|
KLB dilaksanakan di Gedung PKPRI, Jalan Arief Rahman Hakim nomor 28 Subang, Jawa Barat, pada tanggal 24 sampai 26 Agustus 2007. Perhelatan tersebut didukung oleh seluruh Kordinator Daerah, yang menghendaki adanya pertemuan nasional, akibat berlarut-larutnya kemelut organisasi yang dipimpin oleh ketua umum Perhimpunan Jurnalis Indonesia (PJI) Ismet Hasan Putro.
Siaran Pers Kordinator Nasional Persatuan Wartawan Indonesia Reformasi (PWI- Reformasi) Melalui Kongres Luar Biasa (KLB) Perhimpinan Jurnalis Indoensia (PJI) di Subang, PJI berubah kembali menjadi Persatuan Wartawan Indonesis Reformasi (PWI-Reformasi). Terpilih sebagai Ketua umum Kordinator Nasional (Kornas), Narliswandi Piliang (Jimbarwana TV) dengan sekretaris umum Kaka Suminta (Radar Cirebon).
KLB dilaksanakan di Gedung PKPRI, Jalan Arief Rahman Hakim nomor 28 Subang, Jawa Barat, pada tanggal 24 sampai 26 Agustus 2007. Perhelatan tersebut didukung oleh seluruh Kordinator Daerah, yang menghendaki adanya pertemuan nasional, akibat berlarut-larutnya kemelut organisasi yang dipimpin oleh ketua umum Perhimpunan Jurnalis Indonesia (PJI) Ismet Hasan Putro. Ismet dengan Sekretaris umumnya Fikar W. Eda memimpin PJI paska KLB PWI Reformasi di Yogyakarta akhir tahun 2004 lalu. Kemelut dalam tubuh organisasi yang lahir pada masa reformasi tersebut mencapai puncaknya ketika dalam rapat MPN diperluas di Gedung PDS HB. Jassin, Jakarta, tanggal 5 Mei 2007 memutuskan untuk menonaktifkan Pengurus Nasional dan membentuk care taker Pengnas PJI dengan ketua Saiful Bahri sementara sekretaris dijabat oleh Edi Mulyadi. Salah satu tugas care taker adalah melaksanakan KLB pada bulan Agustus 2007. Perdebatan tentang kembali ke PWI Reformasi, atau tetap menggunakan PJI sempat memanaskan suasana, ketika Pengda Jateng sangat keberatan dengan keinginan mayoritas peserta untuk kembali bernama PWI Reformasi. Sementara suara mayoritas beranggapan bahwa kembali keputusan untuk kembali ke PWI reformasi sangat strategis untuk mengembalikan kebesaran organisasi. Selain alasan bahwa masih banyak pengurus daerah yang masih menggunakan nama PWI Reformasi, seperti disampaikan oleh utusan dari Papua, NTT dan Sumsel. Utusan Jateng bersama ketua MPN PJI Bandelan Amarudin walk out (WO) dari sidang sebagai protes atas keputusan sidang untuk kembali menggunakan nama PWI Reforansi tersebut. Sementara utusan Sulawesi Utara Albert Teweu yang semula juga keberatan dengan keputusan tersebut akhirnya dapat memahami dan menerima keputusan sidang. Dalam sesi pemilihan Ketua umum, tiga peserta tampil sebagai kandidat yakni Narliswandi Piliang (Jakarta), Asep Iskandar (Forum-Jakarta) dan Yulhasni (Sumut Pos). Melalui pemungutan Suara Nasliswandi yang dikenal dengan sebutah Iwan terpilis sebagai ketua umum. Melalui rapat Formatur, pengurus nasional PWI reformasi terbentuk dan Kaka terpilih mendampingi Iwanb untuk periode kepengurusan 2007-2010. Sementara itu Budiman S Hartoyo, pendiri dan ketua umum pertama PWI Reformasi duduk sebagai ketua Dewan Kehormatan Kode Etik (DKKE), dan Asnadi CA (Sumsel) menjabat ketua Majelis Pertimbangan Nasional (MPN). Seluruh sidang KLB berakhir Minggu (26/8) pagi dengan pengukuhan kordinator nasional PWI Reformasi dan pidato perdana ketua umum terpilih. Subang, 26 Agustus 2007 Agus Eko Muhamad Solihin. (Radar Karawang)
|