| Presiden SBY Promosikan Nasi Goreng dan Kopi Luwak | ||||
|
Shanghai, Bekasinews.com.- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan bahwa hubungan antara RRT dan Indonesia semakin menguat. Penegasan tersebut disambaikan SBY dalam sambutannya pada Forum Bisnis Indonesia-RRT di Hotel Shangri-La Pudong, Shanghai, RRT, Senin (25/10) petang. "Tahun ini kita merayakan 60 tahun hubungan diplomatik dan 5 tahun pertama kemitraan strategis kita," ujar SBY.Kepala Negara kemudian memberikan selamat atas Shanghai Expo yang mencapai angka 70 juta pengunjung pada hari Minggu (24/10) kemarin. "Saya menerima laporan bahwa paviliun Indonesia dikunjungi 7,6 juta pengunjung dan merupakan paviliun keempat paling populer untuk pilihan makanan. Jadi bagi anda yang belum berkunjung ke paviliun kami, silakan datang dan menikmati nasi goreng dan kopi luwak kami yang terkenal," ujar SBY yang langsung disambut tepuk tangan hadirin. Presiden SBY juga menggunakan kesempatan tersebut untuk menyampaikan laporan perkembangan terbaru Indonesia. Misalnya, pendapatan perkapita naik hampir mencapai 3 ribu dolar AS dan rasio utang terhadap GDP mencapai 77 persen pada tahun 2001, menjadi 28 persen tahun 2009. "Morgan Stanley meramalkan pertumbuhan ekonomi kita akan meningkat menjadi 7 persen di tahun 2011. Dalam laporan kompetitif global baru-baru ini, ranking Indonesia menanjak dari 54 ke 44 dari 139 negara," Kepala Negara menjelaskan. Usaha-usaha good governance Indonesia, menurut SBY, juga makin efektif dan usaha pemberantasan korupsi yang berhasil. "Reformasi menyeluruh yang difokuskan pada pajak, bea cukai, investasi dan birokrasi sejak 2005 telah menghasilkan atmosfer yang kondusif bagi berkembangnya bisnis dan aktivitas ekonomi," terang SBY. Presiden kemudian memberikan gambaran mengenai beberapa bidang yang merupakan lahan investasi yang baik. Beberapa diantaranya adalah pertambangan dan energi, infrastruktur, telekomunikasi dan transportasi, agrikultur dan perikanan, dan industri kreatif. "Hari ini kita melihat kerja sama konkret antara perusahaan animasi Indonesia untuk memproduksi dan mendistribusikan animasi sinema dan serial TV mengenai Zhang He. Ini sangat simbolis karena kita semua tahu admiral Zhang He sering kali berkunjung ke Indonesia dalam misi damai perdangangan dan kebudayaan sekitar 600 tahun lalu, dan sekarang kita melanjutkan kerja sama ini dalam era baru," ujar SBY. Di akhir sambutannya, Presiden SBY mengucapkan selamat kepada pihak-pihak yang menandatangani nota kesepahaman dan menyatakan dukungannya dalam kerja sama tersebut. "Saya ingin mendorong mereka untuk memastikan dan mempercepat implementasi dari perjanjian-perjanjian itu. Pemerintah siap untuk memfasilitasi implementasi dari perjanjian-perjanjian ini," SBY menegaskan. Untuk meningkatkan aliran perdagangan dan investasi, Presiden SBY percaya bahwa antara Indonesia dan China harus meningkatkan pengertian terhadap budaya dan tradisi masing-masing. "Ini hanya bisa dicapai dengan memperluas kontak antara kedua masyarakat kita di semua level, seperti dalam forum bisnis hari ini," ujar SBY. (presidensby/arc)
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
|








