Cibitung,bekasinews.com.- Nasib yang dialami Yuliana Ningsih, sungguh kurang beruntung pasalnya setelah kedua orang tuanya tiada terpaksa kini harus hidup dengan bibinya yang hidupnya juga sangat pas-pasan sehingga untuk menopang biaya pendidikan Yuliana Ningsih kedua orang tua angkat Yuliana Ningsih harus banting tulang sebagai penitipan kambing untuk dibesarkan, yang hasilnya di bagi dua.
“Sejak kedua orang tuanya meninggal Yulia Ningsih tinggal dengan kami, waktu itu usia baru sekitar delapan bulan” sehingga saya berkewajiban untuk mendidiknya dan saat sekolah dasar saya masukkan di Madrasah Ibtidaiyah “Sa-Suyutiah, hingga tamat.
"Karena anaknya pandai di MI tempatnya sekolah Yuliana Ningsih sering dapat gelar juara dan mendapat bea siswa, hingga dapat menamatkan sekolah Dasarnya, namun untuk melanjutkan sekolah SMP kami sangat membutuhkan biaya, karena itu saya mengajukan kepada bapak camat Cibitung untuk membantu biaya sekolah anak saya," Ujar Ibu Angkatnya.
syukur alhamdullilah , pak camat sangat respond dan membantu biaya, sehingga anak saya dapat membeli peralatan sekolah dan buku pelajaran lainnya tambah ibu angkatnya.
Disisi lain ketika Bekasinews mengkonfirmasikan perihal bantuan yang diberikan kepada siswi kurang mampu (Anak Yatim Piatu), Ahmad Syahbani, mewakili Camat cibitung mengatakan “ pak camat sangat respond dan siap membantu bagi masyarakat kurang mampu apalagi anak yatim piatu untuk biaya pendidikan.
"kami diintruksikan untuk segera menangani nya, dan telah dibantu untuk sementara berupa biaya untuk membeli peralatan sekolah.”ujarnya.
Sementara itu Yuliana Ningsih mengatakan “saya sangat berterima kasih atas bantuan Pak camat sehingga saya dapat membeli peralatan sekolah selain itu saya berharap bantuan ini tidak hanya sekali saja, saya berharap pak camat dapat membantu biaya pendidikan saya hingga saya dapat menamatkan Sekolah Menengah Pertama (SMP),tandasnya. (M. Joko YP)
|