|
Pesta rakyat lima tahunan sudah berjalan lancar dan damai, rakyat berbondong menggunakan haknya untuk memilih wakilnya di DPR, DPD, DPRD Provinsi dan Kabupaten. Hasil Quickcount menempatkan posisi Partai Demokrat (PD) masih Berjaya memimpin perolehan suara, namun dipastikan PD akan dikalahkan oleh tingginya Golangan Putih ( Golput ) pada pemilu tahun 2009 ini. Fenomena Golput sudah mulai mengemuka sejak setahun yang lalu, masyarakat yang sudah apatis dengan pemerintahan dan politisi yang tak kunjung memberikan perubahan lebih memilih jalan aman untuk tidak memilih siapapun dalam pemilu pemilu kali ini. Hasil survey beberapa lembaga menunjukkan Golput akan melebihi angka 30%, bahkan tingginya angka Golput kali ini akan memecahkan rekor Golput pemilu-pemilu sebelumnya. Apatisme dan sinisme masyarakat bukanlah satu-satunya penyebab tingginya Golput, carut marut Daftar Pemilih Tetap (DPT) juga menyumbang angka cukup besar golput terjadi. Keraguan masyarakat akan kinerja Komisi Pemilihan Umum ( KPU ) sudah dilontarkan sejak lama, bahkan banyak yang menuding KPU sama sekali tidak berkompeten untuk melaksanakan Pemilu pada tanggal 9 April 2009. Sudah tentu sorotan ketidakmampuan terhadap KPU ini melahirkan gagasan agar Pemilu di undur. Kampanye untuk bergolput ria bukan saja di suarakan oleh kelompok yang sudah apatis terhadap perilakau eksekutif dan legislative terhormat, tapi juga berasal dari tokoh nasional. Sebut saja mantan Presiden RI Gus Dur yang jauh-jauh hari mengajak pendukungnya untuk ber golput. Ajakan Gusdur ini akhir berubah tatkala Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) berhasil menggandeng Gusdur dalam berkampanye. Semangat bergolput juga muncul disitus-situs jaringan social seperti facebook, didalam situs ini puluhan grup yang mendukung golput berusaha mencari anggota sebanyak mungkin. Nah..jika saja Golput diakui suaranya maka Golput akan menggeser Demokrat dalam meraih suara terbanyak berdasarkan hasil Quickcount. (arh)
|