| Siap-siap Mencontreng | ||||
|
Meskipun belum memanas, masa kampanye terbuka sudah mulai menunjukkan suhu semaraknya persta demokrasi yang akan berlangsung 9 April mendatang.Pertemuan kecil dan konvoi kendaraan sudah terlihat meskipun belum menunjukkan tanda-tanda akan memacetkan jalan raya. “Bingung”….tentu akan terjadi. “Bingung” bukan saja akan dialami oleh pemilih yang notabene tidak mengenal siapa yang akan dipilih. Ironisnya lagi masih banyak Caleg yang masih bingung materi apa yang akan disampaikan dalam kampanye ini. “Bingung” juga menghinggapi caleg yang sudah duluan melakukan kampanye, dan saat kampanye terbuka dimulai mereka sudah kehabisan amunisi berupa dana yang seharusnya siap untuk digunakan saat kampanye terbuka dimulai. Kebetulan didekat komplek penulis berdomisili, ada seorang caleg dari partai baru untuk Dapil Jatiasih, Jatikramat Bekasi. Sekitar 4 bulan yang lalu, caleg ini semarak memasang spanduk, bendera dan stiker diseputar tempat tinggalnya. Namun menjelang kampanye terbuka..spanduk didepan rumahnya saja sudah menghilang alias tidak ada lagi. Bisa jadi amunisi pas-pasan sudah habis saat pertama kami memasang atribut kampanye. Wajah baru yang sebelumnya tidak pernah memasang atribut kampanye juga marak, dan tak ketinggalan caleg berkantong tebal tetap berusaha menguasai bahu-bahu jalan agar spanduk dan bannernya kontrak mendominasi. “sampai-sampai aku lupa siapa saja yang menjadi caleg, saking banyaknya.” Cetus temanku bercerita apakah dirinya akan memilih atau Golput dalam pemilu mendatang. Kerepotan mencontreng juga akan muncul dengan besarnya lembar suara, bahkan banyak dari pemilih yang sama sekali belum mengetahui bentuk dari surat suara tersebut. “Yang pasti setelah pemilu banyak orgil alias orang gila,” celetuk salah seorang pemilik percetakan di bilangan Pramuka Jakarta. “Ngak peduli mereka akan gila apa tidak, yang jelas kami tetap berharap mereka order ketempat kami,” tambahnya dengan semangat. Lain lagi dengan sahabatku yang ada di luar Jawa, dia menyarankan agar semua toko menutup usahanya selama 3 hari pasca hari pemilu nanti. “Saya sangat mengkuatirkan, jika toko tersebut menjual racun tikus, obat pembasmi hama, baygon dan tali nilon, maka Caleg yang gagal akan membeli barang tersebut dan akan bunuh diri.” Ungkapnya. Nah..jangan lupa mencontreng tanggal 9 April nati, jangan sampai di TPS nanti justru bolpennya kehabisan tinta, jadi deh GOLPUT. (arh)
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||




Meskipun belum memanas, masa kampanye terbuka sudah mulai menunjukkan suhu semaraknya persta demokrasi yang akan berlangsung 9 April mendatang.



