Jakarta, Bekasinews.com.- Delegasi Australia, yang terdiri dari lima tokoh muda muslim, akan tiba di Indonesia pada Minggu (15/5), untuk ambil bagian dalam program pertukaran bilateral guna memperkukuh pemahaman Islam dan isu-isu antaragama di kedua negara.
“Delegasi Australia ini merupakan pencerminan keanekaragaman budaya masyarakat Muslim Australia yang luas, terdiri lebih dari 70 latar belakang etnis yang berbeda, termasuk dari Indonesia. Delegasi terdiri tiga wanita dan dua pria, semuanya adalah tokoh muda di masyarakat Muslim Australia,” ujar Duta Besar Australia untuk Indonesia Greg Moriarty, melalui siaran pers di Jakarta, Jum’at (13/5).
Kontak Muslim Australia sudah terjadi sebelum pemukiman Eropa di Australia pada abad ke-16 saat pedagang dan nelayan Makasar berinteraksi dengan penduduk asli setempat di seluruh Australia utara. “Adalah penting bahwa para pemuda Muslim Australia dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang peran agama di Indonesia dan berbagi perspektif mereka tentang berbagai macam isu,” ujar Dubes.
Selama dua minggu di Indonesia (15-29 Mei 2011) mereka akan berkunjung ke Jakarta, Yogyakarta dan Bandung serta bertemu dengan para pemimpin masyarakat dan agama, akademisi dan perwakilan media. Delegasi ini juga akan menghadiri perayaan Waisak di Yogyakarta dan tinggal selama sehari dengan para pelajar dan guru Pesantren Daar el Qolam di Tangerang.
Sementara itu, sejak Maret hingga Juni 2011, tiga delegasi Muslim Indonesia juga melakukan kunjungan ke Australia dalam Program Pertukaran Tokoh Muda Muslim Australia Indonesia. Kelompok terakhir akan bertolak ke Australia pada awal Juni. Program pertukaran ini didirikan pada 2002 oleh Pemerintah Australia melalui Lembaga Australia-Indonesia (AII). AII memainkan peran yang unik dan vital dalam memupuk persahabatan dan memajukan pemahaman antara Australia dan Indonesia.(kominfo/dry)
|