Rio de Janeiro, Bekasines.com.- Komandan Kontingen Atlet TNI Brigadir Jenderal TNI Doni Monardo memberikan apresiasi berupa hadiah kepada para atlet yang berprestasi pada Olimpiade Militer Dunia ke-5 yang baru saja secara resmi ditutup pada hari Minggu (24/7) atau Senin waktu Indonesia (25/7). “Walau belum sampai pada prestasi dunia, anak-anak sudah membuktikan dedikasi, semangat dan militansinya dalam melaksanakan tugas ini, untuk itu saya merasa perlu memberi penghargaaan kepada mereka yang berprestasi” ujar Brigjen TNI Doni Monardo di Rio de Janeiro. Perwira tinggi bintang satu yang sehari-harinya menjabat sebagai Wakil Komandan Jenderal Kopassus TNI AD itu menambahkan bahwa ditingkat nasional dan Angkatan Bersenjata Asean, prestasi atlet-atlet TNI itu sangat membanggakan. Mereka yang mendapat penghargaan tersebut diantaranya adalah pelari 5000 meter atas nama Serda Agus Prayogo yang mencatat waktu 14:02.12 detik. Petembak pistol putri perorangan nomor 25 meter Military Rapid Fire, Serka Octafin Rarun berada pada peringkat 15 dari 48 peserta. Petinju kelas 64 kg, Serda Afdan Bachita mampu menembus 16 besar dari 28 peserta. Pejudo kelas 81 kg, Pratu Horas Manurung mampu menembus 16 besar dari 37 negara. Serka Mudji Erpintono atlet terjun payung, mampu berada di urutan 62 dari 169 peserta. Letnan Inf Yogosa, Serda Jupri dan Pratu Hendro Susanto, atlet-atlet anggar yang mampu berada pada peringkat 15 bersama-sama dengan atlet-atlet anggar rangking dunia, kemudian Sertu Kaharudin, atlet orienteering yang mampu mencatat waktu 1:31:06 pada nomor Long Distance. Dalam arahannya, Komandan Kontingen mengatakan bahwa keberangkatan Kontingen Atlet TNI ke Brazil ini merupakan catatan sejarah tersendiri, mengingat ini adalah baru pertama kali TNI mengirim atlet mengikuti Olimpiade Militer Dunia. Untuk itu kita harus dapat memetik pelajaran dari apa yang telah kita lihat dan alami selama berada di Brazil ini. Masyarakat Brazil, kata Brigjen TNI Doni Monardo yang juga didampingi oleh Duta Besar RI untuk Brazil, Drs Sudaryomo Hartosudarmo, adalah masyarakat yang ramah, senang membantu dan penuh kerendahan hati. Meskipun atlet-atletnya banyak yang mendapatkan medali, tetapi mereka tetap rendah hati, sehingga mereka yang kalah dalam bertanding, tidak merasa menjadi bagian dari yang kalah tersebut. Selain itu, kebiasaan masyarakat Brazil yang menyenangi aktifitas olahraga patut dicontoh, sehingga motto yang pernah kita miliki, yakni mengolahragakan masyarakat, dapat kita wujudkan bersama.**
|