| BI: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tetap Stabil | ||||
|
|
Jakarta, Bekasinews.com.- Krisis keuangan Eropa dan Amerika Serikat tidak membuat Indonesia terseret dalam situasi yang sama.Hingga triwulan III tahun 2011, tercatat pertumbuahan ekonomi Indonesia masih tetap kuat. Demikian juga dengan inflasi masih tetap terkendali sehingga diperkirakan akan tetap mendukung kinerja pertumbuhan ekonomi. Hal sama terjadi pada neraca pembayaran secara komulatif tercatat surplus serta nilai tukar rupiah dalm volatilitas terkendali,sampai dengan Oktober 2011 masih menunjukkan apresiasi sebesar 1,77% dengan volatilitas nilai tukar yang tetap terjaga sebasar 5,2%,hal ini dipengaruhi atas tekanan nilai tukar kawasan yang dipicu oleh ketidak pastian global terutama penyelesaian krisis di Eropa yang belum jelas.Pada sektor perbankan dan sistem pembayaran tetap stabil serta stabilitas sistem keuangan terus terjaga,ungkap Direktur Bank Indonesia, Darmin Nasution di depan Komisi XI DPR RI (22/11) dalam rangaka Rapat Kerja evaluasi pelaksanaan Anggaran Tahunan Bank Indonesia (ATBI). Hingga Oktober 2011 inflasi mencapai 4,42%,jika dibandingkan dengan ahir triwulan III tercatat sebesar 4,61%,hal ini menunjukkan terjadinya penurunan inflasi pada bulan Oktober 2011.Beberapa faktor yang mendukung turunnya inflasi disebabkan menurunnya harga emas di pasaran global dan kelancaran pasokan serta distribusi kelompok komoditas pangan.”Inflasi yang rendah dan terkendali akan mendukung pertumbuhan ekonomi yang masih tinggi” kata Darmin Nasution. Pertumbuhan ekonomi hingga triwulan III tahun ini mencapai 6,5% dengan sumber pertumbuhan yang semakin berimbang dan didorong oleh kinerja ekspor serta membaiknya kinerja investasi,paparnya meyakinkan. Fundamental ekkonomi Indonesia makin membaik,hal ini mendorong kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI). Secara komulatif NPI sampai triwulan III tercatat surplus yang sangat besar.Keberhasilan ini didorong oleh kinerja transaksi modal dan financial (TMF) yang masih baik,hal ini sejalan dengan masuknya modal asing serta penarikan utang luar negeri swasta.Kondisi ini menjadikan terpeliharanya cadangan devisa pada ahir Oktober yang tercatat sebesar USD 114 atau setara denagn 6,6 bulan impor dan pembayaran utang Luar Negeri Pemerintah. Makro Ekonomi Kinerja makro ekonomi sepanjang 2011 didukung sistem perbankan yang stabil,sehat dan lebih efisien diiringi dengan semakin membaiknya fungsi intermediasi.Hal ini tercermin dari beberapa indikator yang membaik,seperti Financial Stability Index (FSI) mencapai 1,68 atau masih jauh dibawah 2,rasio kecukupan modal (CAR) berada pada level 16,7% jauh diatas minimum 8% dan rasio kredit bermasalah (NPL) sebesar 2,7% atau dibawah 5%,serta intermediasi perbankan yang mencatat pertumbuhan kredit mencapai 26% dengan pertumbuhan kredit sektor produktif (KI dan KMK) yang lebih tinggi dibandingkan dengan kredit konsumsi. Menurut Darmin Nasution,BI dalam mendukung perekonoiman Indonesia tetap menjaga dan siaga terhadap kehandalan,kelancaran dan efisiensi system pembayaran nasional.Hal ini tercermin dari kecepatan setelmen antar bank di Systemically Important Payment System (SIPS) yang mencapai 100% karena dukungan tingkat kehandalan dan ketersediaan Sistem Bank Indonesia Real Time Gross Settelment (BI-RTGS),Bank Indonesia-Scripless Security Settelment System (BI-SSSS) serta Sistem kliring Bank Indonesia (SKNBi) yang sampai triwulan III mencapai 99,9%. Realisasi anggaran penerimaan Sampai dengan Oktober 2011,menurut Darmin Nasution,realisasi anggaran penerimaan mencapai Rp.22.324 miliar atau 98,68% dan diprognosakan pada ahir tahun mencapai 112,23 %,pada anggaran pengeluaran realisasi sebesar Rp.3.510 miliar atau telah mencapai 66,63% dari ATBI 2011,diprognosakan sebesar 82,28%. Pengelolaan devisa menurutnya telah memberikan realisasi penerimaan yang besar dengan nilai Rp.18.716 miliar atau 98,14% dan diprognosakan mencapai 109,47%.Demikian juga dengan penerimaan Surat-Surat Berharga Dalam Negeri dan penbiayaan sebesar Rp.3.233 miliar atau 133,64% yang diprognosakan mencapai 138,66%. Gubernur Bank Indonesia ini juga mencatat realisasi pengeluaran terbesar, BI mencatat pada pengeluaran gaji dan penghasilan lainnya tercatat sebesar Rp.1.504 miliar atau 75,67% jika diprognosakan sebesar 87,10%,serta Pengembangan dan Pemeliharaan Sumber Daya Manusia sebesar Rp.1.164 miliar atau 64,91% dengan prognosa 80,04%.(Zainuddin)
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||








