|
Pemilihan Umum ( Pemilu ) Tinggal beberapa hari lagi, pesta rakyat yang hinggar binggar lima tahun lalu tidak terasa pada saat pemilu kali ini. Hanya saja kader inti dan loyal dari partai bertarung lebih banyak menyemarakkan kampanye terbuka yang digelar dibeberapa kota.
Hinggar Binggar yang identik dengan kampanye dan antusiasme masyarakat yang minim saat ini apakah menggambarkan ancaman Golput menjadi lebih besar ? jawabannya “May be YES, May NO”. Golput alias Golongan Putih bisa diakibatkan oleh beberapa factor diantaranya pertama kekecewaan, pemilih kecewa dengan janji politisi lima tahun lalu yang saat ini tidak menunjukkan perubahan yang diharapkan. Kedua, Bingung banyaknya partai politik yang bertarung membuat masyarakat bingung untuk memilih mana yang terbaik. Apalagi untuk saat ini pemilihan dengan sistem suara terbanyak membuat masyarakt terganggu dengan terror Visual yang bertebaran dimana-mana. “Ah bingung..mana calegnya nga tidak kenal, gambar terpampang dimana-mana,” jelas salah seorang temanku yang juga ikut bingung. Ketiga, Kurangnya sosialisasi pemilu. Meskipun pemilu tinggal beberapa hari lagi masih banyak masyarakat yang belum mengetahui kapan pemilu dilaksanakan. Belum lagi mengenai bentuk surat suara dan sistem pencoblosan yang berubah menjadi pencontrengan. Dipastikan dengan masih minimnya sosialisasi, masyarakat akan enggan datang ke TPS pada hari pelaksanaan pemilu 9 April nanti. Keempat, karena sikap. Sikap masyarakat yang sudah apatis terhadap pemerintah dan poiltisi selama ini akan tetap bertahan. Pilihan karena sikap biasanya pada pemilu-pemilu sebelumnya kelompok ini memang tidak pernah mau memilih dalam Pemilu. Ya boleh di bilang ini kelompok Golput Abadi. Dan faktor kelima yakni karena Sembako, faktor sembako bisa jadi akan memicu masyarakat untuk tidak memilih siapapun atau dia akan memilih wakilnya tapi memilih lebih dari satu partai atau caleg. Masyarakat yang sudah menerima sembako dari beberapa caleg dan partai kemungkinan akan berpikir kalau saya memilih hanya satu partai atau caleg maka tidak enak dengan partai atau caleg lainnya yang juga telah memberikan sembako. Istilah masyarakat berpikir biar “Fair”….nah kalau begini sama saja dengan golput alias suara tidak sah. Anda masuk kelompok yang mana, terpikir Golput atau mensukseskan pemilu….? Hanya anda yang tahu jawabannya. (arh)
|