| TNI Utamakan Perlindungan Anak Di Kongo | ||||
|
|
Kongo-Afrika, Bekasinews.com.- Satgas Kompi Zeni TNI Konga XX-H/Monusco, mendapat pengarahan tentang perlindungan anak dari child protection section Monusco di Bumi Cenderawasih Camp Dungu, Sabtu (16/7). Dansatgas Konga XX-H/Monusco, Letkol Czi Widiyanto menerima secara langsung kedatangan perwakilan PBB tersebut. Dalam sambutannya Letkol Czi Widiyanto meminta kepada anggota agar momentum seperti ini nantinya dapat dijadikan pedoman dalam menjalankan tugas sebagai penjaga perdamaian di wilayah Kongo. Pengarahan yang diikuti oleh anggota Satgas tersebut membicarakan isu-isu terbaru tentang perlindungan anak, terutama di daerah misi perdamaian di Kongo. Arahan tersebut disampaikan oleh Mrs. Carline Allen (Haiti) selaku child protection advisor atau Penasehat PBB untuk perlindungan anak di wilayah Republik Demokratik Kongo dan sekitarnya. Dalam paparannya, Mrs. Carline menjelaskan bahwa secara internasional, anak-anak adalah mereka yang berada di usia kurang dari 18 tahun. Melalui Carline, Monusco juga meminta Kontingen Indonesia yang tergabung dalam Kompi Zeni TNI Konga XX-H/Monusco untuk ikut aktif dalam kegiatan perlindungan anak sebab sebagaimana diketahui bahwa di Kongo, masih banyak anak yang terlibat dan bergabung, baik secara sukarela maupun terpaksa ke dalam kelompok-kelompok milisi bersenjata. Mrs. Carline menekankan, agar Kontingen Indonesia mampu bersikap dengan bijaksana ketika mereka harus berhadapan dengan milisi yang masih anak-anak. Jika ada satupun kesempatan untuk menyelamatkan mereka, hal itu harus dilaksanakan sepanjang tidak membahayakan keselamatannya sendiri. “Diperkirakan ada lebih dari 300.000 anak-anak yang menjadi korban dan terkena dampak konflik serta perang di Kongo. Kebanyakan anak-anak itu diculik dari desa-desa dan dipaksa bergabung dengan milisi untuk melakukan tindak kejahatan dan kriminal. Anak laki-laki biasanya dimanfaatkan sebagai pembawa barang dan anak perempuan sebagai alat untuk memenuhi kebutuhan biologis anggota milisi yang lebih dewasa”, kata Mrs. Carline. “Saat ini, child protection section bekerja sama secara aktif dengan UNICEF (Organisasi PBB untuk anak-anak) dimana child protection section lebih banyak bekerja di lapangan dengan usaha-usaha memisahkan anak-anak dari milisi dan kelompok bersenjata. UNICEF bekerja dalam usaha rehabilitasi sosial dan psikologis serta mengembalikan anak-anak tersebut ke dalam keluarganya dan masyarakat.”, tambahnya Diakhir acara seluruh anggota diberi kesempatan untuk tanya jawab. Pada kesempatan yang baik itu Mrs. Carline juga mengucapkan terima kasih kepada Kontingen Garuda XX-H selaku Kompi Zeni yang telah banyak memberikan andil dan hasil yang nyata, seperti rehabilitasi jalan di pedalaman Kongo, yang secara langsung akan sangat berpengaruh bagi upaya-upaya perlindungan anak di masa yang akan datang.**
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
|








