Kebijakan Biofuel Akan Dimatangkan di DPR RI
Oleh Denho    Kamis, 22 Januari 2009 22:11    PDF Cetak E-mail
Penilaian Pengunjung: / 0
KurangTerbaik 

Jakarta, Bekasinews.com.- Indonesia Biofuels Conference 2009 yang berakhir hari (22/1) ini di Hotel Borobudur  Jakarta menghadirkan pembicara yang beragam melengkapi kekurangan pelaksanaan hari pertama.

Tidak hanya kalangan pengusaha saja namun dari akademisi dan pemerintah juga hadir sebagai pembicara. Seperti gayung bersambut setelah mendapat kritikan dari peserta di hari pertama. Kali ini dari pihak pemerintah mengirim Evita H Legowo Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian Energi dan Sumber Daya Minera ke ajang lndonesia Biofuels Conference 2009.

Setelah dibuka Christin dari The Asian Business Forum lalu pemyampaian prolog oleh Per Dahlen yang juga hadir sebagai pembicara dari AUM Business Creation Singapur.

Evita H Legowo dengan makalah  Biofuels Development in Indonesia diantaranya memaparkan data-data progress terakhir biofuels menyangkut PPn ditanggung pemerintah (value added tax breaks) untuk biofuel indutri, harga dasar,biofuel pricing team dan biofuel supervising team pemerintah Indonesia. Yang mendapat sorotan serius dari peserta terutama yang pengusaha dari pemaparan Evita soal regulasi yang "memanjakan" pengusaha dengan fasilitas dan insentif yaitu Peraturan Pemerintah No.1/2007, Surat Keputusan Menteri Keuangan No.117/06/2006, dan No.79/05/2007 soal kredit.

Saat diwawancarai tambangnews bersama media lain soal perlunya regulasi baru setingkat Undang-Undang yang mengatur secara komprehensif soal biofuels seperti di Philipina dalam rangka mengejar ketinggalan produksi dalam negeri dari Brazil dan negara-negara lainnya, " Akan ada pembicaraan atau diskusi dengan pihak DPR RI soal ini, kalau di hilir sudah cukup mungkin tinggal di hulu" katanya bergegas menuju pintu keluar dikawal ajudan dan sekretarisnya.

Dikesempatan rehat sambil ngopi Putu Satria Ascita, Account Manager Servis Sales dari Wartsila mempromosikan produk power genaratornya yang produksi Islandia dan membandingkan dengan produk Jerman dan Jepang kompetitornya. "Teknologinya mahal, mas"ujarnya.

"Kalau dari sisi kita tidak terlalu berhubungan langsung dengan regulasi biofuels, tetapi dari owner atau PLN sebagai perusahaan yang butuh solusi untuk alternative energy (price wise) perusahaan kita hanya mensupport teknologi engine untuk siap running dengan biofuels."lanjutnya promosi lewat pesan yang tidak pendek via ponsel.

Soal teknologi ini juga diamini oleh Michael Otten General Manager Biothane produsen sistem instalasi yang nongkrong sambil ngopi dengan tambangnews."Pabrik kami ada di Jakarta Selatan" ungkapnya tanpa menjelaskan lokasi pastinya. Michael mengeluh serta kebingungan soal kemacetan lalu lintas di Jakarta.

Seperti diketahui dihari pertama Indonesia Biofuels Forum, Paulus Tjakrawan dari Assosiasi Produsen Biofuels Indonesia (APROBI) dalam presentasinya juga menyinggung soal regulasi yang menjadi isu seksi dihari kedua atau terakhir dari Indonesia Biofuels Conference 2009. Dikatakannya karena saat ini "kebisingan politik" apalagi dekat-dekat dengan Pemilihan Umum tentu saja  sangat  pas untuk  melakukan lobi tingkat tinggi ke Dewan Perwakilan  Rakyat di samping eksekutif tentunya. Dan meminta anggota-anggota assosiasinya juga aktif dalam hal ini."Memang kami harus kerja keras untuk ini."katanya saat itu.

Sesi berikutnya setalah Evita H Legowo diisi oleh Dr. Rong Yan dari Institute of Enviromental Science and Engineering (IESE)  Nanyang Technological  Singapura. (Denho)

Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
 

Blog Bekasinews

Biker's

Berita Unik

Anda sedang menggunakan Internet Explorer 6 (IE6).

Browser anda Sebaiknya di upgrade ke version 7 Internet Explorer (IE7)

Free Update silahkan kunjungiInternet Explorer 7 worldwide page.