|
Oleh M. Joko YP
|
|
Jumat, 12 Maret 2010 01:14 |
|
Peletakan Batu Pertama Pembangunan Pondok Pesantern Modern “FITYAH”
Bekasi, Bekasinews.com.- Diatas tanah wakaf H. Dirman, seluas 2000 m peletakan batu pertama pembangunan Pondok pesantern Modern “FITYAH”6 maret 2010 yang lalu , dihadiri oleh Anggota Dewan Partai Keadilan (PKS), Ustd Nur Yasin dan Zaenal Mutaqin, Tokoh masyarakat, Ketua dan Angota BPD Desa Telajung , Bimaspol dan Kepala Desa Telajung, Atjep Sunarya beserta staf, Camat Cikarang Barat A. Karim yang sedianya akan hadir dalam peletakan batu pertama pembangunan Pondok Pesantren Fityah tidak dapat hadir dikarenakan adanya halangan. Pembangunan Pondok Pesantern diatas tanah 2000 m. mendapat dukungan dari Kepala Desa dan warga Desa Telajung, karena selama ini warga Desa Telajung sangat mengingkan adanya Pondok Pesantern Modern, seperti yang ada di daerah lain, untuk menciptkan Desa Telajung menjadi Kota santri, sesuai dengan visi misi Kabupaten Bekasi. Disela-sela acara peletakan batu pertama pembangunan Pondok Pesantern Fiyah, Ustd Nuryasin anggota Dewan dari fFraksi PKS, yang hadir mengatakan, “Insyah Allah pembanguna Pondok Pesantern ini akan berjal;an sesuai dengan rencana, maksud tujuan dibangunnya Pondok Pesantern Fityah guna untuk mewujudkan Kabupaten Bekasi yang Agamis , serta untuk mensiarkan ajaran Agama Islam kepada generasi muda”ujarnya Hal senada juga dituturkan oleh Zaenal Mutaqin “Pembanunan Pondok Pesantern Fityah , mendapat bantuan pembangunan dari APBD yang Insyah Allah jika pembanguna nPondok Pesantern telah selesai , nanti peresmiannya akan di hadir Gubernur Jawa Barat.”tuturnya. Kepala Desa Telajung ketika di Konfirmasi Global Post mengatakan, “Saya sangat bangga dan mendukung pembangunan Pondok Pesantern Modern Fityah, semoga pembangunan ini berjalan lancar dan cepat selesai, sehingga Desa Telajung mempunyai Pondok Pesantern Modern untuk menuju Desa Telajung menjadi Kota santri.” Lebih kanjut Atjep juga menambahkan, “Masyarakat Desa telajung dibangunnya Pondok Pesantern Modern Fityah, diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat khususnya generasi muda yang ada di desa Telajung untuk menimba Ilmu di Pondok Pesantren Fityah, sehingga tujuan dan cita cita masyarakat Desa Telajung untuk mewujudkan Desa Telajung menjadi Kota Santri akan terwujud”imbuhnya. ( M. Joko YP)
|
|
|
Oleh M. Joko YP
|
|
Jumat, 12 Maret 2010 01:10 |
Dewan Dingin Tanggapi Keluhan Masyarakat Bekasi, Bekasinews.com.- Jalan masuk kerumah Bupati Saaddudin dapat diperbaiki dengan baik, namun jalan di Perumahan Desa Telaga Murni kenapa dibiarkan terlantar oleh Pemda Kabupaten Bekasi padahal tidak ada istilah warga kelas satu dan warga kelas dua, demikian hal itu dikatakan oleh Yuri minggu lalu kepada Bekasinews. Menurut Sri perbedaan ini jangan dibiarkan dan dianggap hal yang sepele karena kami sebagai warga Kabupaten Bekasi minta perlakuan yang sama dengan Bupati, apa bedanya kami dengan Bupati, rumah Bupati jalannya bagus,jalan rumah kami jelek, apa gunanya kami punya Dewan H kardin yang mewakili warga, kalau urusan jalan saja tak dapat diperbaiki, ujar Yuri dengan nada kesal. Sementara itu kabar yang diterima oleh warga, jalan di depan rumah dewan mendapat anggaran perbaikan meski jalannya masih bagus namun jalan yang sudah berkali-kali diusulkan dalam musrembang untuk diperbaiki dibiarkan rusak tanpa ada perhatian, ini sungguh ironis bukan . H Kardin , Ketika ditanya oleh Bekasinews dirumahnya kapan jalan rusak di Perumahan Telaga murni mendapat perhatian dan anggaran dari Pemda untuk diperbaiki , mengatakan menurut keterangan dari Dinas Tarkim (Tata Ruang dan Pemukiman ), jalan itu belum diserahkan ke Pemkab Bekasi masih dalam dalam tanggung jawab Developer. Jawaban itu sangat disesalkan warga karena itu asal jawaban yang tidak memuaskan warga. Warga hanya menuntut kenapa jalan itu diperbaiki di depan rumahnya saja dan dapat anggaran serta kenapa jalan perumahan kami tidak. Sri warga Perumahan sangat berharap Pemkab tidak cuek dengan permintaan warga, karena hanya jalan yang bisa dinikmati oleh warga yang lainnya baru sebatas janji. (M. Joko YP)
|
|
Oleh M. Joko YP
|
|
Jumat, 12 Maret 2010 01:03 |
