Jakarta, Bekasinews.com.- Ratusan massa berkumpul di Istana Negara dan Bundaran HI, Dalam rangka memperingati hari antikorupsi yang jatuh pada hari ini, Jumat (9/12/2011) berbagai elemen massa dan Mahasiswa hingga sore ini masih berkumpul di depan istana negara, demi menuntut turunnya SBY-Boediono. Ditempat lain Mahasiswa yang berkumpul di Bundaran HI berangkat menuju istana Wakil Presiden Indonesia namun polisi berhasil menghalaunya. Pihak kepolisian menghalangi jalan menuju rumah dinas Wapres Boediono di Jalan Diponegoro Jakarta Pusat. Enam motor kepolisian diparkir secara sejajar sampai menutup ruas jalan tersebut. Dalam orasinya, massa yang tergabung dalam Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) menuntut agar SBY-Boediono mundur karena di bawah kepemimpinannya makin banyak kasus korupsi yang melibatkan pejabat tinggi dan belum tersentuh hukum. LMND juga menuding Istana Negara sebagai simbol perilaku koruptif yang dilakukan pejabat-pejabat tinggi di Indonesia. Kemudian aksi dilanjutkan menuju bundaran HI dan para pengunjukrasa kembali berorasi di sana. Ditempat terpisah Ratusan masa yang tergabung dalam SBMI, ATKI, AGRA, FSBMI, FMN, GPPI, GPMJ, dan FAKRI melakukan aksi turun ke jalan melancarkan orasi di depan istana negara. Masih tetap melakukan orasi hingga sore hari. Ditempat terpisah, massa yang melakukan unjuk rasa di Kantor KPK meminta KPK agar menangkap Budiono dan orang orang yang terlibat dalam kasus BLBI dan kasus Century. Bahkan menurut Herman salah satu massa yang berorasi di depan kantor KPK tersebut, KPK harus tegas menangkap nama nama yang disebut sebut oleh Nasruddin dalam persidangan yang lalu, “Kami berharap kepada KPK agar tegas untuk mengusut dan menangkap para Koruptor dan orang orang yang di sebut oleh Bendahara Umum Demokrat Nasruddin dalam persidangannya di pengadilan Tipikor beberapa hari yang lalu.”jelas Herman. Yang paling mengiris hati lagi,lanjut Herman, sampai saat ini orang yang mencuri uang rakyat tersebut masih gentayangan seperti Nunung, dan para penikmat uang Century dan BLBI itu.”tuturnya. (Erwin Siregar)
|