Kapal Hampir Tenggelam, Kontainer Dijarah Warga
Oleh Administrator    Senin, 09 Februari 2009 12:43    PDF Cetak E-mail
Penilaian Pengunjung: / 0
KurangTerbaik 
Sumbawa Besar, Bekasinews.com.-
Kapal barang SEIKO yang terdampar di perairan Utara pulau Sumbawa sejak 3 Februari 2008 lalu sudah miring dan hampir tenggelam. Sementara beberapa kontainer yang dimuat terus dijarah warga. Dari 12 kontainer yang dimuat oleh kapal barang tersebut 10 diantaranya telah dibuka paksa dan dikuras isinya. Sementara dua kontainer lainnya masih tersisa diatas kapal tersebut.

Kapal yang datang dari arah Kupang hendak menuju Surabaya tersebut terdampar karena cuaca buruk. Informasi yang diperoleh dari beberapa nelayan Labuhan Sumbawa Jumat (6/2) lalu, kapal tersebut hendak merapat untuk berlidung di pelabuhan Badas. Ketika sekitar 1 mil dari pelabuhan, kapal yang sarat dengan muatan barang tersebut mengalami ganguan mesin.
 
‘’Dia sudah mau merapat ke dermaga pelabuhan Badas, tapi gagal. Dia buang jangkar di sekitar itu, tapi putus. Akhirnya terbawa arus hingga terdampar di perairan tanjung menangis,’’ papar Husain Harun.

Dituturkan Husain Harun, setiap malam dilokasi terdamparnya kapal tersebut selalu ramai didatangi warga. Ada sebagian dari warga yang membongkar kontainer dan mengambil isinya. Bahkan ada warga yang sampai malam di lokasi itu lengkap dengan lampu ‘scoutlight’ untuk penerangan.

Sementara di lokasi terdamparnya kapal disekitar perairan tanjung menangis akhir pekan lalu posisi kapal yang menghadap selatan berada di perairan yang dangkal sekitar 50 meter dari bibir pantai. Hampir setiap hari sejak terdamparnya kapal tersebut selalu ramai dikunjungi warga yang penasaran.

Dari beberapa kontainer yang dibongkar paksa, beberapa kontainer memuat sejumlah alat elektronik seperti vcd, kipas angin dan spare part komputer. Selain itu terdapat juga spring bed. Informasi yang diperoleh wartawan salah satu kontainer yang dibawa juga memuat mobil jenis kijang.

Kondisi kapal yang sudah miring terombang-ambing dihantam gelombang. Kerap kali badan kapal bergerak dan mengeluarkan bunyi ketika dihantam gelombang. Diperkirakan bagian lambung kapal sudah penuh terisi oleh air laut. ‘’Sebenarnya air di dalam lambung itu sudah penuh. Tapi syukurnya kapal berada di perairan yang dangkal. Hanya saja, yang dikhawatirkan bagian belakang kapak berada di sisi agak dalam. Kalau naik air dan dihantam gelombang besar, ada kemungkinan kapal akan karam di perairan itu,’’ ungkap salah seorang warga di lokasi Tanjung Menangis.

Sementara itu, Kepala Kesatuan Polisi Pengaman Pelabuhan (KP3) Labuhan Badas, Sumbawa, Iptu Isnaini, membenarkan hal itu.

"Ternyata masih ada warga yang menjarah barang-barang berharga dari kapal itu, meskipun sudah dilarang," ujarnya.

Dia mengakui, aksi penjarahan itu sulit dihindari karena kapal barang yang terdampar akibat hantaman gelombang ketika sedang berlayar dari Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) menuju Surabaya itu, tidak dijaga ketat.

Nahkoda dan awak kapal tidak sanggup menghadang warga yang berbondong-bondong menaiki kapal terdampar itu, apalagi warga berdalih hendak mengamankan barang-barang dari kemungkinan karam bersama kapal.

"Kami juga berupaya menghalau namun karena personel terbatas sehingga aksi penjarahan itu sulit dihindari," ujarnya.

Iptu Isnaini membenarkan kapal barang yang terdampar itu mengangkut 44 unit peti kemas, namun hanya tiga unit yang berisi barang elektronik dan bahan kebutuhan pokok.
Kapal barang itu terdampar setelah dihempas gelombang, namun nahkoda kapal beserta awaknya yang  mencapai 10 orang  luput dari maut.

Saat itu tinggi gelombang laut lebih dari empat meter dengan kecepatan angin 35 knot atau 64,81 kilometer per jam.  

Sejak kapal barang itu terdampar, warga setempat berupaya memberi pertolongan sebisanya, hingga mencuat aksi penjarahan yang berlindung di balik alasan mengamankan barang agar tidak karam bersama kapal.  

Sementara Bupati Sumbawa, H Jamaluddin Malik, yang ditemui saat menghadiri rapat koordinasi di Kantor Gubernur NTB di Mataram, mengakui, pihaknya belum mendapat laporan rinci tentang kapal terdampar itu sehingga Pemerintah Kabupaten Sumbawa belum mengambil sikap.

"Kami juga belum mengetahui aksi penjarahan itu, mereka (pemilik dan awak kapal) juga belum meminta bantuan pemda, bagaimana kita bisa bantu," ujarnya.

Kendati demikian, Jamaludin mengaku, akan segera memerintahkan stafnya untuk mendata secara lengkap musibah kapal terdampar itu untuk ditindaklanjuti.(rif*)
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 

Vnet

Iklan Kampanye

Advertising

Top Kontributor

Anda sedang menggunakan Internet Explorer 6 (IE6).

Browser anda Sebaiknya di upgrade ke version 7 Internet Explorer (IE7)

Free Update silahkan kunjungiInternet Explorer 7 worldwide page.