Sukarahayu, Bekasinews.com.- Akibat musim tanam padi yang tidak bersamaan maka pada musim kemarau kali ini masyarakat petani Desa Sukarahayu kesulitan air, sehingga banyak petani yang mempunyai sawah terbengkalai karena kekurangan air.
Hal tersebur di benarkan Kepala Desa Sukarahyu Nasro pada bekasinews.com mengatakan “Selain musim kemarau panjang yang mengakibatkan debit air berkurang, disaluran air sekunder tidak banyak menampung air sehingga para petani yang akan menanam padi kekurangan air. Selain itu juga yang telah menanam padipun kawatir tanaman padinya akan mati akibat kekurangan air.”ujar Kades.
Selanjutnya kades juga mengungkapkan ”pada setiap minggon saya selalu mengutarakan kepada PPL agar di berikan edaran untuk menanam padi secara bersamaan sehingga tidak berebut air, selain kekurangan air pada musim kemarau akibat tidak meratanya musim tanam mengakibatkan timbul hama, saya berharap juga saluran sekunder yang berada di Desa Sukarahayu agar di normalisasi karena keberadaan saluran sekunder sudah sangat dangkal yang tidak dapat menampung air. Akibatnya para petani banyak yang mengeluh kekeurangan air, sebab masyarakat petani Desa Sukarahayu sebagian besar masih menggantungkan nafkah pencariannya sebagai petani.” tandasnya.
Disisi lain masyarakat petani Desa Sukarahayu Kecamatan Tambelang selain mengharapkan normalisasi saluran sekunder juga sangat mendambakan infrastruktur pertanian di Desa Sukarahayu di perbaiki seperti saluran irigasi dan sarana pertanian lainnya sehingga masyarakat petani dapat meningkatkan hasil pertaniannya dan meningkatkan taraf hidup petani.
Seperti yang di tuturkan petani yang berasal dari kp.gempol yang tidak mau disebut namanya mengatakan ”Seharusnya sarana pertanian di Desa Sukarahayu di perbaiki agar masyarakat petani tidak lagi mengalami kesulitan air jika musim kemarau seperti ini. JUika saluran sekunder di Desa sukarahayu di normaslisasi dan saluran irigasi juga di perbaiki sehingga musim panas dapat menampung air dan dapat mengairi sawah.” ujarnya. (Dedi Rahmat H)
|