Dewan Baru, PR Lama
Oleh Administrator    Rabu, 19 Agustus 2009 14:10    PDF Cetak E-mail
Penilaian Pengunjung: / 0
KurangTerbaik 
Seminggu terakhir  beberapa daerah  menyelenggarakan moment bersejarah yang hanya berlangsung lima tahun sekali yakni pelantikan anggota DPRD terpilih periode 2009 – 2014.

Muka baru menghiasi hampir seluruh daerah pemilihan, masyarakat berharap kepada muka baru ini untuk bisa mengadakan perubahan yang selama ini hanya dirasakan oleh kalangan elitis tertetu.

PR lama yang tak lain adalah tidak terhindar dari perbuatan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) tetap menjadi harapan masyarakat pemilih. Mereka dipilih karena memberikan harapan akan perubahan dan tidak tergoda dengan bujukan materi yang membuat mata siapapun berubah menjadi hijau.

Semangat perubahan bisa saja teraktualisasi dalam tahun-tahun pertama  anggota DPRD yang baru terpilih saat ini. Menjelang Tahun kedua, godaan semakin kuat bahkan sudah berani meninggalkan titah dan dokrin yang selama ini diayakininya sebagai bagian idealis untuk memperjuangkan aspirasi rakyat.

Belum ada contoh yang kongrit dari mantan anggota DPRD di NTB yang bisa dijadikan tauladan bahwa jabatan mereka bukan untuk memperjuangkan aspirasi rakyat. Yang terdengar justru jabatan sebagai manifestasi untuk merebut kekuasaan yang lebih besar baik secara formal maupun informasi.

Bahkan banyak contoh yang sudah disaksikan oleh masyarakat, aktivis yang tadinya getol menyuarakan perubahan namun setelah duduk di kursi Dewan, perubahan yang diperjuangkan tak lain adalah bagaimana kelompok dan parpol mereka semakin kuat.

Siapapun yang masuk dalam lingkaran kekuasaan saat ini, akan sulit menolak godaan yang ada. Faktornya tak lain karena lingkungan sekitarnya mendukung godaan tersebut agar sang “ Dewan Terhormat” mau mengikuti kemauan sang pengoda.

“Ah aku lebih percaya kepada parpol yang selama ini di cap korup.” Celetuk temanku.

Pandangan yang sangat wajar, parpol baru dengan jargon reformasi, dan parpol Islam berkamuflase Alqur’an dan Hadist justru lebih ganas dari parpol sekuler yang sejarahnya memang penuh dengan lumuran KKN.

Perubahan pasti akan bisa terjadi,  bukan masyarakat yang harus member i tekanan. Kuncinya terletak pada niat dan hati sang Dewan terpilih.
Rumah yang bersih akan bermula dari sapu yang bersih, maka tiap individu harus bisa menjaga kebersihan tersebut. Jika saja hanya ada satu sapu yang bersih maka konsekwensi dia akan tercebur atau stress dan hanya pasrah menunggu lima Tahun lagi.

Selamat kepada Anggota Dewan Terpilih yang berhasil dilantik, niat untuk perubahan pasti ada, namun yang perlu di ingat godaan juga akan sangat dahsyat, sedahsyat anda melantunkan janji-janji saat kamapnye dulu.
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 

Vnet

Iklan Kampanye

Advertising

Top Kontributor

Anda sedang menggunakan Internet Explorer 6 (IE6).

Browser anda Sebaiknya di upgrade ke version 7 Internet Explorer (IE7)

Free Update silahkan kunjungiInternet Explorer 7 worldwide page.