Sukadanau Bekasinews.com.- Perayaan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1431 yang di gelar di Desa Sukadanau Kecamatan Cikarang Barat Minggu lalu berlangsung meriah dalam suasana kesederhanaan . Ratusan warga yang berasal dari berbagai Majelis Tak’lim tumpah ruah memadati Kantor Desa yang menjadi tempat perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW 1431 Antusias warga sangat terlihat karena bagi warga merayakan peringatan maulid adalah hal yang sangat penting yang harus diadakan setiap tahun karena perayaan ini sangat berarti untuk sarana syiar Islam dan mengenang suri tauladan dari perjalanan Nabi. Muhammad SAW. Kepala Desa Sukadanau Inan mengatakan bahwa di Desanya perayaaan Maulid selalu dirayakan karena ini bagian dari ibadah dan menjalankan tali silaturahmi sesama Ummat dan merupakan agenda tahunan dari Desa. Inan menandaskan Nabi Muhammad adalah suri tauladan yang patut kota contoh dalam menjalankan hidup dengan mencontoh perbuatan dari Nabi pasti semua urusan yang kita jalankan pasti aman karena semuanya adalah sesuai dengan perintahnya yang landasannya adalah ibadah, ujar Inan. Ketua panitya Baharuddin Husein mengatakan acra ini dapat dilangsungkan karena adanya peran serta warga dan Kepala Desanya mau langsung turun untuk membuat acara peringatan itu menjadi besar dan ditunggu oleh warga setiap tahunnya,karena yang memberi siraman rohaninya selalu berganti –ganti ,mulai dari Dai kondang sampai dai local. Dalam acara Peringatan Maulid ini adik Raja Dangdut H Rhoma Irama H Dedy Irama bertindak sebagai pengisi Tausiah hikmah Maulid yang menceritakan perjalanan kisah Nabi, dan contoh tauladan yang harus kita jalankan agar kita dapat selamat di dunia maupun di Akherat. Warga yang hadir terlihat dengan tenang mendengarkan tausiah yang disampaikan oleh Dedy irama, namun sangat menyangkan Camat Cikarang Barat yang di undang tidak bisa menghadiri acara maulid Nabi.(JYP)
|
|
|
Oleh M. Joko YP
|
|
Jumat, 05 Maret 2010 04:19 |
Cikarang Pusat, Bekasinews.com.- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi tahun 2010 ini menggelontorkan anggaran Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) Rp8 miliar. Hal itu disebabkan kasus kesehatan warga miskin meningkat tajam di bandingkan tahun lalu.
Bupati Bekasi, Sa’duddin, saat menjenguk Gia Wahyuningsih di RSUD Kabupaten Bekasi, Rabu (24/2) mengatakan, akan menambah anggaran sebesar Rp8 miliar itu jika dibutuhkan. “Kita akan menambah Jamkesda jika kurang. Tentunya melalui prosedur kajian,” ujarnya.
Namun demikian, bupati membantah jika naiknya anggaran Jamkesda itu disebabkan oleh kenaikan jumlah warga miskin di Kabupaten Bekasi. “Kenaikan itu bukan karena kenaikan jumlah warga miskin melainkan bentuk kepedulian Pemkab Bekasi pada warganya,” jelasnya. Terpisah, Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Dadang Mulayana mengatakan tahun 2009 lalu, pasien warga miskin yang menggunakan Jamkesda dan dilayani oleh RSUD Kabupaten Bekasi sebesar 80 persen dari 3865 pasien dengan total anggaran Rp4,6 miliar. Sedangkan untuk pasien yang dirujuk ke rumah sakit lain sebesar 4 persen. “Jamkesda 2009 dimanfaatkan warga miskin sebesar 80 persen dan yang dirujuk 4 persen,” paparnya.
Sekda juga membantah jika rujukan itu sebagai alasan RSUD menolak pasien miskin. Menurutnya, rujukan itu dilakukan karena RSUD tidak sanggup menangani kasus penyakit pasien. “Tolong dibedakan karena menolak dengan tidak sanggup. Bupati menginstruksikan agar menerima semua pasien miskin di Kabupaten Bekasi,” tegas Dadang.
Ditambahkannya, untuk warga yang menggunakan Jamkesda, Pemkab Bekasi membantu biaya perobatan sebesar Rp7,5 juta untuk sakit berat, Rp5 juta untuk sakit sedang dan Rp2,5 juta untuk sakit ringan. “Untuk kriteria sakit berat, sedang dan ringan tanyakan langsung ke Dinkes,” katanya. (M. Joko YP)
|
|
Oleh M. Zaenuddin
|
|
Jumat, 05 Maret 2010 04:17 |
Bekasi Kota, Bekasinews.com.- Departemen Kesehatan (Depkes) RI melalui Bagian Promosi mensosialisasikan kesehatan di Puskesmas Jatiasih. Selain memberikan pengetahuan tentang kesehatan kepada masyarakat Kecamatan Jatiasih,sosialisasi itu juga membantu para mahasiswa magang Universitas Cendrawasih. Demikian dikatakan Kepala Sub Bagian Promosi Depkes RI , Heri Sudaryatno.
Dijelaskannya, selain memberikan materi kepada warga, pihaknya juga membagikan leaflet dan poster hidup sehat. “Sosialisasi ini merupakan salah satu program Depkes dalam rangka memberikan penyuluhan kesehatan kepada warga,” ujarnya.
Dikatakan Heri, dipilihnya Puskesmas Jatiasih sebagai salah satu tempat untuk sosialisasi karena puskesmas itu merupakan puskesmas percontohan. “Banyak hal yang dapat kami berikan pada warga dan petugsa medis di puskesmas itu,” terangnya.
Heri menambahkan, antusias warga Kecamatan Jatiasih tentang kesehatan sangat tinggi. Terbukti, kegiatan yang dilakukan pada siang hari itu dipenuhi warga. “Kami sampai kewalahan mengatur warga. Antusias warga sangat tinggi ssekali,” kata Heri. (M.Zaenuddin)
|
|
|
|
|
|
|
Halaman 1 dari 194 |