|
Meulaboh, Bekasinews.com.- Pemeritah Kabupaten Aceh Barat merasakan betapa pentingnya program Jamsostek untuk memberikan kesejahteraan bagi rakyat dan pekerja diwilayahnya. Untuk kepesertaan Jamsostek kedepan, direncanakan akan memasukkan seluruh, pamong desa, kepala Desa (Mukim) menjadi peserta Jamsostek. Rencana ini segera dilaporkan ke Bupati untuk dilakukan tindak lanjut dalam pebruari 2009. Demikian dikatakan Kaharudin S, Asisten III Pemkab Meulaboh saat menerima audiensi rombongan Kakanwil I PT. Jamsostek (Persero) di Meulaboh, baru baru ini. Asisten III Pemkab Aceh Barat juga menjelaskan kondisi Meulaboh pasca tsunami dan menjelaskan perkembangan Pembangunan di daerah tersebut. Kakanwil I PT. Jamsostek (Persero), Dr. H. Mas`ud Muhammad, MM dalam sambutannya mengatakan, banyaknya perusahaan atau pengusaha yang tidak mendaftarkan karyawannya mengikuti Jamsostek karena mereka tidak mengetahui manfaat Jamsostek. "Begitu juga dengan masyarakat, bahkan pemerintah daerah sendiri masih banyak yang belum mengerti secara utuh apa manfaat Jamsostek. Bahkan penegak hukum juga tidak mengetahuinya, karena mereka belum memahami sanksi pidana bagi yang melanggar program Jamsostek," pungkasnya. Untuk itu, Jamsostek berupaya aktif dan terus mensosialisasikan manfaat Jamsostek baik kepada pengusaha maupun masyarakat lainnya yang bekerja pada suatu perusahaan dan tenaga kerja informal yang saat ini sudah dapat menjadi peserta Jamsostek. "Masyarakat harus yakin bahwa Jamsostek telah kerjasama dengan dokter, rumah sakit, klinik, yang cukup profesional dalam memberikan pelayanan yang prima kepada peserta Jamsostek apabila nantinya ada yang sakit karena kecelakaan kerja," paparnya yang dalam kesempatan itu memperkenalkan rombongan terdiri dari Kakacab P Siantar Sayed Ardhon (pernah menjadi kakacab Meulaboh, NAD dan Lhokseumawe), Kakacab Meulaboh M Nur dan Staf, Taslim Djamal dan Humas Sanco Manullang). Dalam sambutannya, Kakanwil berharap agar aparat Pemda dan PT. Jamsostek semakin akrab dalam mensukseskan program Jamsostek sehingga dapat menjadi sebuah gerakan di daerah tersebut. Mas’ud juga menjelaskan juga program-program Jamsostek dan juga upaya penegakan hukum serta sosialisasi program Jamsostek kedepan. Kakanwil berharap agar Provinsi Aceh dapat mengikuti provinsi lain lebih gencar dalam melindungi dan mengikutkan masyarakatnya menjadi peserta Jamsostek, karena program Jamsostek adalah program pemerintah. Sementara itu Kepala Jamsostek Meulaboh M Nur Ibrahim mengatakan, Perusahaan di Aceh pada umumnya, dan khususnya di Meulaboh, masih sangat minim dalam mengikuti program jaminan Sosial tenaga kerja (Jamsostek) yang bersifat wajib, sebagaimana amanat UU No. 3 tahun 1992. “Angkanya belum mencapai 40 persen ,” kata nya seraya mengaku banyak pihak yang terkesan mengabaikan program tersebut dengan dalih biaya tinggi . Pertemuan dilaksanakan di kantor Bupati Aceh Barat, sejumlah pejabat dan dinas terkait seperti Kadisnaker T Armand dan lainnya. (*)
|