Jakarta, Bekasinews.com.- Kawasan kuliner yang terletak persis di sebelah Bank Mandiri Jl. MH.Thamrin, Jakarta Pusat, yang dikenal dengan sebutan “Kawasan Kuliner BSM”, kini menjadi pusat belanja dan wisata kuliner masyarakat dan karyawan perkantoran Jakarta pada umumnya.
Yanto, salah satu pedagang jus buah yang mangkal di kawasan tersebut, saat dijumpai, Kamis (19/8), mengakui penamaan kawasan kuliner BSM ini muncul karena seluruh pedagang yang berjualan di lokasi itu permodalannya dibantu oleh Bank Syariah Mandiri (BSM). Para pedagang yang bergabung tidak dikenai biaya apa pun. Mereka hanya diwajibkan membayar Rp20.000/hari kepada pengelola untuk biaya air, listrik, kebersihan, dan keamanan. Sekitar 80 kios berjajar di sebelah kanan dan kiri jalan, yang bentuknya terintegrasi sehingga tidak ada sekat antar kios. Sebelah kanan dari pintu masuk utama, kios-kios menjajakan makanan dan minuman, sebut saja pecel ayam, pecel lele, gado-gado, soto, sop, aneka jus dan panganan lainnya. Sementara di sebelah kiri, terdapat lapak-lapak pedagang pulsa, pakaian, alat rumah tangga sampai dvd bajakan yang harganya Rp5.000. Karena jumlah kios terbatas, waktu berdagang pun dibagi dalam dua shift. Shift pertama pukul 08.00-17.00, dan shift kedua pukul 18.00-22.00. Ramadhan kali ini tidak membuat para pedagang berhenti berjualan, namun Yanto yang mendapatkan giliran berjualan shift pertama, mengaku pendapatan pada bulan ramadhan ini menurun. “Saya dapat jatah dagang shift pertama, sementara di sini hanya ramai saat makan siang, jadi selama puasa kondisinya sepi,” ujarnya. Sementara Bambang (33), salah seorang pengunjung, menuturkan bahwa penataan kios di lokasi wisata kuliner BSM cukup bagus. “Tetapi sayangnya sempit sehingga para pengunjung kurang nyaman saat makan,” katanya. Mengenai makanan, ia berharap jenis makanan sama lengkapnya seperti di Jalan Sabang. Selain itu, yang perlu diperhatikan adalah keberadaan pengamen yang dianggap mengganggu saat pengunjung menikmati hidangan. (Kominfo/riana/toeb)
|