak, tetap bersatu, dalam arti tidak terprovokasi, bahkan bertindak bersama untuk menyampaikan protes yang keras agar, sekali lagi, rencana dari Terry Jones ini tidak dilaksanakan," kata SBY. Ketika menyampaikan pernyataan ini, Presiden SBY didampingi berbagai tokoh, baik tokoh agama, politik, ataupun pemerintahan. Beberapa di antaranya adalah Bahrul Hayat, Nazaruddin Umar, KH Agil Suraj, Yunan Yusuf, Chandra Setiawan, Ahmad Jauhari, Pendeta Kemala, Monsingnor Angkur, dan AM. Fatwa. Terlihat pula Menko Polhukam Djoko Suyanto dan Menko Perekonomian Hatta Rajasa. (presidensby/arc)
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
|








