|
Kali Cikarang Tercemar Limbah Perusahaan
|
|
Oleh M. Joko YP
Sabtu, 01 Mei 2010 23:32 |
|
|
|
|
Sukatani, Bekasinews.com.- Kali Cikarang yang melintasi beberapa Desa di Kecamatan Sukatani dan menjadi sarana Mandi Cuci Kakus (MCK)bagi masyarakat tercemar limbah Perusahaan sehingga air kali Cikarang Kini menjadi hitam dan bau. Tercemarnya kali cikarang membuat masyarakat Desa Sukamulya resah, pasalnya kini air kali tidak dapat digunakan untuk MCK. “Kami biasa menggunakan air kali Cikarang untuk mandi ,cuci dan Kakus (MCK), namun sudah bebrapa hari ini kali Cikarang tercemar limbah mengakibat air kali menjadi hitam dan bau, tercemarnya kali cikarang oleh limbah sudah sering terjadi, namun sampai saat ini belum juga ada tindakan dari Pemkab Bekasi, untuk menindak perusahaan yang seenaknya membuang air limbahnya ke kali cikarang”ujar egeg warga Desa sukamulya. Hal tersebut di benarkan oleh Sekdes Sukamulya Iwan Ruswandi mengatakan “Masyarakat saya saat ini resah karena kali yang menjadi sarana bagi masyarakat untuk mandi . cuci dan kakus tercemar limbah perusahaan, dulu air kali Cikarang bening dan bersih namun sekarang keadaanya sangat memprihatinkan, airnya menjadi baud an hitam, berdampak bagi anak-anak yang mandi di kali akan terkena penyakit kulit, saya berharap DPRD dapat mengatasai permasalahan tercemarnya kali Cikarang, sehingga masyarakat dapat kembali menikmati air kali Cikarang yang bersih untuk sarana MCK’tandasnya. Sementara itu tercemarnya kali Cikarang membuat LSM Kompi23 (Komite masyarakat peduli Bekasi ) unjuk bicara seperti yang dikatakan Marjaya “ini merupakan tanggung jawab Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi khususnya Bagian pengawasan lingkungan hidup (BPLH), jangan hanya berdiam diri melihat penderitaan masyarakat Desa karena kali cikarang menjadi denyut nadi kehidupan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Kali Cikarang selain menjadi sarana untuk mandi, cuci dan kakus, juga untuk pengairan sawah yang berada di Desa sukamulya, kalau tercemar seperti ini, masyarakat sangat di rugikan, BPLH punya mata tapi tidak melihat, punya , punya telinga tapi tak mendengar dan punya tenaga tidak bisa berbuat apa apa, di gaji masyarakat hanya berleha leha, tidak memperhatikan masyarakat yang menderita akibat air kali Cikarang tercemar. “Saya heran telah lama air kali Cikarang ini tercemar limbah perusahaan namun sampai saat ini belum ada penanggulangan, air kali Cikarang yang dulu bening kini menjadi hitam dan bau , air kali berubah seperti oli bekas.” tandas marjaya kesal. Dampak pencemaran limbah kali cikarang juga mengakibatkan kalangan petani merasakan dirugikan karena tercemarnya air kali cikarang, sebab air kali cikarang juga di gunakan untuk pengairan sawah. Sekretaris Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Desa Sukamulya Hilmi mengatakan sejak air kali Cikarang tercemar kini produksi tanaman petani menjadi berkurang karena untuk mengairi sawah para petani menggunkan air kali Cikarang. ”Sebelum tercemar setiap 1 Ha sawah dapat menghasilkan 6 ton padi tapi setelah tercemar kini hanya menghasilkan 3-4 ton , saya berharap Bupati Bekasi dapat mengatasi keluhan masyarakat petani dan warga yang menggunakan air kali Cikarang agar tercemarnya kali Cikarang dapat teratasi”ujarnya ( M. Joko YP)
|