Sukaraja, Bekasinews.com.- Desa Sukaraja yang berpenduduk kurang lebih 4500 jiwa sebagian besar masyarakatnya menggantungkan mata pencarian sebagai petani. Luas pertanian Desa Sukaraja Kecamatan Sukatani Kabupaten Bekasi mencapai 200 Ha.
saat ini mengalami kekurangan air jika musim kering tiba, sehingga masyarakat petani yang berada di Desa tersebut sangat mengharapkan adanya Normalisasi Saluran pembuang ( saluran Sekunder). Sebab dengan dangkalnya saluran sekunder tersebut jika musim kemarau tidak dapat menampung air sehingga masyarakat petani merasakan kesulitan untuk mendapatkan air untuk mengairi sawah akan berdampak kepada tanaman padinya akan gagal panen.
Kepala Desa Sukaraja, M.syarif ketika di konfirmasi, Bekasinews.com mengatakan, “memang benar saluran pembunag (Saluran Sekunder) yang berda di Kp.Kosambi Sepuhun saat ini tengah dangkal.
Saluran sekunder tersebut merupakan saluran pembuang yang dapat menampung air dari kali Cikarang dengan dangkalnya saluran sekunder makan tidak dapat menampung air saat musim kemarau tiba, hal ini menyebabkan masyarakat petani yang berada di Desa Sukaraja kesulitan air.” Ujarnya.
Lebih Lanjut Kades menuturkan, masyarakat petani sangat mengharapkan adanya normalisasi, sehingga saluran pembuang tidak dangkal dan dapat menampung air saat musim kemarau. Selain itu saluran pembuang yang berada di kp.Kosambi sepulun selain dangkal lebarnya kini hanya tinggal 1 meter. Padahal saluran pembuang tersebut dahulunya mempunyai lebar 2,5 Meter.
Karena itu saya sangat mengharapkan Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi mau menormalisasi saluran sekunder tersebut guna meningkatkan taraf hidup masyarakat dari hasil pertanian, tandasnya lagi. (Dedi Rahmat H)
|
|
Terakhir Diupdate ( Selasa, 20 Oktober 2009 21:34 )
|